LEMBAGA PENERBANGAN DAN ANTARIKSA NASIONAL (LAPAN)
PUSAT PEMANFAATAN SAINS ANTARIKSA

Jalan Dr. Djundjunan 133, Bandung 40173,
Telepon 022 - 601 - 2602, Fax 022 - 601 - 4998


25 Februari 2003

Nomor : B/227/II/2003
Lampiran : Satu berkas
Hal : Agenda 1424 H Mencari Titik Temu 

Kepada
Yth. Pimpinan Ormas Islam
Pelaksana Hisab Rukyat
Di Indonesia

Sebagai lembaga penelitian antariksa, Pusat Pemanfaatan Sains Antariksa LAPAN Bandung telah memiliki komitmen dalamm visi dan misinya untuk memberikan layanan informasi keantariksaan bagi masyarakat, salah satunya dalam bentuk "Layanan Informasi Aplikasi Astronomi bagi Masyarakat". Masalah perbedaan penentuan awal Ramadhan, Idul Fitri, dan Idul Adha yang sering membingungkan masyarakat dan berpotensi meresahkan masyarakat merupakan salah satu masalah yang kami upayakan penyelesaiannya.

Kami menyadari masalah perbedaan interpretasi hukum antara hisab dan rukyat, di luar kewenangan kami peneliti antariksa. Namun, dari analisis perkembangan dalam sepuluh tahun terakhir, kami menyimpulkan justru masalah perbedaan interpretasi hukum tersebut bukan lagi sumber pokok perbedaan, melainkan perbedaan kriteria visibilitas hilal atau imkanur rukyat. Kriteria imkanur rukyat sendiri sebenarnya merupakan titik temu antara penganut hisab dan penganut rukyat. Metode boleh berbeda, tetapi bila kriterianya sama, insya Allah keputusannya akan sama.

Karena masalah kriteria lebih banyak masalah interpretasi astronomis (yang bisa berubah sejalan dengan perkembangan iptek) atas pemahaman "hilal", maka LAPAN Bandung bersama dengan lembaga-lembaga astronomi lainnya (Observatorium Bosscha, Departeman Astronomi ITB, dan Planetarium Jakarta) bersedia menjadi mediator dalam mengkaji ulang kriteria untuk mendapatkan kriteria baru yang bisa disepakati bersama oleh semua ormas Islam.

Departemen Agama RI pun dalam pertemuan Badan Hisab Rukyat telah bersedia menjadi fasilitator mencari titik temu tersebut.

Surat ini dimaksudkan untuk membangkitkan kesadaran bersama semua ormas Islam dan instansi-instansi terkait untuk bersedia mengkaji ulang kriteria yang telah ditetapkan demi mencapai titik temu nasional. Upaya kajian lintas ormas yang telah atau akan dilakukan oleh berbagai pihak yang peduli dengan masalah ini diharapkan bukan sekadar penyataan pribadi wakil ormas tetapi merupakan cerminan suara ormas. Artinya, suatu kesepakatan hendaknya bisa menjadi masukan bagi masing-masing ormas untuk ditindaklanjuti.

Sebagai masukkan awal, kami lampirkan dua tulisan (http://media.isnet.org/isnet/Djamal/: "Menyatukan Dua Idul Fitri" dan "Menyatukan Hari Besar Islam") untuk menjadi bahan kajian intern di masing-masing ormas. Apa pun pro-kontra yang terjadi diharapkan bisa didokumentasikan untuk menjadi bahan kajian bersama lintas ormas, baik yang akan difasilitasi oleh Depag RI maupun oleh instansi atau lembaga lainnya. Tinjauan astronomis yang jernih yang terlepas dari fanatisme pendapat sebelumnya, diharapkan akan mendapatkan titik temu kriteria visibilitas hilal atau imkanur rukyat yang baru yang dapat digunakan baik oleh kalangan hisab maupun rukyat.

Tentunya kita semua tidak menutup mata dan telinga akan kehendak masyarakat awam untuk mendapatkan ketenangan dalam beribadah yang waktunya tidak membingungkan. Tentunya kita pun tidak menghendaki bila hanya masyarakat yang dituntut untuk bisa saling menghargai, sedangkan para tokoh ormasnya tetap bangga (sadar atau tak sadar) dengan keputusan organisasi yang telah diambil dalam muktamar atau rapat pimpinannya tanpa upaya untuk mencari titik temu. Menyambut tahun baru 1424 Hijriyah dengan tekad bersama mencari titik temu, kami berharap adanya keterbukaan semua ormas Islam untuk mengkaji ulang kritria penentuan awal bulan qamariyah. Kami siap memberikan masukan kepada semua ormas Islam.

Atas perhatian dan kerja sama yang baik saya ucapkan terima kasih. 

Kepala Bidang Matahari dan Antariksa
LAPAN Bandung,
Dr. T. Djamaluddin 

Tembusan disampaikan kepada
Yth. Menteri Agama RI
Yth. Kepala LAPAN
Yth. Deputi Sains, Pengkajian, dan Informasi Kedirgantaraan, LAPAN
Yth. Direktur Bina Peradilan Agama, Depag RI
Yth. Ketua Majelis Ulama Indonesia
Yth. Kepala Observatoarium Bosscha
Yth. Ketua Departemen Astronomi ITB
Yth. Kepala Planetarium Jakarta
Yth. Kepala Pusat Pemanfaatan Sains Antariksa LAPAN
Yth. Kepala Biro Humas dan Kerjasama Kedirgantaraan LAPAN
Pers


 T. Djamaluddin adalah peneliti bidang matahari & lingkungan antariksa, Lapan, Bandung.
 
Indeks artikel kelompok ini | Tentang Pengarang | Disclaimer
ISNET Homepage | MEDIA Homepage | Program Kerja | Koleksi | Anggota

Dirancang oleh MEDIA, 1997-2002.
Hak cipta © dicadangkan.