174. BERDOALAH SELALU KEPADA ALLAH
SWT.
- Kadang kala, adab menuntun mereka untuk
meninggalkan permintaan (berdoa) karena bergantung pada
pembagian dari Allah Swt. Mereka sibuk berdzikir
kepada-Nya dan mengabaikan permintaan
kepada-Nya.
Terkadang, adab kepada Allah Swt. menuntun orang-orang
arif dan bijaksana untuk tidak mementingkan permintaan
kepada-Nya. Mereka takut jikalau hal ini masuk dalam
kategori tidak beradab terhadap-Nya. Padahal, Allah Swt.
telah menentukan rezeki para hamba-Nya semenjak zaman azali.
Semua itu semata-mata karunia-Nya, bukan karena ada
intervensi atau usaha dari pihak lain.
Meminta yang dimaksudkan di sini adalah berdoa sekadar
mendapatkan sesuatu. Sedangkan jikalau berdoa untuk
menunjukkan ubudiyah dan menjalankan hak
rububiyah, merupakan salah satu bentuk kesempurnaan
dalam diri seorang hamba.
Orang-orang arif, biasanya, lebih sibuk dengan berdzikir
mengingat Allah Swt., baik dengan lisan maupun hati,
daripada meminta dan menuntut-Nya. Saat mereka sibuk
mengingat-Nya, maka Allah Swt. memberikan sesuatu yang lebih
baik dari sesuatu yang diberikan-Nya kepada orang-orang yang
meminta. Ketika Anda menyebut nama-Nya, bukankah hal itu
menunjukkan bahwa Anda membutuhkan-Nya dan fakir di
hadapan-Nya?
Cobalah Anda perhatikan di jalanan tentang seorang
pengemis yang selalu memanggil-manggil orang kaya yang
dilihatnya berjalan di hadapannya. Ia tidak dapat mengatakan
secara terang-terangan untuk meminta uang, tetapi hanya
menyeru. Namun, seruannya itu sudah menunjukkan bahwa
membutuhkan bantuan dan pemberian dari orang lain. Itu
hanyalah sekadar contoh. Dan, Allah Swt. Maha Mulia dari
contoh yang rendah dan hina seperti ini.
|