|
|
91/303: Isa melihat seorang laki-laki dan bertanya kepadanya: "Apa yang kau lakukan?" "Aku menyerahkan diri [sepenuhnya] pada Allah," jawab si laki-laki. Isa bertanya: "Siapa yang mengurusi [hidup-]mu?" "Saudara laki-lakiku," jawab dia. Isa berkata: "Saudaramu itu lebih berserah diri pada Allah dibandingkan kamu." Keterangan:Kisah di atas diriwayatkan oleh pakar hadits (Abu Muhammad 'Abdallah bin Muslim) Ibn Qutaiba (... - 271 H), Kitab 'Uyun al-Akhbar, 1:327. Rujukan silang atas kisah di atas:
92/303: Almasih berkata: "Hai para musafir di malam hari, sampai kapankah kalian akan memberi petunjuk jalan, sementara kalian sendiri berada di belakang orang yang tersesat? Sebuah ilmu yang sedikit saja sudah cukup [bagi kalian], tetapi amal kalianlah harus berlimpah." Keterangan:Kritik atas kemunafikan di atas diriwayatkan oleh pakar hadits (Abu Muhammad 'Abdallah bin Muslim) Ibn Qutaiba (... - 271 H), Kitab 'Uyun al-Akhbar, 2:127. Rujukan silang atas ucapan di atas:
93/303: Almasih berkata: "Allah paling membenci ulama yang suka memfitnah orang lain, yang senang mendapat tempat kehormatan di sebuah pertemuan, yang senang diundang ke perayaan dan menerima sekarung makanan. Sesungguhnya aku katakan kepada kalian, orang-orang seperti itu telah mendapat pahala mereka di dunia ini, dan Allah di hari kiamat nanti akan melipatgandakan siksaan mereka." Keterangan:Ucapan di atas diriwayatkan oleh pakar hadits (Abu Muhammad 'Abdallah bin Muslim) Ibn Qutaiba (... - 271 H), Kitab 'Uyun al-Akhbar, 2:127. Rujukan silang atas ucapan di atas:
Catatan:Terlepas dari sejauh mana keshahihan ucapan di atas, menarik untuk dicatat bahwa temanya masih aktual sampai sekarang. Lihat juga ucapan nomer 94 berikut ini.
94/303: "Di akhir zaman akan ada ulama-ulama: - yang menyeru orang lain untuk zuhud, tapi mereka sendiri tidak zuhud, - yang menyuruh orang lain untuk merindukan akhirat, tetapi mereka sendiri tidak menantikannya, - yang melarang orang untuk mendekati penguasa, tetapi mereka sendiri tidak bisa menahan diri untuk mendekati orang-orang kaya serta berpaling dari kaum miskin, - yang mejauhi rakyat biasa dan menjilati orang-orang berkuasa. Merekalah orang-orang yang zhalim dan musuh Allah Yang Maha Pengasih." Keterangan:Ucapan di atas diriwayatkan oleh pakar hadits (Abu Muhammad 'Abdallah bin Muslim) Ibn Qutaiba (... - 271 H), Kitab 'Uyun al-Akhbar, 2:129-130. Rujukan silang atas ucapan di atas:
Catatan:Ucapan yang temanya masih aktual sampai sekarang ini oleh Ibn Qutaiba disebutkan sebagai ucapan seorang dari penerus generasi salafi --Ibn Qutaiba meiwayakanya dengan "Qala ba'd al-salaf", sementara menururt Ibn 'Abd Rabbihi ini adalah ucapan Isa as. Wallahu 'alam.
