ALKITAB (BIBLE)

Sejarah Terjadinya dan Perkembangannya
Serta Hal-hal yang Bersangkutan

oleh Prof. H.S. Tharick Chehab


ISNET Homepage | MEDIA Homepage | Program Kerja | Koleksi | Anggota
| Indeks Antar Agama | Indeks Artikel |

 

------------------------------------------------------------
JUZ II: PERJANJIAN BARU SUCI BAGI SEGALA AGAMA GEREJA,
        DITOLAK UMMAT YAHUDI DAN DIHORMATI OLEH MUSLIMIN
------------------------------------------------------------
 
1. DISUSUNNYA PERJANJIAN BARU DALAM BAHASA YUNANI
------------------------------------------------------------
 
Kitab Perjanjian Baru adalah  suatu  Kitab  Greka  (Yunani),
dialek  Koine,  yang dikarang dan ditulis di luar Palestina;
jadi  bukannya  dalam  bahasa  Aramiya  yang  digunakan  dan
dimengerti  di  Palestina  pada masa itu oleh Yesus Kristus,
para hawarinya dan awam.
 
Semula Perjanjian Baru tidak  merupakan  suatu  Kitab,  tapi
hanya    karangan-karangan,    surat-surat    kiriman    dan
catatan-catatan terpisah dalam  bahasa  Yunani  dan  Aramiya
hingga   menimbulkan   aneka   tafsir   yang   bertentangan;
teristimewa  sekitar  oknum   Yesus   Kristus,   dan   bukan
ajarannya.
 
Misalnya,  surat-surat  dari  Paulus ditulis antara tahun 50
dan  54  dari  Korintus  dan   Epesus   kepada   orang-orang
Tesalonika,  orang-orang  Korintus,  orang-orang Galatia dan
orang-orang Rum. Pada tahun 58 dari Roma kepada orang Pilipi
dan  Kolose.  Pada  tahun 65 surat kepada orang-orang Ibrani
(katanya oleh Paulus). Pada tahun 75 disiarkan  bentuk  awal
Injil karangan Markus. Pada tahun 79 disiarkan Injil Matius.
Pada tahun 90 Synode di YAMNIA mengakui Kitab  Suci  Yahudi,
yakni   Wasiat  Yang  Lama  menurut  tradisi  (orang  Yahudi
Diaspora). Pada tahun 95 disiarkan Kitab Wahyu.  Pada  tahun
105  disiarkan  Kitab  Kisah  Perbuatan Rasul-rasul karangan
Lukas yang terdiri dari 2 jilid dan kemudian dijadikan  satu
karya.  Terdorong  oleh  Kitab  Kisah  Rasul-rasul tersebut,
mungkin juga dimulai oleh Gereja  Epesus,  dihimpunlah  pada
tahun  110  surat-surat  kiriman  Paulus. Muqadimah penyusun
ditulis atas nama Paulus, oleh  karenanya  kemudian  disebut
Surat  kepada  orang  Epesus. Pada tahun 115 disiarkan Surat
Yang Pertama dan Kedua kepada Timotius dan Titus  atas  nama
Paulus,  dan  barangkali  juga  dalam  tahun  itu Surat yang
Pertama dari Yohanes. Pada tahun 117 mungkin disiarkan Surat
Yang Kedua dan Ketiga dari Yohanes- Pada tahun 135 disiarkan
Injil karangan Yahya dan Surat dari Barnabas.  Antara  tahun
145  hingga  155  terdapat  banyak  tulisan  suci  yang  tak
diketahui atau  diragukan  pengarangnya  dan  yang  kemudian
disisihkan,  disingkirkan  (APOCRYPHA).  Bahasa  dari  aneka
tulisan-tulisan di atas adalah dalam bahasa  Greka  dan/atau
dalam bahasa Aramiya, hal yang menimbulkan perbedaan tafsir,
faham dan keyakinan antara para Uskup Barat dan Timur.
 
Oleh karena permusuhan yang timbul dan  perbedaan  keyakinan
sebagaimana  terurai di atas, terasa perlu benar oleh Kaisar
Konstantin I demi ketenteraman untuk menyelenggarakan  suatu
muktamar, yaitu suatu ECUMENICAL COUNCIL (yang pertama kali)
pada tahun 325 di NICAEA (kini Isnik di Istambul).  Kemudian
banyak  lagi council atau synode menyusul; yang "Ecumenical"
jumlahnya hingga tahun 1869 ada 20 atau 21 kali.
 
Gereja Timur Ortodox Yunani mengakui 7  yang  pertama  (dari
tahun  325  s/d  787),  dan  Gereja Roma Katolik mengakui 14
Ecclesiastical/Ecumenical Council dari yang pertama. Council
Nicaea  dihadiri  oleh  220 Uskup dari Barat dan Timur. Yang
dibicarakan hanyalah soal-soal mengenai lman, Kebaktian, dan
sebagainya.  Yang  terpenting  adalah  soal  Ke-Esaan  Tuhan
menurut faham Yudaisme dan Syirk,  yaitu  kepercayaan  Goyim
(yakni bukan-Yahudi, maksudnya Hellenisme dan aneka mytology
bangsa-bangsa Jahiliya), dan kemudian antara Unitarisme  dan
Trinitarisme.
 
