Banten Tempo Doeloe

dikumpulkan dari berbagai sumber
untuk mempercepat penyebaran informasi secara efisien
dan menambah percepatan kemajuan Indonesia tercinta ...

Grayscale kualitas HD

Bewarna kualitas HD


Grayscale kualitas HD

Bewarna kualitas HD

Peperangan VOC dengan Kasultanan Banten. (sumber foto, diolah dengan Google Gemini, 5 Januari 2026, di atas garis horisontal menggunakan moda Fast dan di bawah garis horisontal menggunakan moda Pro)

 

Pilihan yang sangat menarik! Ilustrasi ini memang sangat identik dengan narasi Serangan ke Banten atau ketegangan di pelabuhan Banten pada abad ke-17. Banten saat itu merupakan salah satu pelabuhan lada terbesar di dunia dan menjadi target utama VOC untuk memonopoli perdagangan.

Jika kita melihat gambar tersebut dalam konteks Banten, ada beberapa poin sejarah yang relevan:

1. Pengepungan dan Blokade Laut

Kapal-kapal besar di latar belakang mencerminkan strategi favorit Belanda di Banten: Blokade. Karena Banten memiliki pertahanan darat yang kuat, VOC sering kali hanya memarkir kapal-kapal mereka di teluk untuk menghentikan kapal dagang lain (Inggris, Denmark, atau pedagang Tiongkok) masuk ke pelabuhan Banten, yang akhirnya memicu bentrokan bersenjata seperti yang terlihat di garis pantai.

2. Teknologi Militer: Panah vs Musket

Gambar tersebut memperlihatkan kontras yang tajam antara busur panah (kanan) dan senjata api (kiri). Dalam catatan sejarah Banten, meskipun pasukan Banten memiliki meriam-meriam besar di benteng, pasukan infanterinya memang sering digambarkan menggunakan kombinasi senjata tradisional. Namun, kenyataannya pasukan Banten juga sangat mahir menggunakan persenjataan api hasil perdagangan dengan bangsa Eropa lainnya.

3. Benteng Kota Banten

Bangunan di sebelah kiri bisa diasumsikan sebagai representasi Kota Intan atau dinding kota Banten Lama. Seniman Eropa sering menggambar benteng-benteng di Hindia Timur menyerupai benteng di Eropa karena mereka menggunakan pola arsitektur yang mereka kenal sebagai referensi.

4. Tujuan Ilustrasi Ini di Eropa

Di Belanda, ilustrasi seperti ini diterbitkan dalam buku-buku seperti Journal van de Oost-Indische Reis untuk:

  • Menarik Investor: Menunjukkan bahwa VOC memiliki kekuatan militer untuk mengamankan aset.
  • Eksotisme: Memuaskan rasa ingin tahu publik Eropa tentang kehidupan di belahan dunia lain yang "berbahaya".

Fakta Menarik: Perang antara VOC dan Banten baru benar-benar berakhir pada tahun 1682 ketika Sultan Haji (anak Sultan Ageng Tirtayasa) meminta bantuan Belanda untuk melawan ayahnya sendiri, yang berujung pada jatuhnya kedaulatan Banten sepenuhnya ke tangan VOC.

(sebelum, sesudah)


oleh Ir. Djoko Luknanto, M.Sc., Ph.D.
Facebook - PerkuliahanTweeter - Djoko LuknantoLinkedin - Djoko LuknantoFacebook - Djoko Luknanto
(Djoko Luknanto, Jack la Motta, Luke Skywalker)
(Alamat situs ini: http://luk.staff.ugm.ac.id/itd/, http://luk.tsipil.ugm.ac.id/itd/)

Pensiunan Peneliti Sumberdaya Air
di Laboratorium Hidraulika
Departemen Teknik Sipil dan Lingkungan, Fakultas Teknik
Universitas Gadjah Mada
Jln. Grafika 2, Yogyakarta 55281, INDONESIA
Tel: +62 (274)-545675, 519788, Fax: +62 (274)-545676, 519788