Penentuan Kiblat di Amerika Utara

Penentuan kiblat merupakan hal yang penting bagi umat Islam. Di beberapa negara, penentuan kiblat, pembetulan kiblat masjid, bukan hanya permasalahan ilmu geomatika (kartografi), namun juga sosial-budaya masyarakat. Oleh karena itu penentuan kiblat, walaupun menurut ilmu pengetahuan merupakan hal yang sederhana, namun implementasi di lapangan bukan masalah yang mudah.

Kasus yang bisa kita pelajari bersama adalah penentuan kiblat untuk daerah Amerika Utara. Penentuan kiblat di daerah Amerika Utara ini mengakibatkan adanya dua kelompok yang mempunyai argumentasi masing-masing. Kelompok Pertama menetapkan kiblat mempunyai arah Timur-laut, sedangkan Kelompok Kedua menetapkan kiblat mempunyai arah Tenggara. Perbedaan ini sebenarnya disebabkan oleh fakta bahwa bumi berbentuk bola yang digunakan oleh Kelompok Pertama, sedangkan Kelompok Kedua menggunaka peta dua dimensi datar untuk penentuan arah kiblat. Artikel ini menyajikan argumentasi dari kedua belah pihak. Tautan di internet dapat diikuti di bawah ini. Artikel ini dapat digunakan sebagai pembelajaran bagi kita semua dalam memahami permasalahan dasar penentuan kiblat. Kita bandingkan pada Gambar 1,2,3 dan 4 serta 5, arah Los Angeles ke Mekah dan Washington ke Mekah:

  1. berdasarkan Gambar 1-3 (menurut Kelompok Pertama), arahnya adalah Timur-Laut (North-East),
  2. berdasarkan Gambar 4-5 (menurut Kelompok Kedua), arahnya adalah Tenggara (South-East).

Kelompok Timur-Laut (North-East)


Gambar 1. Bumi bulat yang berotasi pada sumbunya (sumber: S.K. Abdali)

Peta arah dan jarak ke Mekah
Gambar 2a. Peta datar yang menggambarkan jarak sebenarnya lokasi
di bumi dengan Ka'bah di pusat peta (sumber: S.K. Abdali)
Catatan: Los Angeles ada di bagian atas, Washington bagian tengah, Mekah ada di pusat peta


Gambar 2b. Peta datar yang menggambarkan jarak sebenarnya
lokasi di bumi dengan Ka'bah di pusat peta (sumber: Wikipedia)


Gambar 2c. Peta datar yang menggambarkan jarak sebenarnya lokasi
di bumi dengan Ka'bah di pusat peta (sumber: NASA: Global Map Projector)

 


Gambar 3a. Peta proyeksi azimuth dengan Kutub Utara pada pusatnya (dari S.K. Abdali)


Gambar 3b. Peta proyeksi azimuth dengan Kutub Utara pada pusatnya
(sumber: NASA: Global Map Projector)

Kelompok Tenggara (South-East)


Gambar 4. Peta arah kiblat (Kabah) diambil dari Hamidullah 'Pelerinage a La Mecque' (hal. 104-105)


Gambar 5. Peta datar bumi yang biasanya digunakan untuk menentukan arah Kiblat

Catatan

Dalam penentuan arah kiblat, sebenarnya beberapa lokasi di belahan bumi utara dekat dengan Kutub Utara akan mengalami kasus serupa dengan Amerika Utara. Oleh karena itu jika ingin visualisasi arah kiblat sebaiknya digunakan bola bumi (globe), karena lebih mendekati kenyataan. Namun demikian penjelasan dalam bidang datar dapat pula dilakukan dengan menggunakan peta jarak-sama berpusat Ka'bah seperti disajikan kembali di bawah ini.


Gambar 6. Peta datar yang menggambarkan jarak sebenarnya lokasi
di bumi dengan Ka'bah di pusat peta (sumber: S.K. Abdali)

Pada Gambar 6, dari Amerika Utara (misalkan: Washington dan Los Angeles) maupun Jepang jika ditarik garis lurus ke kota Mekkah (Ka'bah), maka garis tersebut akan menuju arah Utara terlebih dahulu baru kemudian menuju Selatan. Pada Gambar 6, titik yang diberi tanda N, merupakan titik paling utara dari lintasan garis arah Ka'bah dari Amerika Utara maupun Jepang.

Distorsi pada peta

Setiap peta yang digambar pada bidang gambar yang datar akan mengalami distorsi karena bumi berbentuk bola. Banyak cara untuk menggambarkan bola bumi ke bidang gambar yang datar. Cara tersebut dapat diikuti pada artikel di sini.

Acuan