148. SIKAP ORANG YANG ZUHUD DAN ARIF SAAT
MENDAPAT PUJIAN
- "Jikalau orang-orang zuhud dipuji maka mereka akan
resah karena mereka mendapat pujian itu berasal dari
makhluk. Jikalau orang-orang arif dipuji maka mereka akan
senang karena mendapat pujian itu berasal dari Penguasa
Sebenarnya."
Orang zuhud adalah yang berusaha melepaskan diri dari
ikatan-ikatan materi dan kenikmatan dunia, kemudian berusaha
mengerahkan segenap tenaga dan usahanya untuk beribadah
kepada Allah Swt. demi menggapai ridha-Nya. Jikalau orang
seperti ini dipuji maka dadanya akan sesak dan tidak rela
menerimanya. Ia menyadari bahwa pujian itu berasal dari
makhluk, bukan dari Khaliq. Bahkan, ada yang berpendapat
bahwa pujian yang ditujukan kepadanya itu mengandung unsur
kesyirikan, sebab yang berhak menerimanya hanyalah Dzat
Penguasa semesta alam.
Orang yang zuhud hanya mengharap pujian dari Allah Swt.
Sebab, semua pemberian dan ucapan Allah Swt. tidak ada yang
sifatnya menipu. Semuanya benar. Ini berbanding terbalik
dengan ucapan dan pujian yang berasal dari makhluk, yang
masih bercampur dengan dusta dan kemunafikan.
Tindakan sebaliknya justru ditunjukkan oleh orang arif,
yaitu sosok yang terkenal bijaksana dalam menghadapi masalah
apa pun. Bahkan, ia mencapai tangga makrifat yang didambakan
setiap salik. Ia meyakini bahwa semua yang terjadi di dunia
ini adalah kehendak-Nya, termasuk pujian yang disampaikan
oleh orang-orang kepadanya.
Orang yang arif akan bahagia saat mendapatkan pujian dari
orang lain, dan menganggapnya sebagai karunia dari Dzat yang
Maha Memiliki. Dia-lah yang telah menciptakan orang-orang
tersebut, dan menuntun mereka untuk memujinya. Dia-lah yang
menuntun orang-orang untuk mencintainya dan menerima
keberadaannya.
Jikalau Allah Swt. mencintai seorang hamba, maka Dia akan
menyeru Jibril dan memberitahukan kepadanya tentang rasa
cinta-Nya. Kemudian, Jibril menyeru penduduk langit dan
memberitahukan bahwa Allah Swt. mencintai si Fulan, serta
memerintahkan mereka untuk mencintainya. Jikalau penduduk
langit sudah mencintai hamba tersebut, maka Dia akan
memberikan kepadanya penerimaan di bumi, sehingga ia
dicintai dan dipuji oleh penduduk bumi. Artinya, pujian itu
sebenarnya berasal dari Rabb semesta alam. Itulah dua
sikap berbeda yang ditunjukkan oleh orang-orang yang zuhud
dan arif.
|