Paulus   yang  berbicara  Greka  dan  tidak  faham  Aramiya,
mengakibatkan ia memberi bentuk baru pada ajaran Yesus  yang
mudah  dan  indah  dengan  memasukkan  aneka  unsur gnostic,
sakramen dan mystic dari agama dan  kebudayaan  Yunani  Kuna
(Hellenisme);  seperti misalnya soteriology-faham pembebasan
penebusan  dosa.  Synthese  inilah  yang  kemudian   menjadi
pertengkaran   antara   Uskup-uskup  di  mana  aneka  gereja
(Paulinisme) ke luar sebagai pemenang.
 
Menurut theolog A. Powell Davies dalam  bukunya  "The  First
Christian,"  terbitan  "The New American Library" - A Mentor
Book: "Paul  reshaped  the  faith  of  the  early  Messianic
believers  into  a  gospel  of  salvation for the Gentiles."
Paulus dibenci oleh Ummat Yahudi sebagai pengkhianat bangsa,
dituduh   oleh   orang-orang   Romawi   sebagai  pengkhianat
Kekaisaran dan tidak dipercaya lagi, baik oleh  para  hawari
maupun  apostel  (Rasul);  tetapi  ia merupakan seorang yang
menentukan perkembangan ajaran Gereja-gereja.
 
Semula anggota Timur lebih banyak,  kemudian  anggota  Barat
lebih  banyak  pada  aneka  council  atau  Synode  dan untuk
beberapa waktu putusan-putusannya tidak diterima oleh  kedua
belah pihak.
 
Pada  tahun  341  dalam  suatu  Rapat  di  Antioch (Antakia)
Monotheisme diterima, dan kembali jadi agama  resmi  sebagai
tafsir  yang benar dari Iman Nasrani. Pendapat ini dikuatkan
oleh suatu Muktamar pada tahun 351 yang  terjadi  pada  masa
Paus St. Julius I (337 - 352).
 
Paus  Honorius  I  (625  - 638) menolak faham Trinitas. Pada
tahun 680, jadi setelah wafatnya, beliau di-anathema  (yakni
dilaknat)  dalam  suatu Muktamar di Konstantinopel. Photius,
Uskup Sirmium, diturunkan karena menolak Ketuhanan Yesus  di
Konstantinopel pada tahun 869.10
 
Ada  Paus  dan  Kaisar  yang  menganut  faham Keesaan Tuhan,
tetapi ada juga yang menganut  faham  Trinitas.  Para  Uskup
yang   menolak  Trinitas  dianiaya,  dipenjarakan,  dibuang,
dibunuh  dan   lain   sebagainya;   perpustakaannya,   aneka
manuscriptnya dibakar habis, apalagi yang berbahasa Aramiya.
Hal ini sama dengan buku-buku ilmu lain yang berbahasa  atau
berhuruf  Arab yang dijadikan abu ketika orang-orang Spanyol
menang atas kaum Muslimin di semenanjung  Iberia  pada  abad
ke-XIV  dan  ke-XV.  Asli dari pada Septuaginta, Kitab Ezra,
Talmud,   dan   bergerobak-gerobak   codices   yang   berisi
Monotheisme   dibakar   habis.  Begitu  pula  jika  penganut
Unitarisme  menang,   dimusnahkan   segala   yang   menyebut
Trinitarisme.  Sedikit  yang  ada kini adalah sisa-sisa dari
salinan-salinan.
 
Antara yang lolos selamat adalah  Injil  karangan  Barnabas,
seorang   Apostel   yang  monotheist  dan  yang  menubuatkan
kedatangan Nabi Muhammad S.A.W.; Injil ini  pada  tahun  383
oleh Paus St. Damasus I (366 - 384) disimpan di perpustakaan
pribadinya.
 
Toland berkata dalam  bukunya  "MISCELLANEOIJS  WORKS"  yang
diterbitkan  pada tahun 1747, Juz I halaman 380, bahwa Injil
Barnabas masih ada.  Dalam  Bab  XV  disebut  bahwa  GLASIAN
(Gladian)  DECREE tahun 496 memasuki "Evangelium Barnabe" ke
dalam daftar buku-buku  yang  terlarang  dibaca.  Sebelumnya
Paus  Innovent  telah  mengharamkan  pada  tahun  465;  juga
keputusan Gereja-gereja Barat pada tahun 382. Tidak  disebut
apakah  Injil  Barnabas yang aseli itu tertulis dalam bahasa
Aramiya atau Greka.


ALKITAB (BIBLE) Sejarah Terjadinya dan Perkembangannya Serta Hal-hal yang Bersangkutan   Prof. H.S. Tharick Chehab   Penerbit MUTIARA Jakarta Jln. Salemba Tengah 38, Jakarta INDONESIA


| Indeks Antar Agama | Indeks Artikel |
| ISNET Homepage | MEDIA Homepage | Program Kerja | Koleksi | Anggota |

Please direct any suggestion to Media Team