|
|
193. RASA MALU SEORANG YANG ARIF
- Terkadang, seorang yang arif merasa malu
mengungkapkan kebutuhannya kepada Penguasanya karena
merasa cukup dengan kehendak-Nya. Maka, bagaimana ia
tidak malu mengungkapkan kebutuhannya kepada
makhluk-Nya?
Terkadang, Anda mendapati seseorang yang telah mencapai
tangga makrifat merasa malu mengungkapkan kebutuhannya
kepada Penguasanya. Ia merasa cukup dengan keyakinan bahwa
Allah Swt. telah menentukan segalanya, termasuk rezeki yang
akan diterimanya. Apa pun yang dialaminya di dunia ini, baik
kesenangan maupun kesengsaraan, kekayaan maupun kemiskinan,
maka semua itu adalah kehendak-Nya yang tidak mampu diubah
oleh siapa pun. Seseorang yang malu mengutarakan
kebutuhannya kepada Allah Swt. akan lebih malu lagi untuk
melakukan hal yang sama terhadap makhluk-Nya. Sebab, mereka
lemah dan tidak mampu melakukan apa pun. Ini adalah salah
satu bentuk kesempurnaan makrifat.
Dan, termasuk pencapaian makrifat yang sempurna adalah
menerima pemberian orang lain dengan anggapan bahwa yang
memberikan hanya sebatas perantara dari rezeki yang
diberikan oleh Allah Swt. kepadanya. Doa dan mengadukan
kelemahan kepada-Nya bukanlah sebuah kesalahan, bahkan
keharusan karena tergolong ibadah.
|
|
|
(sebelum, sesudah)
KITAB AL-HIKAM DAN PENJELASANNYA
Diterjemahkan dari Kitab Al-Hikam Karya Syekh
Ibnu 'Athaillah as-Sakandari
Penyusun dan Penerjemah: D.A. Pakih Sati, Lc.
Editor: Rusdianto
Tata Sampul: Zizi
Tata Isi: Bambang
Pracetak: Wardi
Cetakan Pertama, September 2017
Penerbit: Noktah
Sampangan Gg. Perkutut No.325-B
Jl. Wonosari, Baturetno
Banguntapan Yogyakarta
Telp: (0274) 4353776, 081804374879
Fax: (0274) 4353776
E-mail: redaksi_divapress@yahoo.com,
sekred.divapress@gmail.com
Blog: www.blogdivapress.com
Website: www.divapress-online.com
Indeks Islam |
Indeks Sufi | Indeks
Artikel | Tentang
Penulis
ISNET Homepage |
MEDIA Homepage | Program
Kerja | Koleksi |
Anggota
Please direct any suggestion to
Media
Team
|