Cara Pewarnaan
Foto/Citra
Yogyakarta, Kamis, 01 Januari 2026
Proses AI mewarnai foto hitam-putih (biasanya disebut
AI Colorization) adalah kombinasi antara seni
dan matematika tingkat tinggi. AI tidak benar-benar
"melihat" warna seperti manusia, melainkan melakukan
prediksi cerdas.
Berikut adalah tahapan teknis bagaimana AI bekerja di
balik layar:
1. Proses Belajar (Deep Learning)
Sebelum bisa mewarnai, AI harus "sekolah" dulu. Ia
dilatih menggunakan jutaan pasang foto:
- Foto Berwarna (Ground Truth):
Foto asli yang sudah berwarna.
- Foto Hitam-Putih: Foto asli yang warnanya
sengaja dihapus oleh sistem.
AI mempelajari pola hubungan antara tekstur dan warna.
Misalnya, ia belajar bahwa tekstur yang menyerupai "daun"
biasanya memiliki warna hijau, dan tekstur "kulit manusia"
memiliki rentang warna cokelat atau krem.
2. Memisahkan Cahaya dan Warna
AI menggunakan ruang warna yang disebut Lab Color
Space, bukan RGB biasa:
- L (Luminance): Tingkat kecerahan (ini
adalah foto hitam-putih asli Anda).
- a & b (Chrominance): Dimensi
warna (hijau-merah dan biru-kuning).
Tugas AI hanya mengisi bagian a dan b.
Karena AI sudah punya data L (cahaya) yang sangat
detail dari foto asli, hasilnya tetap terlihat tajam dan
realistis secara pencahayaan.
3. Pengenalan Objek (Computer Vision)
AI menggunakan jaringan saraf bernama Convolutional
Neural Networks (CNN). Ia membedah foto
menjadi beberapa lapisan:
- Lapisan Rendah: Mengenali garis dan tepi.
- Lapisan Menengah: Mengenali bentuk (bulat,
kotak, dsb).
- Lapisan Tinggi: Mengenali objek (ini adalah
wajah, ini adalah baju militer, ini adalah kursi
kayu).
4. Prediksi Probabilitas
AI tidak memberikan satu warna mutlak. Ia menghitung
peluang warna.
Contoh: Jika ia melihat foto Raden Saleh, ia akan
berpikir: "Berdasarkan ribuan lukisan dan foto sejarah,
seragam seperti ini 80% kemungkinannya berwarna biru tua
atau hitam." Ia kemudian memilih warna dengan probabilitas
tertinggi.

Potret asli hitam putih

Potret setelah diwarnai
Mengapa Hasilnya Kadang Bisa Salah?
Karena AI bekerja berdasarkan statistik, bukan ingatan
sejarah yang nyata:
- Konteks Sejarah: AI mungkin tidak tahu bahwa warna
kain tertentu di tahun 1800-an harusnya merah marun,
sehingga ia mungkin mewarnainya cokelat karena terlihat
mirip secara tekstur.
- Ambuitas: Jika sebuah benda punya bentuk yang jarang
ditemui, AI bisa bingung dan hanya memberinya warna
abu-abu atau sepia.
|