Kebebasan Wanita

oleh Abdul Halim Abu Syuqqah

Indeks Islam | Indeks Wanita | Indeks Artikel | Tentang Pengarang


ISNET Homepage | MEDIA Homepage | Program Kerja | Koleksi | Anggota

Tentang Pengarang

Penulis buku ini, Profesor Abdul Halim Muhammad Abu Syuqqah, adalah seorang tokoh yang belum begitu dikenal di kalangan cendekiawan. Sebab, beliau belum banyak membuat tulisan yang membuat beliau dikenal orang atau dengan kata lain, belum banyak menurunkan tulisan yang dapat mempublikasikan siapa dirinya kepada orang lain. Tulisan beliau masih terbatas dalam bentuk artikel-artikel yang dimuat dalam beberapa majalah Islam. Padahal sebenarnya beliau banyak menulis dan merekam buah pikirannya dalam berbagai bidang. Tulisan-tulisan beliau mengandung ide-ide yang cemerlang dan teori-teori reformasi yang unggul. Hanya saja, ide-ide beliau sering seperti mutiara yang masih berserakan di sana sini dan belum ditata dalam satu ikatan. Beliau masih terus mengulur-ulur waktu sehingga menemukan tali pengikat yang diidam-idamkan.

Di samping itu sikap hati-hati dalam menyusun buku ini --sikap pelan dan hati-hati disenangi oleh Allah dan Rasul-Nya menurut nash yang sahih-- membuat beliau membaca berulangkali pemikiran yang telah dituangkan ke dalam bentuk tulisan, dan mendiskusikannya dengan teman-teman dekat beliau, sehingga beliau betul-betul yakin akan kebenaran yang ditulis. Mungkin juga beliau melakukan ralat dan perbaikan sehingga beliau betul-betul merasa mantap dan puas dengan tulisannya.

Meskipun Prof. Abdul Halim yang juga dijuluki Abu Abdurrahman ini tidak begitu dikenal di kalangan luas, kalangan yang mengenalnya merasa kagum dan mengakui kemampuannya dalam berpikir secara tenang dan mendalam; pandangannya yang kritis, reformis, dan berani mengemukakan apa yang diyakininya benar; sampai pada kejujuran dan sikap istiqamahnya sehingga lahir dan batinnya tetap seirama.

Saya tegaskan di sini bahwa saya sudah mengenalnya secara baik sejak seperempat abad silam, ketika kami sama-sama bekerja di kementerian pendidikan di Qatar. Sejauh yang saya tahu, beliau selalu berbicara jujur, benar, bersih, sopan, halus, jenius, dan kritis. Di dalam pergaulan hidup, saya mengenalnya sebagai seorang muslim yang sangat konsisten pada ajaran Islam serta senantiasa mempelajari hukum dan ajaran agama untuk diterapkan pada diri dan keluarganya. Beliau tidak belajar untuk pandai beretorika atau membangga-banggakan kehebatan dan kepintaran yang dimiliki, tetapi untuk dijadikan petunjuk dalam kehidupannya.

Kekonsistenan beliau tidak didasarkan pada Islam mazhab tertentu dari mazhab-mazhab yang lazim diikuti atau Islam suatu periode dari periode-periode sejarah terdahulu, dan bukan pula Islam suatu negara dari negara-negara Islam yang dikenal. Akan tetapi, Islam beliau adalah Islam Al Qur'an dan Sunnah semata. Karena itulah dia sangat hati-hati dalam membuat tulisan agar jangan berdasarkan pada pendapat ulama ini atau ulama itu. Sebab ulama mana pun di dunia ini pasti memiliki kelebihan dan kekurangannya, bagaimana pun kehebatan ilmu pengetahuan dan fatwanya.

Saya mengenalnya sebagai seorang pendidik yang didukung bakat, studi, dan pengalaman. Beliau pernah menjadi guru sekolah lanjutan atas dan direktur sebuah SLTA di Doha. Karena itu, tidak mengherankan jika pada diri beliau sering terlihat semangat seorang pendidik yang senantiasa berupaya memberi dan mengajar dengan berbagai cara dan metode yang sangat menarik.

Saya juga mengenalnya sebagai seorang pemburu kebenaran yang ikhlas dalam mencarinya, tidak pernah merasa jemu dan bosan untuk mengetahui rahasianya, serta teliti dalam membaca dan mengkaji. Sifat tekun dan teliti serta berpikir dan mengamati merupakan beberapa keistimewaan yang cukup menonjol dan ciri yang sangat kentara dalam seluruh kehidupannya. Beliau tidak suka terburu-buru membuat keputusan dan kesimpulan, serta tidak suka meniru-niru. Keputusan dibuat melalui kajian yang teliti dan pemikiran yang mendalam. Setelah itu baru beliau menyusun catatan tentang pokok-pokok pikiran yang masih berserakan untuk dihimpun dan disusun secara rapi.

