Kumpulan Artikel Google Gemini

Kumpulan artikel yang saya peroleh pada saat berinteraksi dengan Google Gemini (mulai Jum'at, 10 Februari 2024, dan Google Bard AI mulai minggu kedua bulan Mei 2023). Pada saat itu Bard sudah dapat digunakan di Indonesia; setelah sebelumnya saya membahas ChatGPT yang dikenalkan pada 30 November 2022. Bard dilatih menggunakan data sampai saat ini dan internet, sedangkan ChatGPT dilatih dengan data sampai dengan tahun 2021. Saya kumpulkan hasil interaksi saya untuk pembelajaran bagi saya dan masyarakat luas ...

Cara Pewarnaan Foto/Citra

Yogyakarta, Kamis, 01 Januari 2026

Proses AI mewarnai foto hitam-putih (biasanya disebut AI Colorization) adalah kombinasi antara seni dan matematika tingkat tinggi. AI tidak benar-benar "melihat" warna seperti manusia, melainkan melakukan prediksi cerdas.

Berikut adalah tahapan teknis bagaimana AI bekerja di balik layar:

1. Proses Belajar (Deep Learning)

Sebelum bisa mewarnai, AI harus "sekolah" dulu. Ia dilatih menggunakan jutaan pasang foto:

  • Foto Berwarna (Ground Truth): Foto asli yang sudah berwarna.
  • Foto Hitam-Putih: Foto asli yang warnanya sengaja dihapus oleh sistem.

AI mempelajari pola hubungan antara tekstur dan warna. Misalnya, ia belajar bahwa tekstur yang menyerupai "daun" biasanya memiliki warna hijau, dan tekstur "kulit manusia" memiliki rentang warna cokelat atau krem.

2. Memisahkan Cahaya dan Warna

AI menggunakan ruang warna yang disebut Lab Color Space, bukan RGB biasa:

  • L (Luminance): Tingkat kecerahan (ini adalah foto hitam-putih asli Anda).
  • a & b (Chrominance): Dimensi warna (hijau-merah dan biru-kuning).

Tugas AI hanya mengisi bagian a dan b. Karena AI sudah punya data L (cahaya) yang sangat detail dari foto asli, hasilnya tetap terlihat tajam dan realistis secara pencahayaan.

3. Pengenalan Objek (Computer Vision)

AI menggunakan jaringan saraf bernama Convolutional Neural Networks (CNN). Ia membedah foto menjadi beberapa lapisan:

  • Lapisan Rendah: Mengenali garis dan tepi.
  • Lapisan Menengah: Mengenali bentuk (bulat, kotak, dsb).
  • Lapisan Tinggi: Mengenali objek (ini adalah wajah, ini adalah baju militer, ini adalah kursi kayu).

4. Prediksi Probabilitas

AI tidak memberikan satu warna mutlak. Ia menghitung peluang warna.

Contoh: Jika ia melihat foto Raden Saleh, ia akan berpikir: "Berdasarkan ribuan lukisan dan foto sejarah, seragam seperti ini 80% kemungkinannya berwarna biru tua atau hitam." Ia kemudian memilih warna dengan probabilitas tertinggi.


Potret asli hitam putih


Potret setelah diwarnai


Mengapa Hasilnya Kadang Bisa Salah?

Karena AI bekerja berdasarkan statistik, bukan ingatan sejarah yang nyata:

  • Konteks Sejarah: AI mungkin tidak tahu bahwa warna kain tertentu di tahun 1800-an harusnya merah marun, sehingga ia mungkin mewarnainya cokelat karena terlihat mirip secara tekstur.
  • Ambuitas: Jika sebuah benda punya bentuk yang jarang ditemui, AI bisa bingung dan hanya memberinya warna abu-abu atau sepia.


(Alamat situs ini: http://luk.staff.ugm.ac.id/AI/, http://luk.tsipil.ugm.ac.id/AI/)