|
|
142. TIDAK SEKADAR MELIHAT ALAM
SEMESTA
- "Allah Swt. mengizinkan Anda untuk melihat semua
yang terdapat di alam semesta. Akan tetapi, Dia tidak
menginginkan Anda berhenti sampai di situ saja.
Katakanlah, 'Lihatlah sesuatu yang ada di langit. Dia
membukakan bagi Anda pintu pemahaman, dan tidak
mengatakan, 'Lihatlah langit.' Semua itu dilakukan-Nya
untuk menunjukkan kepada Anda tentang keberadaan benda
langit."
Allah Swt. memberikan izin kepada Anda untuk melihat apa
saja yang ada di dalam alam semesta ini, agar Anda bisa
merenungkannya dan memahami rahasia yang ada di baliknya.
Selain itu, Anda juga bisa menyaksikan kesempurnaan
ciptaan-Nya dan keagungan-Nya dari berbagai peristiwa yang
terjadi. Dalam desiran angin yang bertiup, terdapat
kebesaran Allah Swt. yang mampu mengendalikan angin sesuai
dengan keinginan-Nya. Dalam setiap titik hujan yang turun ke
bumi, terdapat kekuasaan Allah Swt. yang mampu menurun air
dari langit. Dan, masih banyak lagi pelajaran yang bisa
diambil dari alam semesta ini.
Sebenarnya, dalam pemberian izin dari Allah Swt. kepada
Anda untuk melihat segala sesuatu yang ada di alam semesta
ini terdapat hikmah yang besar. Anda tidak boleh hanya
berhenti di situ saja, namun harus merenungkan dan
memikirkan segala sesuatu yang di dunia ini, agar Anda bisa
mencapai makrifat. Jikalau Anda hanya sekadar takjub dan
mengagumi alam semesta, maka hal itu justru akan menjadi
bumerang bagi Anda, yaitu akan menghalangi Anda dari
cahaya-Nya.
Jikalau Anda melihat pemandangan yang indah, jangan hanya
sekedar berdecak kagum, namun ucapkanlah, "Subhaanallah,"
kemudian masukkanlah ke dalam relung-relung hati Anda.
Renungkanlah kemahabesaran Sang Pencipta. Jikalau Anda mampu
melakukan ini maka Anda akan mendapatkan cahaya-Nya, yang
akan .. mengantarkan Anda menuju makrifatNya.
Sebaliknya, jika Anda tidak mampu merenungi dan melihat
kebesaran Allah Swt. yang berada di balik alam semesta ini,
maka hal tersebut akan menghalangi Anda dari cahaya-Nya.
Semakin Anda menikmati dan menemukan ke besaran Allah Swt.
dalam setiap ciptaan-Nya, maka justru Anda akan semakin
dekat kepada cahaya-Nya.
Ingatlah baik-baik, Anda diperintahkan untuk
memperhatikan alam semesta ini agar Anda mampu memahami
kemahabesaran-Nya, mengakui adanya alam gaib, dan mengetahui
keagungan-Nya. Bukan untuk menunjukkan eksistensi-Nya,
karena Allah Swt. adalah Dzat yang Maha Zhahir dan Maha
Besar, yang tidak memerlukan alam semesta ini dan semisalnya
untuk menunjukkan eksistensi-Nya.
Jikalau Anda adalah seseorang yang mampu membaca susunan
huruf maka apa yang akan Anda lakukan jikalau melihat sebuah
kata? Bukankah Anda akan membacanya baik-baik dan berusaha
memahami makna di dalamnya?! Begitulah keadaan orang yang
akan mendapatkan cahaya-Nya.
Sebaliknya, jikalau Anda hanya seseorang yang buta huruf,
maka apa yang akan Anda lakukan saat melihat sebuah kata?
Bukankah Anda hanya sekadar melihat dan menikmati
keindahannya bila tulisan itu indah?! Anda sama sekali tidak
ada hasrat dan keinginan untuk mengetahui makna yang ada di
baliknya.
Itulah yang membedakan antara seorang arif dengan seorang
jahil. Pahamilah baik-baik!!!
|
|
|
(sebelum, sesudah)
KITAB AL-HIKAM DAN PENJELASANNYA
Diterjemahkan dari Kitab Al-Hikam Karya Syekh
Ibnu 'Athaillah as-Sakandari
Penyusun dan Penerjemah: D.A. Pakih Sati, Lc.
Editor: Rusdianto
Tata Sampul: Zizi
Tata Isi: Bambang
Pracetak: Wardi
Cetakan Pertama, September 2017
Penerbit: Noktah
Sampangan Gg. Perkutut No.325-B
Jl. Wonosari, Baturetno
Banguntapan Yogyakarta
Telp: (0274) 4353776, 081804374879
Fax: (0274) 4353776
E-mail: redaksi_divapress@yahoo.com,
sekred.divapress@gmail.com
Blog: www.blogdivapress.com
Website: www.divapress-online.com
Indeks Islam |
Indeks Sufi | Indeks
Artikel | Tentang
Penulis
ISNET Homepage |
MEDIA Homepage | Program
Kerja | Koleksi |
Anggota
Please direct any suggestion to
Media
Team
|