Seni Loekis Tempo Doeloe

dikumpulkan dari berbagai sumber
untuk mempercepat penyebaran informasi secara efisien
dan menambah percepatan kemajuan Indonesia tercinta ...


1870: Cat minyak di atas kanvas oleh Pieter Alardus Haaxman (1814–1887)

Kereta Mangkoe Nagoro IV (pangeran Jawa, memerintah dari 1853-1881) dengan tiga pria Eropa di dalamnya, termasuk kemungkinan Gubernur Jenderal Hindia Belanda. Kereta, berwarna hijau dan kuning, ditarik oleh enam kuda. Kereta tersebut dihiasi dengan angka IV di berbagai tempat.


Sawah di Jawa Jaman Kolonialisme Belanda (sumber foto)

Produksi beras di Jawa. Bagian dari seri Insulinde in woord en beeld, karya W.C.C. Bleckmann, Penerbit J.B. Wolters, Groningen/Den Haag. Nomor inventaris H015.481 (105×75 cm). Koleksi Museum Pendidikan Nasional Belanda di Dordrecht, disediakan oleh dr. Jacques Dane, Kepala Koleksi & Penelitian.


Sebelum 1950: Menumbuk padi di kampung. (sumber foto)


1935: Bumi Priangan (Preanger). Lukisan Abdullah Suriosubroto (1878-1941). (sumber foto)


Sebelum 1906: Perusahaan Timah di Pulau Singkep. Lukisan Siauw Sen. (sumber foto)


1846: Orang laki-laki di Lima Puluh (Sumatera Barat) (sumber foto)

J.H.W. le Clerq (1809-1885) berkarier dalam dinas ketentaraan. Pada tahun 1844 dia diangkat sebagai letnan di bawah Mayor Jenderal F.B. von Gagern, yang ditugaskan membuat penelitian tentang pertahanan Hindia Belanda. Dalam rangka misi ini, mereka membuat perjalanan ke Jawa dan Sumatra (1844-1846). Von Gagern menulis ‘Pada tanggal 4 Maret [1844] saya diangkat menjadi Mayor Jenderal; lagipula, Raja memutuskan bahwa saya akan dibantu oleh Letnan Satu Le Clerq, Letnan Satu George dan Letnan Satu List. Pilihan ini sangat memuaskan saya: mereka adalah pemuda yang kuat, yang cocok untuk senjata penelitian ilmiah, dan mudah bergaul.’ Selain sifat tersebut, tak dapat dipungkiri bahwa Le Clerq mempunyai bakat melukis, seperti terlihat pada sketsa dan lukisan cat air yang dibuatnya selama dalam perjalanan.


1948: Para wanita sedang mandi di sungai, ada seorang pria yang sedang melihat. (sumber foto)


1948: Seorang wanita mengendong anak di tepi sungai ditemani kawanan rusa.
Lukisan: Dewa Gedé Raka Toeras. (sumber foto)


1948: Seorang pedanda sedang bermeditasi. (sumber foto)


1948: Adu ayam jago di Bali. Pelukis: Ida Bagoes Madé Nadera. (sumber foto)


1948: Seorang anak ketakutan, di hutan dikejar oleh setan dan binatang buas. (sumber foto)


1948: Ornamen Bali oleh I.Goesti Agoeng Raka. (sumber foto)

(sebelum, sesudah)


oleh Ir. Djoko Luknanto, M.Sc., Ph.D.
Facebook - PerkuliahanTweeter - Djoko LuknantoLinkedin - Djoko LuknantoFacebook - Djoko Luknanto
(Djoko Luknanto, Jack la Motta, Luke Skywalker)
(Alamat situs ini: http://luk.staff.ugm.ac.id/itd/, http://luk.tsipil.ugm.ac.id/itd/)

Pensiunan Peneliti Sumberdaya Air
di Laboratorium Hidraulika
Departemen Teknik Sipil dan Lingkungan, Fakultas Teknik
Universitas Gadjah Mada
Jln. Grafika 2, Yogyakarta 55281, INDONESIA
Tel: +62 (274)-545675, 519788, Fax: +62 (274)-545676, 519788