Sunni yang Sunni
Tinjauan Dialog Sunnah-Syi'ah-nya al-Musawi

Mahmud az-Za'by

19. Harits ibn 'Abdillah al-Hamadani al-A'war1

Dalam kitab Shahih, Imam Muslim mengutip Quthaibah dan Jarir yang menceritakan Harits dari Mughirah yang menerima kabar dari Sya'bi. Kesimpulannya, Harits al-A'war pendusta. Menurut Abu Ishaq, Harits itu pendusta. Pendapat serupa dinyatakan oleh Jarir. Amar ibn 'Ali berkata: "Yahya dan 'Abdurrahman tidak meriwayatkan hadits dari Harits."

Riwayat dari Yahya ibn Mu'in tentang Harits itu masih kontroversial. Akan tetapi 'Utsman al-Darimi mengatakan tidak dapat diikuti atau diterima. Abu Zara'ah berkata: "Hadits Harits tidak dapat dijadikan hujjah." Menurut Abu Hatim, Harits itu lemah, dha'if, ia tidak termasuk orang yang haditsnya dijadikan hujjah." Kata al-Nasa'i: "Hadits Harits tidak kuat, alias lemah."

Ibn Hajar berkata: "Aku sudah membaca kitab Mizan karya al-Dzahabi. Di situ dikatakan bahwa al-Nasa'i yang sangat kritis terhadap para perawi hadits, menerima dan menjadikan hujjah hadits dari Harits al-A'war. Padahal mayoritas (jumhur) ulama memandangnya dha'if. Namun, walaupun mereka juga meriwayatkan al-A'war itu dusta, tapi mereka meriwayatkan haditsnya. Asy-Sya'bi hanya mendustakan hikayat-hikayat al-A'war, bukan haditsnya."

"Menurut saya," demikian ibn Hajar, "Imam Nasa'i tidak berhujjah dengan hadits al-A'war. Dalam kitab Sunannya, beliau hanya meriwayatkan satu hadits dari al-A'war. Itu pun disertai sanad lain, yaitu ibn Maysarah. Ada pula hadits lain yang diriwayatkan darinya, yaitu hadits tentang al-yawm wa al-laylah, juga disertai sanad lain. Inilah keseluruhan hadits al-A'war yang ada pada Nasa'i." Hafidh menyatakan bahwa ibn Hibban dalam kitab shahihnya memasukkan hadits al-A'war sebagai hadits yang dapat dijadikan hujjah. Namun ibn Hajar mengaku tidak menemukan itu pada kitab Shahih ibn Hibban. Ibn Hibban memang meriwayatkan satu hadits melalui sanad Amr ibli Murrah dari Harits ibn 'Abdillah al-Kufi dari ibn Mas'ud. Jadi lbn Hibban tidak meriwayatkan dari Harits al-A'war, melainkan dari Harits ibn 'Abdillah. Dan Harits yang terakhir ini memang dipandang tsiqat oleh ibn Hibban. Ibn 'Adi berkata bahwa pada umumnya riwayat al-A'war tidak digubris orang. Ibn Hibban menyatakan bahwa A'war adalah orang yang berlebih-lebihan dalam memuji 'Ali atau bertasyayyu'.

Dari keterangan di atas dapat disimpulkan bahwa ulama hadits sepakat bahwa al-A'war ialah perawi yang dha'if, tidak tsiqat, dan haditsnya tidak dapat dijadikan hujjah. Namun penulis Dialog Sunnah-Syi'ah menganggapnya sebagai salah seorang perawi yang adil dan tsiqat.

Catatan kaki:

1 Tahdzib at-Tahdzib, 2/145.


Sunni yang Sunni -- Tinjauan Dialog Sunnah-Syi'ahnya al-Musawi oleh Mahmud az-Zaby
Diterjemahkan dari Al-Bayyinat, fi ar-Radd' ala Abatil al-Muraja'at
karangan Mahmud az-Za'bi, (t.p), (t.t). © Mahmud az-Za'bi.
Penerjemah: Ahmadi Thaha dan Ilyas Ismail
Penyunting: Ahsin Mohammad
Diterbitkan oleh Penerbit PUSTAKA
Jalan Ganesha 7, Tilp. 84186
Bandung, 40132
Cetakan I : 1410H-1989M

Indeks artikel kelompok ini | Disclaimer
ISNET Homepage | MEDIA Homepage | Program Kerja | Koleksi | Anggota

Dirancang oleh MEDIA, 1997-2001.
Hak cipta © dicadangkan.