Al-Hikam dan Penjelasannya

Syekh Ibnu 'Athaillah as Sakandari

Indeks Islam | Indeks Sufi | Indeks Artikel | Tentang Penulis


ISNET Homepage | MEDIA Homepage | Program Kerja | Koleksi | Anggota

 

210. MANFAATKANLAH WAKTU DENGAN SEBAIK-BAIKNYA

Hak-hak yang dikerjakan dalam berbagai waktu masih dapat ditunaikan di lain waktu. Akan tetapi, hak-hak waktu itu sendiri tidak mungkin ditunda pada waktu yang lain. Tidaklah suatu waktu menghampiri, kecuali Allah Swt. memiliki hak baru dan perkara yang agung terhadap diri Anda. Maka bagaimana mungkin engkau menunaikan hak selain-Nya pada waktu itu, namun tidak menunaikan hak-Nya?"

Allah Swt. menetapkan berbagai kewajiban kepada Anda dengan waktu-waktu yang sudah ditentukan. Jikalau Anda tidak sempat mengerjakannya maka Anda bisa menggantinya pada waktu yang lain. Misalnya, Anda seorang perempuan. Kemudian, Anda mengalami haid pada bulan Ramadhan sehingga tidak bisa berpuasa selama beberapa hari. Maka, Allah Swt. memberikan kemudahan kepada Anda. Sehingga, Anda bisa mengerjakannya pada waktu-waktu lainnya di luar bulan Ramadhan. Itulah kemudahan dari Allah Swt. yang harus Anda syukuri. Dan, masih banyak lagi ibadah sejenisnya yang bisa Anda qadha’.

Namun, perlu Anda ingat bahwa Anda tidak akan pernah mampu meng-qadha’ waktu itu sendiri. Waktu yang telah berlalu tidak akan pernah kembali lagi. Baik Anda beramal di dalamnya maupun tidak, maka waktu akan tetap meninggalkan Anda.

Setiap detik yang Anda lalui, Allah Swt. menetapkan kewajiban baru kepada Anda, terutama kewajiban bersyukur. Bukankah Dia masih memberikan kepada Anda nikmat kehidupan? Sehingga, Anda masih bisa bekerja dan berangan-angan.

Kalau saja pada detik itu Anda ditakdirkan meninggal, maka Anda tidak akan pernah mampu menundanya. Intinya, manfaatkanlah waktu yang diberikan oleh Allah Swt. kepada Anda dengan sebaik-baiknya. Isilah waktu tersebut dengan ketaatan, dan jauhilah segala kemaksiatan.

Kadang kala, Anda justru mendahulukan kepentingan makhluk daripada kepentingan-Nya. Misalnya, ketika adzan berkumandang, dan pada saat bersamaan Anda sedang menghadapi klien bisnis atau tamu penting lainnya, maka Anda mendahulukannya daripada menjawab seruan-Nya. Ini adalah bentuk kelalaian besar. Bagaimana mungkin Anda melalaikan hak-Nya yang memberikan Anda waktu dan kehidupan, demi kepentingan makhluk yang juga berada di bawah kuasa-Nya dan bisa dihancurkan-Nya kapan saja?

Renungkanlah!!

(sebelum, sesudah)


KITAB AL-HIKAM DAN PENJELASANNYA
Diterjemahkan dari Kitab Al-Hikam Karya Syekh Ibnu 'Athaillah as-Sakandari

Penyusun dan Penerjemah: D.A. Pakih Sati, Lc.
Editor: Rusdianto
Tata Sampul: Zizi
Tata Isi: Bambang
Pracetak: Wardi

Cetakan Pertama, September 2017

Penerbit: Noktah
Sampangan Gg. Perkutut No.325-B
Jl. Wonosari, Baturetno
Banguntapan Yogyakarta
Telp: (0274) 4353776, 081804374879
Fax: (0274) 4353776
E-mail: redaksi_divapress@yahoo.com, sekred.divapress@gmail.com
Blog: www.blogdivapress.com
Website: www.divapress-online.com

Indeks Islam | Indeks Sufi | Indeks Artikel | Tentang Penulis
ISNET Homepage | MEDIA Homepage | Program Kerja | Koleksi | Anggota

Please direct any suggestion to Media Team