|
|
|
||||||||||||||
|
|
|
![]() Foto jaman kuliah |
![]() Foto Reuni Emas 1976-2026 |

|
Kumpul-kompak TS FT UGM Angkatan 1976 di Kaliurang tahun 1979, acara kelulusan Sarjana Muda perioda pertama. Penjelasan foto selengkapnya ada di sini. Dalam foto di atas, tidak terdapat foto Marsudi. |
|
Piknik lagi di Kaliurang (belum diketahui tahun
berapa, lupa jhé). Tampaknya Kaliurang
dipilih sebagai tempat piknik, karena indah
lagipula dekat. |
|
Cerita Marsudi tentang sekolah dan perjalanan hidupnya: [15:33 WIB, 3/8/2022] Marsudi 1976: Aku dulu waktu kuliah ki senenge mung dolan thok ratau gagas kuliah, tahu 1982 terus menikah, jadi tambah ratau mlebu kuliah, jadi konco-koncone wes podo lulus alu durung dewe. Kira-kira tahun1998 aku diparani Bambang Pacul dari Teknik Kimia, aku disuruh datang ke Jurusan suruh ngrampungke Tugas Akhir. Waktu itu yang menemui mas Bambang Hartaris, aku sudah sanggup. Habis itu Solo ada huru-hara obong-obongan, aku mau berangkat ke Jogja gak jadi. Marsudi 1976: Saat iku anakku sudah 2, kemudian tahun 1988 KKN, anak saya tambah lagi menjadi semua 3. Memang saat-saat itu kondisi saya berat banget, jadi kalau ada yang memberi pekerjaan langsung tak ambil!" Dulu waktu aku KKN, sing sak desa karo aku ada yang dari peternakan, akhirnya dadi dosen. Aku pinjam buku-buku di perpustakaannya masalah peternakan ayam. Akhirnya dari ayam tak tembakne neng puyuh berhasil. Dadi, puyuh dari mesin tetas lahir ceprot, saya ambil yang betina. Di pasaran laku keras, karena yang dibeli puyuh betina kari gedekke. Saya buat plasma peternak untuk mendukung omzet saya. Kemudian saya menulis buku "Cara Beternak Burung Puyuh" dengan penerbit Penabur Swadaya Depok Jabar yang dijual di seluruh toko Gramedia dari Sabang sampai Merauke. Kadang ada orang dari Papua yang sengaja datang ke Solo untuk belajar di kandang saya. Hasil produk telor puyuh saya kirim ke Jatim dan Jabar. |

|
Marsudi pada tahun 1993 saat menyunatkan anaknya yang kedua. |

|
Marsudi foto bersama isteri dan cucunya di rumahnya di Laweyan, Solo, 12 Desember 2015 |

|
Keluarga besar Marsudi foto bersama di rumahnya di Laweyan, Solo, sebelum Pageblug COVID-19 melanda Indonesia 2021. |


|
Kondisi Marsudi, Selasa, 8-9 Maret 2022, di rumah Kampung Batik Laweyan. Sejak kena stroke hampir 2 tahun yang lalu, aktifitas banyak dilakukan di atas kasur, jika ada yang membantu baru bisa duduk di kursi roda. |

|
Selasa, 10 Maret 2022, di rumahnya Kampung Batik Laweyan, Marsudi (9033) duduk di kursi di sebelah kiri dijenguk oleh Djoko Purwono (Si Ping, 8940). |
|
(Cerita Marsudi: "Awalnya saya kena diabet tetapi tidak tinggi-tinggi banget dan vertigo. Kalau naik bis pasti mabuk. Suatu ketika bangun tidur ke toilet, balik ke dipan sudah tidak bisa jalan. Istri saya memanggil anak saya untuk dibawa ke rumah sakit, tetapi mau dibawa dengan mobil sudah tidak bisa berdiri. Akhirnya telepon rumah sakit agar dibawa menggunakan ambulans sekitar pukul 4 pagi. Waktu iku aku takut banget, karena sedang banyak-banyaknya COVID-19, tetapi tidak ada pilihan lagi, harus dirawat di rumah sakit.") Video sebelah kanan: Sewaktu Marsudi dilatih belajar berjalan berbantuan tongkat di dalam rumah oleh pelatih fisioterapi, pada bulan Desember 2021. |

|
2023, di rumahnya Kampung Batik Laweyan, Marsudi (9033) duduk di kursi di sebelah kiri dijenguk oleh F. Widiastanto (9083) beserta istrinya. |

|
2026, di rumahnya Kampung Batik Laweyan, Marsudi (9033) duduk di kursi di sebelah kiri dijenguk oleh Agus Ingharto (7/8931). |

|
Rabu, 22 Juli 2026: Djoko Purwono (Si Ping, 39/8940, kanan) mengantarkan souvenir Reuni Emas Teknik Sipil FT UGM Angkatan Tahun 1976 untuk Marsudi (9033), di rumahnya di Sala, setelah acara reuni selesai. |