Al-Hikam dan Penjelasannya

Syekh Ibnu 'Athaillah as Sakandari

Indeks Islam | Indeks Sufi | Indeks Artikel | Tentang Penulis


ISNET Homepage | MEDIA Homepage | Program Kerja | Koleksi | Anggota

 

135. BENTUK PENJAGAAN ALLAH SWT.

"Tirai Allah Swt. itu ada dua. Pertama, tirai yang menghalangi dari maksiat. Kedua, tirai ketika melakukan maksiat. Orang-orang awam memohon kepada-Nya untuk dilindungi dari maksiat karena takut kedudukan mereka jatuh di hadapan manusia. Sedangkan orang-orang khusus memohon kepada-Nya untuk dilindungi dari maksiat karena takut jatuh kedudukan mereka di hadapan-Nya."

Secara umum, penjagaan Allah Swt. terhadap para hamba-Nya ada dua bentuk. Berikut kedua bentuk tersebut.

Pertama, penjagaan dari maksiat. Allah Swt. menjaga para hamba-Nya agar tidak terjerumus ke dalam kemaksiatan. Misalnya, Anda sedang sangat lapar, namun belum sampai pada tingkatan darurat. Ketika Anda sedang jalan-jalan, Anda melihat sebungkus nasi lengkap dengan lauk-pauknya. Jikalau Anda mengambilnya maka Anda dianggap mencuri, sebab itu adalah hak orang lain, bukan milik Anda. Jikalau tidak diambil maka perut Anda akan terus keroncongan.

Pertanyaannya, bagaimanakah cara Allah Swt. menjaga hamba-Nya dalam keadaan seperti ini?

Bisa jadi, Allah Swt. mengilhamkan ke dalam hati hamba tersebut agar mengingat dosa dari perbuatan maksiat yang akan dilakukan. Panasnya api neraka lebih dahsyat daripada rasa lapar yang sedang dirasakannya saat ini. atau, bisa juga Dia menghadirkan pemiliknya, kemudian menawarinya ikut makan bersama pemilik nasi tersebut, atau memberikan makanan itu kepadanya. Pastinya, Dia akan memberikan jalan kepada hamba tersebut agar bebas dari maksiat dan tidak masuk ke dalam lingkarannya.

Kedua, penjagaan dalam perbuatan maksiat. Ketika Anda melakukan perbuatan maksiat maka Allah Swt. akan menjaga Anda dengan tidak menyebarkan aib Anda di hadapan khalayak ramai. Dalam kehidupan sehari-hari, berapa banyak maksiat yang Anda lakukan, terutama secara sembunyi-sembunyi. Tidak ada yang mengetahuinya, kecuali Allah Swt. dan Anda. Bahkan, maksiat yang Anda lakukan itu, jikalau disebarkan, maka Anda akan merasa sangat malu untuk berjalan atau tampil di muka umum.

Akan tetapi, kasih sayang Allah Swt. selalu dicurahkan kepada para hamba-Nya. Allah Swt. menutupi aib seorang hamba dan tidak menyebarkannya kepada orang lain. Kehormatan Anda tetap terjaga, dan Anda tidak kehilangan harga diri.

Masalahnya, terkadang kita tidak mensyukuri nikmat besar yang diberikan Allah Swt. kepada kita ini. Kita tidak menjadi jera melakukan maksiat. Kita selalu melakukannya lagi dan lagi, seolah-olah kita tidak pernah jera bermaksiat kepada-Nya. Marilah bertaubat dengan sebenar-benarnya, dan menjauhi semua larangan-Nya.

Itulah dua jenis penjagaan yang diberikan oleh Allah Swt. kepada para hamba-Nya. Secara umum, ada perbedaan di kalangan orang awam dan orang khusus dalam menyikapinya. Orang awam meminta kepada Allah Swt. agar dilindungi dari maksiat, sehingga nama baiknya tidak tercoreng di hadapan khalayak dan tidak malu berhadapan dengan mereka. Sedangkan orang khusus, ia meminta kepada Allah Swt. agar dilindungi dari maksiat, sehingga kedudukannya tidak jatuh di hadapan-Nya. Alangkah jauhnya perbedaan kedua kelompok ini.

(sebelum, sesudah)


KITAB AL-HIKAM DAN PENJELASANNYA
Diterjemahkan dari Kitab Al-Hikam Karya Syekh Ibnu 'Athaillah as-Sakandari

Penyusun dan Penerjemah: D.A. Pakih Sati, Lc.
Editor: Rusdianto
Tata Sampul: Zizi
Tata Isi: Bambang
Pracetak: Wardi

Cetakan Pertama, September 2017

Penerbit: Noktah
Sampangan Gg. Perkutut No.325-B
Jl. Wonosari, Baturetno
Banguntapan Yogyakarta
Telp: (0274) 4353776, 081804374879
Fax: (0274) 4353776
E-mail: redaksi_divapress@yahoo.com, sekred.divapress@gmail.com
Blog: www.blogdivapress.com
Website: www.divapress-online.com

Indeks Islam | Indeks Sufi | Indeks Artikel | Tentang Penulis
ISNET Homepage | MEDIA Homepage | Program Kerja | Koleksi | Anggota

Please direct any suggestion to Media Team