Al-Hikam dan Penjelasannya

Syekh Ibnu 'Athaillah as Sakandari

Indeks Islam | Indeks Sufi | Indeks Artikel | Tentang Penulis


ISNET Homepage | MEDIA Homepage | Program Kerja | Koleksi | Anggota

 

172. ANTARA KETETAPAN AZALI DENGAN PERBUATAN

"Allah Swt. mengetahui bahwa seluruh hamba ingin mengetahui rahasia pertolongan-Nya, sehingga Dia berfirman, ‘Dia mengkhususkan dengan rahmat-Nya kepada siapa pun yang diinginkan-Nya. Dia juga mengetahui bahwa jikalau mereka dibiarkan, tentu mereka tidak akan beramal karena berpegang kepada sesuatu yang sudah ditetapkan pada zaman Azali.’ Allah Swt. juga berfirman, ‘Rahmat Allah Swt. dekat kepada orang-orang yang berbuat baik.”

Allah Swt. Maha Tahu mengenai segala yang tersirat di dalam hati Anda; sebagaimana Dia mengetahui semua detail perbuatan lahiriah yang Anda lakukan. Dia mengetahui bahwa Anda ingin mengetahui rahasia para hamba; kenapa orang ini mendapatkan keistimewaan seperti ini, dan orang itu mendapatkan keistimewaan seperti itu? Untuk menuntaskan keingintahuan Anda ini, maka Dia menegaskan di dalam al-Qur’an al-Karim:

“… Dan, Allah menentukan siapa yang dikehendaki-Nya (untuk diberi) rahmat-Nya (kenabian), dan Allah mempunyai karunia yang besar.” (QS. al-Baqarah [2]: 105).

Ayat ini menegaskan bahwa Allah Swt. berhak memberikan keistimewaan tertentu kepada siapa pun yang diinginkan-Nya. Dan, ini tidak ada kaitannya dengan pola pikir yang menyatakan bahwa kalau usaha seperti ini maka akan mendapatkan hasil seperti ini, sebagaimana hal ini dipegang oleh sebagian besar masyarakat kita. Akan tetapi, pemberian tersebut berkaitan erat dengan hibah-Nya. Selama ini, pemikiran yang berkembang di kalangan masyarakat menyatakan bahwa jikalau seseorang ingin mendapatkan kelebihan tertentu, misalnya tahan besi, atau tidak mempan peluru, dan lain sebagainya, maka ia harus mengamalkan ibadah-ibadah tertentu. Ini sama sekali tidak benar, dan tidak ada dalil yang menjelaskan. Bahkan, hal tersebut bisa masuk dalam kategori syirik karena beribadah untuk mengharapkan sesuatu kepada selain-Nya. Semua yang didapatkan oleh seseorang adalah karunia-Nya semata.

Selain itu, Allah Swt. pula yang menentukan siapakah di antara para hamba-Nya yang masuk ke dalam kategori orang-orang yang mendapatkan hidayah-Nya dan berbahagia di akhirat kelak, serta siapa pula yang masuk ke dalam kategori orang-orang yang sengsara dan akan mendiami neraka-Nya di akhirat kelak. Semua itu sudah ada dalam catatan-Nya.

Jikalau mereka diberitahukan tentang rahasia para hamba maka mereka akan meninggalkan amal kebajikan, karena bergantung pada sesuatu yang sudah ditetapkan di Lauh Mahfuzh. Padahal, amalan-amalan yang mereka kerjakan selama di dunia ini adalah jalan dan sarana menggapai sesuatu yang mereka harapkan. Mereka akan menyangka bahwa orang-orang yang sudah ditakdirkan bahagia maka ia akan tetap bahagia, walaupun tidak beramal sama sekali. Dan, orang-orang yang sudah ditakdirkan sengsara, maka ia akan sengsara, walaupun melakukan banyak amalan.

Untuk menghilangkan prasangka buruk ini, maka Allah Swt. berfirman dalam al-Qur’an al-Karim:

“ … Sesungguhnya, rahmat Allah Amat dekat kepada orang-orang yang berbuat baik." (QS. al-A’raaf [7]: 56).

Artinya, rahmat Allah Swt. senantiasa bersama dengan orang-orang yang berbuat ihsan, yaitu orang-orang yang rajin mengerjakan amal shalih. Sebaliknya, rahmat-Nya senantiasa menjauh dari orang-orang yang gemar mengerjakan amal-amal kejahatan. Ketentuan-Nya memang sudah ada semenjak zaman azali. Namun, perlu diingat bahwa Allah Swt. menjadikan alamat dan tanda-tanda yang menunjukkan masing-masing kelompok. Jikalau seseorang rajin mengerjakan amal-amal kebajikan, tentu ia termasuk kelompok ihsan. Jikalau sebaliknya, tentu ia akan jauh dari sifat ihsan. Dan, Dia tidak akan pernah menyia-nyiakan amalan para hamba-Nya. Tidak selayaknya seorang muslim meninggalkan amal kebajikan, ketaatan, dan ibadah karena bergantung pada ketetapan azali. Sama sekali tidak pantas.

(sebelum, sesudah)


KITAB AL-HIKAM DAN PENJELASANNYA
Diterjemahkan dari Kitab Al-Hikam Karya Syekh Ibnu 'Athaillah as-Sakandari

Penyusun dan Penerjemah: D.A. Pakih Sati, Lc.
Editor: Rusdianto
Tata Sampul: Zizi
Tata Isi: Bambang
Pracetak: Wardi

Cetakan Pertama, September 2017

Penerbit: Noktah
Sampangan Gg. Perkutut No.325-B
Jl. Wonosari, Baturetno
Banguntapan Yogyakarta
Telp: (0274) 4353776, 081804374879
Fax: (0274) 4353776
E-mail: redaksi_divapress@yahoo.com, sekred.divapress@gmail.com
Blog: www.blogdivapress.com
Website: www.divapress-online.com

Indeks Islam | Indeks Sufi | Indeks Artikel | Tentang Penulis
ISNET Homepage | MEDIA Homepage | Program Kerja | Koleksi | Anggota

Please direct any suggestion to Media Team