Beliau juga seorang yang sederhana dan rendah hati. Apabila diberi nasihat, beliau tidak cukup sekadar menerima. Lebih dari itu, beliau meminta nasihat lebih banyak dan lebih banyak lagi dari orang yang beliau percayai ilmu dan pendapatnya, sehingga beliau yakin betul dengan hasil yang disimpulkan. Beliau senantiasa lapang dada dalam menerima pendapat lain, tidak acuh bila menemukan suatu kebenaran. Beliau menampakkan wajah yang ceria, siap beradu pendapat, menghapuskan atau menambahkan, mendiskusikan dan memperbaiki, hingga beliau sampai kepada suatu kesimpulan yang betul-betul mantap.

Beliau selalu mendambakan perbaikan, tidak berhenti kalau sudah mengenal jenis penyakit, tetapi senantiasa berusaha menentukan obat dan menjelaskan cara perawatannya.

Beliau selalu mendukung semangat kemudahan dan keluwesan dalam menyampaikan dakwah Islam, khususnya mengenai kasus-kasus yang berkaitan dengan keluarga dan masyarakat. Beliau pun tidak mengada-ada mencari kemudahan dalam syariat Allah. Beliau hanya mengikuti saja kemana arah syariat itu berjalan. Hal itu tidaklah aneh sebab memberikan kemudahan merupakan roh dan darah daging syariat Islam.

Beliau tumbuh dan berkembang dalam gerakan Ikhwanul Muslimin sejak usia remaja serta dekat dengan pendiri dan pembina pertamanya, Imam Hasan al-Banna. Beliau menyatu dengan aturan khusus Ikhwanul Muslimin yang pada saat itu menghimpun pemuda-pemuda pilihan serta pernah masuk penjara karena terlibat di dalam salah satu kasus Ikhwanul Muslimin. Melalui hubungan tersebut beliau berhasil memetik berbagai pengalaman. Dakwah sangat berpengaruh terhadap pola berpikir, kecenderungan, dan tindak tanduknya. Setelah matang dan mapan, beliau membuat catatan-catatan yang jeli dan kritis terhadap apa yang telah beliau alami, tidak takut atau bakhil menyebutkan dan menjelaskannya, apalagi mengenai aturan khusus Ikhwanul Muslimin serta perkembangannya.

Sejak edisi pertama majalah Al-Muslim al-Mu'ashir --dalam kelahiran majalah ini, peran dan jasa beliau sangat besar, bahkan beliaulah yang memiliki ide dan menghimbau untuk menerbitkannya-- telah kita lihat pembicaraan beliau yang sangat menarik dan berani mengenai krisis pemikiran muslim modern. Melalui hal itu terungkaplah kemampuan beliau dalam menyelami, menganalisis, dan mengkritik, sekaligus juga tentang kedalaman pemahaman beliau terhadap agama dan kehidupan serta keberanian dalam menentang apa yang beliau yakini salah, meskipun akhirnya beliau dikenal orang sebagai seorang tokoh yang kontroversial.

Pada edisi berikutnya beliau menurunkan tulisan mengenai krisis akhlak muslim modern . Kedua tulisan tersebut membuktikan bahwa beliau adalah seorang yang memiliki kejelian berpikir, kecermelangan pemikiran, dan jiwa yang kritis. Beliau hidup pada zamannya sekaligus mengenal seluk beluknya dan menghadapinya dengan hati seorang mukmin, pemikiran seorang peneliti, dan kemauan seorang reformis, jauh dari asal bunyi dan taklid buta.

(sesudah)


Kebebasan Wanita (Tahrirul-Ma'rah fi 'Ashrir-Risalah)
Abdul Halim Abu Syuqqah
Penerjemah: Drs. As'ad Yasin
Juni 1998
Penerbit Gema Insani Press
Jln. Kalibata Utara II No.84 Jakarta 12740
Telp. (021) 7984391-7984392-7988593
Fax. (021) 7984388

Indeks Islam | Indeks Wanita | Indeks Artikel | Tentang Pengarang
ISNET Homepage | MEDIA Homepage | Program Kerja | Koleksi | Anggota

Please direct any suggestion to Media Team

suggestion to Media Team