44. MENUJU ALLAH SWT.
- "Janganlah berjalan dari suatu alam ke alam
lainnya, sehingga engkau seperti keledai yang
berputar-putar di tempat penggilingannya: Tempat
tujuannya adalah tempat memulainya berjalan. Akan tetapi,
berjalanlah dari alam semesta menuju Penciptanya. Kepada
Tuhanmu-lah segala sesuatu berakhir. Perhatikanlah sabda
Rasulullah Saw., 'Barang siapa yang hijrahnya menuju
Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya kepada Allah dan
Rasul-Nya. Barang siapa yang hijrahnya untuk dunia yang
diinginkannya atau perempuan yang akan dinikahinya, maka
hijrahnya sesuai dengan niatnya.' Pahmilah sabda
Rasulullah Saw., dan renungilah perkara ini jikalau
engkau mampu memahaminya."
Janganlah Anda hanya berputar-putar dari suatu alam ke
alam lainnya, layaknya keledai di tempat penggilingan. Ia
hanya bisa berjalan dan berputar di satu poros. Tempat
memulainya berjalan merupakan tempat berakhirnya
perjalanannya pula. Akan tetapi, berjalanlah dari alam
semesta yang fana ini menuju Allah Swt.
Segala sesuatu yang ada di dunia ini - baik harta, alam
semesta, rumah, dan lain sebagainya - semua itu hanyalah
fatamorgana belaka. Jikalau Anda menjadikannya sebagai
tujuan maka Anda akan merugi. Jadikanlah diri-Nya sebagai
tujuan, sebab Dia adalah Dzat yang Maha Kuasa. Jikalau Anda
menjadikan-Nya sebagai tujuan maka Anda akan mendapatkan
dunia dan akhirat. Namun, jikalau Anda hanya menjadikan
dunia dan seisinya sebagai tujuan maka Anda akan
kehilangan-Nya. Wujud yang hakiki adalah wujud-Nya, yang
tidak akan pernah lekang dimakan zaman dan tidak akan pernah
disentuh kebinasaan.
Cobalah Anda perhatikan sabda Rasulullah Saw.
berikut:
"Barang siapa yang hijrahnya untuk Allah Swt. dan
Rasul-Nya, maka hijrahnya adalah untuk Allah Swt. dan
Rasul-Nya."
Maksudnya, jikalau Anda berjalan atau apa pun yang Anda
kerjakan untuk Allah Swt. dan Rasul-Nya, maka Anda akan
mendapatkan sesuatu yang Anda niatkan. Anda akan mendapatkan
keberkahan dari-Nya. Jikalau hidup sudah berkah maka apa pun
yang Anda kerjakan tidak akan pernah sia-sia. Ibarat padi,
maka tanaman yang Anda semai tidak akan pernah mengalami
gagal panen. Perintah-Nya yang terdapat dalam al-Qur'an
al-Karim, dan tuntunan Rasul-Nya yang terdapat dalam sunnah
adalah panduan utama seorang muslim dalam menjalani
kehidupan di dunia ini.
Sebaliknya, barang siapa yang hijrahnya hanyalah
semata-mata ingin mendapatkan tujuan-tujuan duniawi, maka ia
akan mendapatkan sesuatu yang diinginkannya. Dalam kehidupan
sehari-hari, kita sering menyaksikan sosok yang menjadikan
dunia sebagai tujuan hidup. Ada orang yang mengajar dengan
sesuatu yang tujuan mendapatkan gaji belaka. Ada juga orang
yang berbuat baik semata untuk mendapatkan upah. Dan, banyak
lagi perbuatan lainnya yang dilakukan seseorang dengan
semata-mata mengharap sekeping uang.
Tidak terlintas dalam pikiran mereka bahwa kehidupan
dunia ini hanyalah sementara. Segala sesuatu yang ada pasti
akan sirna. Tubuh yang kuat akan lemah. Gigi yang bagus akan
rontok. Rambut yang hitam akan memutih. Tenaga yang kuat
akan melemah.
Tidak ada jalan lain jikalau kita ingin kebahagiaan
sejati, kecuali kita harus mengikuti tuntunan-Nya dan
Rasul-Nya. Hendaklah kita menjadikan ridha-Nya sebagai
tujuan. Jangan sampai niat kita tercemar oleh unsur-unsur
yang justru akan melemahkan.
|