|
|
21. KONSENTRASI TERHADAP TUJUAN
- "Tidaklah semangat seorang salik (ahli ibadah)
untuk ingin berhenti ketika dibukakan baginya (hal gaib),
kecuali seruan hakikat berkata kepadanya, 'Yang engkau
cari berada di hadapanmu.' Dan, tidaklah ketika terlihat
fenomena-fenomena indah di hadapannya, kecuali hakikat
berkata kepadanya, 'Kami hanyalah fitnah, maka janganlah
engkau kufur.'"
Ketika seorang ahli ibadah mampu mengetahui dan memahami
rahasia-rahasia di balik sebuah kejadian, maka hendaklah
semangatnya tidak melemah dan merasa telah mencapai sesuatu
yang menjadi tujuan. Tidak, sama sekali tidak. Ia belum
mencapai tujuan itu. Ketika ia merasa sudah sampai di
finish, maka hakikat akan memanggil dan menyerbunya bahwa
tujuannya masih jauh di depan dan harus terus
ditempuhnya.
Ingatlah bahwa jalan menuju Allah Swt. adalah panjang dan
tidak akan pernah ada habisnya. Selama nyawa masih dikandung
badan dan napas masih berhembus, maka seorang hamba harus
terus berusaha dan berlari menghampiri tujuannya. Jikalau ia
sudah mencapai tingkat hikmah maka itu hanyalah tahapan
perjalanan, belum sampai pada ujungnya.
Berapa banyak Anda saksikan fenomena di masyarakat,
ketika seorang ahli ibadah tertipu oleh ibadahnya sendiri.
Ketika ia mampu melakukan sesuatu yang luar biasa maka ia
takjub dan merasa telah mencapai maqam tertinggi. Tidak,
sebenarnya tidak. Bisa jadi, ia telah ditipu oleh setan
sehingga takjub dengan diri sendiri, dan merasa sudah tidak
membutuhkan ibadah lagi kepada-Nya.
Janganlah Anda takjub melihat seseorang yang bisa
melakukan perkara luar biasa, sampai Anda benar-benar
menyaksikan ibadahnya, kedekatannya kepada Allah Swt., dan
kesesuaian antara amalan yang dilakukan dengan tuntunan
Rasulullah Saw.
Al-Alusi berkata, 'Jikalau engkau melihat seseorang yang
mampu terbang di udara dan berjalan di atas air, maka
janganlah takjub dulu, sampai engkau melihat
amalan-amalannya."
Jikalau Anda mendapatkan kenikmatan dunia - baik wanita,
jabatan, kemewahan, dan lain sebagainya - maka janganlah
terlena
atas semua itu. Semua yang Anda dapatkan itu sama sekali
bukan untuk dijadikan serikat/sekutu bagi Tuhan. Semua itu
hanyalah makhluk dan perhiasan belaka. Jikalau tidak
hati-hati maka Anda akan terlena dan larut dalam kefanaan.
Sehingga, Anda melupakan ibadah kepada-Nya, bahkan menjauh
sejauh-jauhnya.
Na'udzubillah min dzalik.
|
|
|
(sebelum,
sesudah)
KITAB AL-HIKAM DAN PENJELASANNYA
Diterjemahkan dari Kitab Al-Hikam Karya Syekh
Ibnu 'Athaillah as-Sakandari
Penyusun dan Penerjemah: D.A. Pakih Sati, Lc.
Editor: Rusdianto
Tata Sampul: Zizi
Tata Isi: Bambang
Pracetak: Wardi
Cetakan Pertama, September 2017
Penerbit: Noktah
Sampangan Gg. Perkutut No.325-B
Jl. Wonosari, Baturetno
Banguntapan Yogyakarta
Telp: (0274) 4353776, 081804374879
Fax: (0274) 4353776
E-mail: redaksi_divapress@yahoo.com,
sekred.divapress@gmail.com
Blog: www.blogdivapress.com
Website: www.divapress-online.com
Indeks Islam |
Indeks Sufi | Indeks
Artikel | Tentang
Penulis
ISNET Homepage |
MEDIA Homepage | Program
Kerja | Koleksi |
Anggota
Please direct any suggestion to
Media
Team
|