|
|
145. SIKAP SEORANG MUKMIN SAAT MENDAPAT
PUJIAN
- "Jikalau seorang mukmin dipuji dengan sifat yang
tidak pantas disandang oleh dirinya maka ia akan malu
kepada Allah Swt."
Jikalau cahaya keimanan telah tertanam dalam hati seorang
hamba, kemudian ia dipuji, maka ia akan merasa malu kepada
Allah Swt., yaitu Dzat yang paling layak dipuji. Dia-lah
yang menganugerahkan karunia yang besar, sehingga aib
seorang hamba tertutup, dan kebaikannya tampak di mata
manusia. Jikalau saja Dia menampakkan aib tersebut, walaupun
hanya sebagian kecilnya, maka tidak akan ada orang yang mau
memujinya dan menyanjungnya.
Orang yang beriman menyadari bahwa semua sifat kebaikan
yang ada di dalam dirinya adalah karunia Allah Swt.
Seandainya Allah Swt. mencabut kebaikan itu, kemudian
menggantinya dengan sifat buruk, maka tentu keadaannya akan
berbeda. Semua kebaikan dan kehormatan itu berasal dari-Nya,
sehingga hanya Dia-lah yang layak menerima pujian. Alhamdu
lillahi rabbil 'alamin (Segala puji bagi Allah Swt., Tuhan
semesta alam).
Ingatlah, jangan terlena oleh pujian. Jikalau ada
seseorang yang memuji Anda, maka sadarilah bahwa Anda adalah
manusia lemah yang penuh dengan kesalahan, serta aib dan
cela. Jadikanlah pujian itu sebagai sarana introspeksi diri,
bukan sarana menyombongkan diri.
|
|
|
(sebelum, sesudah)
KITAB AL-HIKAM DAN PENJELASANNYA
Diterjemahkan dari Kitab Al-Hikam Karya Syekh
Ibnu 'Athaillah as-Sakandari
Penyusun dan Penerjemah: D.A. Pakih Sati, Lc.
Editor: Rusdianto
Tata Sampul: Zizi
Tata Isi: Bambang
Pracetak: Wardi
Cetakan Pertama, September 2017
Penerbit: Noktah
Sampangan Gg. Perkutut No.325-B
Jl. Wonosari, Baturetno
Banguntapan Yogyakarta
Telp: (0274) 4353776, 081804374879
Fax: (0274) 4353776
E-mail: redaksi_divapress@yahoo.com,
sekred.divapress@gmail.com
Blog: www.blogdivapress.com
Website: www.divapress-online.com
Indeks Islam |
Indeks Sufi | Indeks
Artikel | Tentang
Penulis
ISNET Homepage |
MEDIA Homepage | Program
Kerja | Koleksi |
Anggota
Please direct any suggestion to
Media
Team
|