|
Gambar 6. Sarana penyebarangan di sungai
menggunakan getek yang ditarik dengan tali.
(sumber
foto)
Lukisan ini merupakan karya litografi klasik
dari abad ke-19 yang menggambarkan suasana
penyeberangan sungai di pulau Jawa pada masa Hindia
Belanda. Fokus utamanya adalah sebuah rakit besar
atau perahu "getek" yang sedang mengangkut kereta
kuda beserta penumpangnya melintasi sungai yang
tenang. Karya ini menangkap momen penting dalam
keseharian masyarakat masa lalu sebelum adanya
infrastruktur jembatan modern yang memadai di
wilayah pedalaman.
Dari sisi sejarah, gambar ini menunjukkan betapa
vitalnya peran sungai sebagai jalur transportasi
sekaligus tantangan logistik bagi perjalanan darat.
Pada era tersebut, para pelancong yang menggunakan
kereta kuda harus mengandalkan keahlian penduduk
lokal untuk menyeberangkan kendaraan mereka
menggunakan rakit kayu yang digerakkan dengan
galah. Hal ini mencerminkan sistem transportasi
tradisional yang sangat bergantung pada tenaga
manusia dan kondisi alam.
Secara visual, lukisan ini menggunakan gaya Mooi
Indie atau Hindia Molek yang menonjolkan keindahan
alam tropis. Pemandangan latar belakangnya dipenuhi
oleh pepohonan rimbun, pohon kelapa yang menjulang,
dan cahaya matahari yang lembut, memberikan kesan
damai dan eksotis. Detail pada riak air dan tekstur
kayu perahu menunjukkan ketelitian seniman dalam
merekam suasana lingkungan di Indonesia pada zaman
kolonial.
Aspek sosial juga terlihat sangat jelas melalui
keberagaman tokoh yang digambarkan. Di atas rakit,
tampak perbedaan status sosial antara penumpang
kereta yang berpakaian formal (melambangkan kelas
atas atau bangsawan) dengan para pekerja lokal yang
bertelanjang dada atau berpakaian sederhana.
Interaksi ini memperlihatkan struktur hierarki
masyarakat pada masa itu, di mana berbagai kelas
sosial bertemu dalam satu kepentingan
transportasi.
Secara keseluruhan, lukisan ini bukan sekadar
karya seni estetis, melainkan dokumen sejarah
visual yang berharga. Ia menceritakan tentang
ketangguhan manusia dalam menaklukkan hambatan
alam, sekaligus menjadi pengingat akan masa
transisi teknologi di Indonesia. Melalui gambar
ini, kita dapat melihat harmoni antara manusia,
hewan, dan alam yang menjadi ciri khas kehidupan di
tanah air pada ratusan tahun yang lalu.
|