Al-Hikam dan Penjelasannya

Syekh Ibnu 'Athaillah as Sakandari

Indeks Islam | Indeks Sufi | Indeks Artikel | Tentang Penulis


ISNET Homepage | MEDIA Homepage | Program Kerja | Koleksi | Anggota

 

196. HIKMAH ADANYA WAKTU IBADAH

"Allah Swt. membatasi ketaatan dengan waktu agar sikap suka menunda-nunda tidak menghalangi Anda. Dan, Dia melapangkan waktu untuk Anda agar Anda memiliki waktu untuk memilih.”

Allah Swt. telah menentukan waktu-waktu ibadah. Misalnya, shalat yang harus Anda kerjakan lima kali dalam sehari, puasa yang harus Anda kerjakan ketika bulan Ramadhan, haji yang harus Anda kerjakan di bulan Dzulhijjah jikalau mampu, zakat harta yang harus Anda keluarkan jikalau mencapai ketentuannya, serta zakat fitrah yang harus ditunaikan pada bulan Ramadhan, dan lain sebagainya. Semua itu bertujuan agar Anda tidak melalaikannya.

Sebagaimana Anda ketahui, bahwa dalam diri manusia itu ada sifat suka menunda-nunda. Saat harta telah mencapai ketentuan yang mengharuskan dikeluarkan zakatnya, maka nafsu akan mendorongnya untuk menunda-nunda pembayaran dengan berbagai alasan. Misalnya, nafsu akan mendorong pemiliknya membeli kebutuhan ini dan itu, atau membeli sesuatu dengan cara kredit. Itu semua adalah dorongaNafsu yang dikendalikan oleh setan agar seseorang tidak menjalankan kewajibannya, yaitu membayar zakat.

Oleh karena itu, Allah Swt. menetapkan waktu dan batasan zakat agar Anda bersegera membayarkannya. Artinya, harta itu telah ditentukan kadar dan waktunya yang mengharuskan pemiliknya wajib mengeluarkan zakat.

Allah Swt. juga melapangkan waktu mengerjakan ibadah agar Anda bisa memilih saat yang tepat dan mengerjakannya dengan penuh keikhlasan. Lihatlah, misalnya shalat Zhuhur. Waktunya membentang antara waktu Zhuhur sampai Ashar. Jikalau Anda mengerjakannya di antara jangka waktu itu, artinya Anda menunaikan kewajiban dan tidak ada lagi beban di pundak Anda.

Itulah kemudahan yang diberikan oleh Allah Swt. kepada Anda. Jikalau Anda masih ingkar dan tidak mau menjalankan perintah-Nya, maka Anda benar-benar tidak bersyukur dan layak menempati neraka-Nya.

(sebelum, sesudah)


KITAB AL-HIKAM DAN PENJELASANNYA
Diterjemahkan dari Kitab Al-Hikam Karya Syekh Ibnu 'Athaillah as-Sakandari

Penyusun dan Penerjemah: D.A. Pakih Sati, Lc.
Editor: Rusdianto
Tata Sampul: Zizi
Tata Isi: Bambang
Pracetak: Wardi

Cetakan Pertama, September 2017

Penerbit: Noktah
Sampangan Gg. Perkutut No.325-B
Jl. Wonosari, Baturetno
Banguntapan Yogyakarta
Telp: (0274) 4353776, 081804374879
Fax: (0274) 4353776
E-mail: redaksi_divapress@yahoo.com, sekred.divapress@gmail.com
Blog: www.blogdivapress.com
Website: www.divapress-online.com

Indeks Islam | Indeks Sufi | Indeks Artikel | Tentang Penulis
ISNET Homepage | MEDIA Homepage | Program Kerja | Koleksi | Anggota

Please direct any suggestion to Media Team