|
|
17. BAGAIMANA ALLAH SWT. BISA
TERHIJAB?
- "Bagaimana bisa dibayangkan bahwa Allah Swt.
terhijab oleh sesuatu, padahal Dia-lah yang menampakkan
segala sesuatu?
- Bagaimana bisa dibayangkan bahwa Dia terhijab oleh
sesuatu, padahal Dia tampak di segala sesuatu?
- Bagaimana bisa dibayangkan bahwa Dia terhijab oleh
sesuatu, padahal Dia tampak dalam segala
sesuatu?
- Bagaimana bisa dibayangkan bahwa Dia terhijab oleh
sesuatu, padahal Dia tampak untuk segala
sesuatu?
- Bagaimana bisa dibayangkan bahwa Dia terhijab oleh
sesuatu, padahal Dia telah tampak sebelum segala
sesuatu?
- Bagaimana bisa dibayangkan bahwa Dia terhijab oleh
segala sesuatu, padahal Dia lebih tampak dari segala
sesuatu?
- Bagaimana bisa dibayangkan bahwa Dia terhijab oleh
sesuatu, padahal Dia adalah Dzat yang Maha Esa dan tidak
sesuatu pun yang bersama-Nya?
- Bagaimana bisa dibayangkan bahwa Dia terhijab oleh
sesuatu, padahal Dia lebih dekat kepadamu dari segala
sesuatu?
- Bagaimana bisa dibayangkan bahwa Dia terhijab oleh
sesuatu, padahal jikalau bukan karena-Nya maka tidak akan
ada segala sesuatu? Sungguh menakjubkan, bagaimana wujud
itu bis a ada di dalam ketiadaan?
- Bagaimana sesuatu yang baru itu bisa menetap
bersama sesuatu yang memiliki sifat Maha
Terdahulu?"
Bagaimana akal sehat bisa membayangkan bahwa Allah Swt.
yang menciptakan segala sesuatu bisa dihalangi oleh makhluk
yang diciptakan-Nya? Ini adalah sebuah kemustahilan yang
tidak mungkin dapat diyakini dan dipercayai, kecuali oleh
orang-orang yang mengalami masalah otak. Sedangkan
orang-orang yang berakal sehat maka mereka tidak akan pernah
mempercayainya.
Bagaimana akal sehat akan membayangkan bahwa Dia akan
terhijab oleh segala sesuatu yang justru menampakkan
kekuasaan-Nya? Dia ada di segala sesuatu, di dalamnya, dan
untuknya, yaitu sifat-sifat-Nya yang menunjukkan jati
diri-Nya. Jikalau Anda melihat ibu yang mengasihi
anak-anaknya dan sangat menyayanginya, maka ketahuilah bahwa
kasih sayang-Nya melebihi semua itu. Jikalau Anda melihat
seorang yang dermawan dan mengeluarkan bagian hartanya tanpa
berpikir panjang, maka ketahuilah bahwa Dia lebih dermawan
daripada orang itu.
Bagaimana akal sehat akan membayangkan bahwa Dia akan
terhijab oleh sesuatu, padahal Dia adalah Dzat yang ada
pertama kali, dan tidak ada sesuatu pun sebelum-Nya. Dia
adalah yang pertama dan terakhir. Semua kekuasaan dan
kehendak berada di tangan-Nya. Jikalau Dia menginginkan
sesuatu maka Dia cukup mengatakan, "Terjadilah," maka ia
akan terjadi.
Bagaimana akal sehat akan membayangkan bahwa Dia akan
terhijab oleh sesuatu, padahal Dia adalah Dzat yang Maha
Kuasa terhadap segala sesuatu? Coba Anda sebutkan satu per
satu makhluk yang ada di semesta ini, tentu tidak ada satu
pun makhluk yang mampu melampaui kekuasaan-Nya. Bagaimana
mungkin seorang makhluk mampu melampaui kekuasaan
Khaliq-Nya? Tidak ada akal sehat yang mampu menerima
pernyataan ini.
Bagaimana mungkin akal sehat akan membayangkan bahwa Dia
akan terhijab oleh sesuatu, padahal Dia adalah Dzat yang
Maha Esa? Dia adalah Tunggal, dan tidak ada seorang pun yang
bersama-Nya. Dia tidak memiliki anak, dan tidak pula
diperanakkan, serta tidak ada seorang pun yang sepadan
dengan-Nya. Ini sangat berbeda sekali dengan keyakinan
orang-orang Nasrani, yang mengatakan bahwa Tuhan itu tiga
dalam satu: Tuhan Ayah, Tuhan Ibu, dan Tuhan Anak. Ini
adalah pemikiran kacau yang sulit dipahami, bahkan tidak
mungkin diterima oleh logika.
Bagaimana mungkin akal sehat akan membayangkan bahwa Dia
akan terhijab oleh sesuatu, padahal Dia lebih dekat kepada
hamba dan makhluk-Nya daripada segala sesuatu. Dia selalu
mengawasi setiap waktu. Dia tahu segala sesuatu yang
dikerjakan oleh makhluk-Nya. Dia bisa melihat sesuatu yang
dilakukan oleh semut hitam di kegelapan malam, bahkan
mengetahui debu kecil yang beterbangan dihembus oleh angin.
Intinya, Dia bisa melihat apa pun yang terjadi di alam
semesta ini, sehingga Dia tidak mungkin terhijab oleh
sesuatu yang berada di bahwa kuasa-Nya.
Bagaimana mungkin akal sehat akan membayangkan bahwa Dia
akan terhijab oleh sesuatu, padahal jikalau bukan karena
diri-Nya maka sesuatu tidak ada? Bagaimana Dia akan terhijab
oleh makhluk, padahal makhluk itu adalah ciptaan-Nya?
Bagaimana mungkin Dia akan terhijab oleh setan, padahal
setan itu adalah makhluk-Nya yang berada di bawah
kekuasaan-Nya. Jikalau Dia mengatakan, "Mati," maka semuanya
akan mati.
Sungguh menakjubkan. Bagaimana mungkin sesuatu yang
awalnya tidak ada, kemudian diciptakan, lalu ia bisa
menempati posisi Dzat yang Maha berdiri sendiri dan Maha
Awal? dan, bagaimana mungkin sesuatu yang baru bisa
disandingkan dengan sesuatu yang bersifat qidam? Ini adalah
sebuah kemustahilan yang nyata.
Ingatlah, bahwa wujud yang sebenarnya adalah wujud Allah
Swt. Sedangkan Anda dan seluruh makhluk-Nya adalah sesuatu
yang diciptakan dan berada di bawah genggaman-Nya. Wujud
Anda sama dengan ketiadaan. Anda tidak memiliki kuasa apa
pun. Kalaupun Anda seorang raja atau penguasa maka kekuasaan
Anda hanyalah pinjaman belaka, dan berhak diambil oleh
pemilik-Nya suatu hari nanti; sebagaimana halnya nyawa yang
berada di dalam diri Anda.
|