109. KEAGUNGAN RUBUBIYAH YANG
NYATA
- "Maha Suci Dzat yang menutupi rahasia keistimewaan
(wali-Nya) dengan sifat-sifat manusiawinya, kemudian
memunculkan keagungan rububiyah-Nya dengan menampakkan
ubudiyah para hamba-Nya."
Cobalah Anda perhatikan di sekeliling Anda. Tidaklah Anda
melihat sekelompok manusia yang dikhususkan oleh Allah Swt.
untuk menerima berbagai karunia dan nikmat-Nya? Bagaimana
pula sebagian lainnya harus rela menerima berbagai musibah
dan ujian-Nya? Semua itu tidak lain hanyalah efek dari
ketaatan masing-masing pribadi, dan keingkaran kepada Dzat
yang Maha Kuasa.
Dalam ruang lingkup tertentu, Allah Swt. memberikan
kebahagiaan jiwa dan ketenangan hati kepada orang-orang yang
beriman, walaupun harta mereka minim bahkan miskin. Namun,
tidak jarang juga Anda menemukan orang yang kaya lagi
shalih. Sebaliknya, Dia memberikan kesempitan jiwa dan
pikiran kepada orang-orang yang ingkar kepada-Nya, walaupun
harta mereka melimpah ruah. Namun, ada juga di antara mereka
yang harus menjalani hidup dalam keadaan
menderita dan papa. Itulah hak Allah Swt. yang tidak
boleh diintervensi oleh siapa pun.
Akan tetapi, Allah Swt. menutupi semua itu dengan
sifatsifat manusiawi yang ada pada diri mereka.
Cobalah Anda perhatikan, apakah perbedaan antara Nabi Musa
As. dengan Fir'aun?! Bukankah keduanya sama-sama
manusia?!
Yah, jikalau Anda melihat bentuk luarnya, keduanya sama
dan tidak ada perbedaan sama sekali. Akan tetapi, jikalau
Anda melihat sesuatu yang ada di dalamnya, maka Anda akan
mendapatkan perbedaan yang besar. Satunya beriman dan
menjalankan semua perintah-Nya, dan satunya lagi kafir dan
mengingkari semua perintah-Nya.
Allah adalah Dzat yang Maha Agung dan Maha Mulia. Anda
bisa mengenali-Nya dengan banyaknya orang yang
menyembah-Nya. Bukankah Dia adalah Dzat yang Maha Pencipta
dan Tiada sekutu bagi-Nya? Setiap ibadah yang dilakukan oleh
makhluk kepada-Nya, baik hembusan angin, kicauan burung,
deru ombak, dan lain sebagainya, semua itu menunjukkan
kemahabesaran-Nya.
|