53. AMAL YANG PALING LAYAK
DITERIMA
- "Tidak ada amalan yang lebih bisa diharapkan hati
daripada amalan yang tidak engkau sadari dan dianggap
remeh."
Sama halnya dengan manusia, hati itu juga membutuhkan
asupan agar ia bisa hidup. Ia membutuhkan cahaya agar bisa
terang dan jauh dari kegelapan. Ia harus dibersihkan dari
segala jenis maksiat dan kotoran, agar kacanya jernih dan
mampu menangkap cahaya Ilahi. Ia membutuhkan dorongan agar
bisa naik dari jurang yang dalam menunjuk puncak
kemuliaan.
Di antara asupan utama hati adalah amalan yang Anda tidak
sadari dan dianggap remeh. di dalam hati, Anda menyadari
sepenuhnya bahwa semua amalan yang Anda lakukan adalah
kehendak-Nya. Jikalau Anda mengerjakan shalat maka itu
adalah kehendak-Nya. Jikalau Anda berpuasa maka itu adalah
atas kehendak-Nya. Jikalau Dia menginginkan Anda malas dan
lalai maka Anda akan mengalami sesuatu yang diinginkan-Nya,
hanya saja Dia selalu menginginkan kebaikan bagi para
hamba-Nya.
Anda juga menyadari bahwa walaupun semua manusia yang ada
di dunia melakukan amal-amal kebaikan yang banyak, maka itu
tidak akan menambah kedudukan dan kemuliaan-Nya. Dia adalah
Tuhan yang berdiri sendiri dan tidak membutuhkan orang lain,
bahkan Andalah yang membutuhkan-Nya.
Siapakah diri Anda sehingga membanggakan amalan di
hadapan-Nya? Anda hanyalah manusia biasa dan makhluk hina
yang tidak ada artinya di hadapan-Nya. Sebanyak apa pun
amalan yang Anda lakukan selama di dunia ini, maka sama
sekali tidak sepadan dengan sayap nyamuk di hadapan-Nya.
Tidak. Sama sekali Tidak.
Berapa banyak nikmat-Nya yang telah diberikan kepada
Anda? Anda diberikan udara yang banyak untuk bernapas.
Diberikan kesehatan untuk bekerja dan menikmati hasilnya.
Diberikan rezeki yang tidak terhingga. Jikalau semua itu
dibandingkan dengan amalan Anda, maka berapakah besar
perbandingannya? Mungkin, tidak sampai sepersepuluhnya,
bahkan jauh di bawahnya.
Oleh karena itu, jangan pernah membanggakan amalan, dan
jangan takjub dengannya. Semua itu hanyalah kewajiban yang
harus Anda tunaikan. Kerjakanlah sesuatu yang
diperintahkan-Nya, dan jauhilah semua yang dilarang-Nya.
Mengenai hasil, itu adalah hak-Nya yang tidak bisa diganggu
gugat oleh siapa pun.
|