95/303: Isa berkata: "Barang siapa berbicara tanpa mengingat Allah, gagaplah dia sebenarnya. Barang siapa berpikir tanpa mengingatkan diri, tak waspadalah dia sebenarnya. Barang siapa diam tanpa berpikir, menghamburkan waktulah dia sebenarnya." Keterangan:Ucapan di atas diriwayatkan oleh pakar hadits (Abu Muhammad 'Abdallah bin Muslim) Ibn Qutaiba (... - 271 H), Kitab 'Uyun al-Akhbar, 2:178. Rujukan silang atas ucapan di atas:
96/303: "Sesungguhnya aku katakan kepada kalian, orang yang mengucapkan hal-hal bijak, dan orang yang mendengarkannya, termasuk satu golongan; dan orang yang mempraktekkan kebijakan, jauh lebih tepat lagi disebut sebagai orang bijak. Sesungguhnya aku katakan kepada kalian, apabila kalian menemukan sebuah lampu minyak di malam hari, kalian akan menggunakan cahayanya, meskipun minyaknya bau. Dan karenanya kalian harus mengambil hal-hal bijak dari setiap orang yang memilikinya." Keterangan:Ucapan di atas diriwayatkan oleh pakar hadits (Abu Muhammad 'Abdallah bin Muslim) Ibn Qutaiba (... - 271 H), Kitab 'Uyun al-Akhbar, 2:268. Rujukan silang atas ucapan di atas:
97/303: Isa berkata kepada para pengikutnya: "Kalau kalian benar-benar saudara dan sahabatku, terbiasalah pada permusuhan dan kebencian manusia. Karena kalian hanya akan mendapatkan apa yang kalian cari, jika kalian merelakan apa yang kalian inginkan. Kalian hanya akan memiliki apa yang kalian cintai, jika kalian [bisa] menerima apa yang kalian benci." Keterangan:Ucapan di atas diriwayatkan oleh pakar hadits (Abu Muhammad 'Abdallah bin Muslim) Ibn Qutaiba (... - 271 H), Kitab 'Uyun al-Akhbar, 2:268. Rujukan silang atas ucapan di atas:
98/303: "Berbahagialah orang yang melihat dengan hati, tetapi hatinya tidak berada pada apa yang dia lihat." Keterangan:Ucapan di atas diriwayatkan oleh pakar hadits (Abu Muhammad 'Abdallah bin Muslim) Ibn Qutaiba (... - 271 H), Kitab 'Uyun al-Akhbar, 2:268.
99/303: Almasih berkata: "Dunia itu seperti sebuah jembatan: berjalanlah di atasnya, tetapi jangan membangun apa-apa di atasnya." Keterangan:Ucapan di atas diriwayatkan oleh pakar hadits (Abu Muhammad 'Abdallah bin Muslim) Ibn Qutaiba (... - 271 H), Kitab 'Uyun al-Akhbar, 2:328. Rujukan silang atas ucapan di atas:
Catatan:
100/303: Almasih berjalan melewati sekelompok orang yang mengeluarkan ejekan untuknya, dan ia menjawabnya dengan doa-doa kebaikan. Berikutnya ia pergi melewati sekelompok orang lain yang juga mengejeknya, dan ia menjawabnya seperti sebelumnya. Seorang dari murid-muridnya bertanya: "Bagaimana mungkin engkau makin mendoakan orang-orang yang makin mengejekmu? Ini seperti seolah-olah engkau menantang mereka?" Almasih menjawab: "Seorang manusia hanya bisa mengeluarkan apa yang ada di dalam dirinya." Keterangan:Kisah di atas diriwayatkan oleh pakar hadits (Abu Muhammad 'Abdallah bin Muslim) Ibn Qutaiba (... - 271 H), Kitab 'Uyun al-Akhbar, 2:370. Rujukan silang atas kisah di atas:
Catatan:Lihat juga "Jesus' Sayings and Stories in Islamic Literature" nomer 80. |
|
Sumbangan: Jajang Kurniawan [Jajang.Kurniawan@Allianz.co.id] melalui milis hikmah@isnet.org
ISNET Homepage | MEDIA Homepage | Program Kerja | Koleksi | Anggota Please direct any suggestion to Media Team |