Al-Hikam dan Penjelasannya

Syekh Ibnu 'Athaillah as Sakandari

Indeks Islam | Indeks Sufi | Indeks Artikel | Tentang Penulis


ISNET Homepage | MEDIA Homepage | Program Kerja | Koleksi | Anggota

 

53. AMAL YANG PALING LAYAK DITERIMA

"Tidak ada amalan yang lebih bisa diharapkan hati daripada amalan yang tidak engkau sadari dan dianggap remeh."

Sama halnya dengan manusia, hati itu juga membutuhkan asupan agar ia bisa hidup. Ia membutuhkan cahaya agar bisa terang dan jauh dari kegelapan. Ia harus dibersihkan dari segala jenis maksiat dan kotoran, agar kacanya jernih dan mampu menangkap cahaya Ilahi. Ia membutuhkan dorongan agar bisa naik dari jurang yang dalam menunjuk puncak kemuliaan.

Di antara asupan utama hati adalah amalan yang Anda tidak sadari dan dianggap remeh. di dalam hati, Anda menyadari sepenuhnya bahwa semua amalan yang Anda lakukan adalah kehendak-Nya. Jikalau Anda mengerjakan shalat maka itu adalah kehendak-Nya. Jikalau Anda berpuasa maka itu adalah atas kehendak-Nya. Jikalau Dia menginginkan Anda malas dan lalai maka Anda akan mengalami sesuatu yang diinginkan-Nya, hanya saja Dia selalu menginginkan kebaikan bagi para hamba-Nya.

Anda juga menyadari bahwa walaupun semua manusia yang ada di dunia melakukan amal-amal kebaikan yang banyak, maka itu tidak akan menambah kedudukan dan kemuliaan-Nya. Dia adalah Tuhan yang berdiri sendiri dan tidak membutuhkan orang lain, bahkan Andalah yang membutuhkan-Nya.

Siapakah diri Anda sehingga membanggakan amalan di hadapan-Nya? Anda hanyalah manusia biasa dan makhluk hina yang tidak ada artinya di hadapan-Nya. Sebanyak apa pun amalan yang Anda lakukan selama di dunia ini, maka sama sekali tidak sepadan dengan sayap nyamuk di hadapan-Nya. Tidak. Sama sekali Tidak.

Berapa banyak nikmat-Nya yang telah diberikan kepada Anda? Anda diberikan udara yang banyak untuk bernapas. Diberikan kesehatan untuk bekerja dan menikmati hasilnya. Diberikan rezeki yang tidak terhingga. Jikalau semua itu dibandingkan dengan amalan Anda, maka berapakah besar perbandingannya? Mungkin, tidak sampai sepersepuluhnya, bahkan jauh di bawahnya.

Oleh karena itu, jangan pernah membanggakan amalan, dan jangan takjub dengannya. Semua itu hanyalah kewajiban yang harus Anda tunaikan. Kerjakanlah sesuatu yang diperintahkan-Nya, dan jauhilah semua yang dilarang-Nya. Mengenai hasil, itu adalah hak-Nya yang tidak bisa diganggu gugat oleh siapa pun.

(sebelum, sesudah)


KITAB AL-HIKAM DAN PENJELASANNYA
Diterjemahkan dari Kitab Al-Hikam Karya Syekh Ibnu 'Athaillah as-Sakandari

Penyusun dan Penerjemah: D.A. Pakih Sati, Lc.
Editor: Rusdianto
Tata Sampul: Zizi
Tata Isi: Bambang
Pracetak: Wardi

Cetakan Pertama, September 2017

Penerbit: Noktah
Sampangan Gg. Perkutut No.325-B
Jl. Wonosari, Baturetno
Banguntapan Yogyakarta
Telp: (0274) 4353776, 081804374879
Fax: (0274) 4353776
E-mail: redaksi_divapress@yahoo.com, sekred.divapress@gmail.com
Blog: www.blogdivapress.com
Website: www.divapress-online.com

Indeks Islam | Indeks Sufi | Indeks Artikel | Tentang Penulis
ISNET Homepage | MEDIA Homepage | Program Kerja | Koleksi | Anggota

Please direct any suggestion to Media Team