71. TANDA KEBODOHAN
- "Jikalau engkau melihat seseorang yang menjawab
setiap pertanyaan yang diungkapkan kepadanya, menjawab
segala sesuatu yang dilihatnya, dan menyebutkan semua
yang diketahuinya, maka itu adalah bukti
kebodohannya."
Jikalau Anda melihat seseorang menjawab setiap pertanyaan
yang ditujukan kepadanya, maka ketahuilah bahwa itu adalah
tanda kebodohannya. Tidak mungkin seorang manusia mengetahui
segala sesuatu. Sebab, terkadang seseorang malu terhadap
orang banyak jikalau menjawab pertanyaan dengan kata-kata
"Tidak tahu."
Bagaimanapun, hanya Allah Swt. Dzat yang Maha Mengetahui.
Coba Anda bayangkan, ketika Imam Malik didatangi oleh
seorang penduduk Baghdad untuk menanyakan empat puluh
permasalahan. Saat itu, beliau hanya mampu menjawab tiga
pertanyaan, sedangkan pertanyaan lainnya tidak bisa dijawab.
Orang yang bertanya tersebut sempat marah karena ia
jauh-jauh datang dari Baghdad dengan membawa empat puluh
permasalahan penting yang ditunggu jawabannya oleh kaumnya.
Namun, jawaban yang diberikan Imam Malik hanya "Tidak tahu"
belaka. Imam Malik menjawab pertanyaannya seraya berkata,
"Pulanglah kepada kaummu, dan katakan bahwa Imam Malik tidak
mengetahui jawabannya."
Bayangkan, bagaimana seorang Imam Malik menunjukkan
kelemahannya di hadapan manusia. Jikalau tidak tahu maka ia
akan mengatakan tidak tahu. Jikalau tahu maka ia akan
menjawabnya dengan gamblang. Dan, sekarang, bandingkan
dengan diri kita. Apakah kita sudah mampu menyamai keilmuan
Imam Malik ataupun imam-imam lainnya? Saya yakin, kita tidak
mampu menyamai.
Begitu juga halnya jikalau Anda melihat seseorang
mengungkapkan semua yang dilihat. Maka, semua itu adakah
tanda dari kebodohannya. Sebagaimana Anda ketahui, segala
sesuatu itu tidak bisa dibahasakan dengan lisan secara
keseluruhan karena memiliki kehebatan dan kedahsyatan
tersendiri. Misalnya, ketika Anda melihat Allah Swt. di
akhirat kelak, Anda tidak akan mampu menggambarkannya dengan
kata-kata, karena tidak ada kata-kata yang sesuai untuk
menggambarkan-Nya.
Seseorang yang selalu mengungkapkan sesuatu yang
diketahui maka itu juga merupakan tanda kebodohan. Tidak
semua orang layak menerima sesuatu yang kita ketahui.
Lihatlah terlebih dahulu kemampuan akal dan pemahamannya.
Bisa jadi, sesuatu yang Anda sampaikan tidak layak diterima
oleh seseorang, sehingga justru akan menjadi fitnah.
Ali bin Abi Thalib Ra. berkata, "Berbicaralah dengan
manusia sesuai dengan kadar akal mereka."
Berbicaralah dengan orang awam tentang masalah-masalah
yang sederhana dan mudah dipahami. Jikalau Anda bicara
dengan mahasiswa atau intelektual, tentu mereka bisa
memahami kata-kata berat yang Anda sampaikan, karena mereka
sudah terbiasa menghadapi kata-kata tersebut.
Orang yang pintar selalu berpikir terlebih dahulu sebelum
mengungkapkan isi kepalanya. Ia melihat keadaan di
sekitarnya, keadaan orang yang akan diajaknya berbicara. Itu
adalah hikmah dan kebijaksanaan dalam pengajaran.
|