|
|
212. JANGAN MENJADI BUDAK NAFSU
- Tidaklah engkau mencintai sesuatu, kecuali
engkau menjadi hambanya. Dan Allah Swt. tidak suka
jikalau engkau menjadi hamba selain-Nya.
Jikalau Anda mencintai sesuatu yang tidak diperintahkan
untuk itu oleh Allah Swt., maka Anda telah menyinggung hak
rububiyah-Nya. Konsekuensi mencintai sesuatu adalah
menaatinya. Artinya, ketika Anda mencintai istri dengan
porsi yang berlebihan, berarti Anda telah menjadi budaknya.
Begitu juga halnya dengan uang. Jikalau Anda mencintai uang
dengan berlebihan, maka dengan sendirinya Anda telah menjadi
hamba uang.
Ketika Anda mencintai istri dengan porsi yang berlebihan,
berarti Anda telah menjadi budaknya. Begitu juga halnya
dengan uang.
Ketahuilah, bahwa Allah Swt. tidak ingin Anda mencintai
selain-Nya. Hanya Dia-lah yang berhak Anda cintai
sepenuhnya. Bukankah Dia yang telah memberikan Anda
kehidupan? Sehingga, Anda bisa bernapas, berjalan,
berbicara, dan lain sebagainya. Bukankah Dia yang memberikan
Anda rezeki? Sehingga, Anda bisa membeli apa pun yang Anda
inginkan. Maka, bagaimana mungkin Anda mencintai selain-Nya,
padahal Dia-lah yang menanggung hidup Anda? Takutlah dengan
azab dan ancaman-Nya!!!
|
|
|
(sebelum, sesudah)
KITAB AL-HIKAM DAN PENJELASANNYA
Diterjemahkan dari Kitab Al-Hikam Karya Syekh
Ibnu 'Athaillah as-Sakandari
Penyusun dan Penerjemah: D.A. Pakih Sati, Lc.
Editor: Rusdianto
Tata Sampul: Zizi
Tata Isi: Bambang
Pracetak: Wardi
Cetakan Pertama, September 2017
Penerbit: Noktah
Sampangan Gg. Perkutut No.325-B
Jl. Wonosari, Baturetno
Banguntapan Yogyakarta
Telp: (0274) 4353776, 081804374879
Fax: (0274) 4353776
E-mail: redaksi_divapress@yahoo.com,
sekred.divapress@gmail.com
Blog: www.blogdivapress.com
Website: www.divapress-online.com
Indeks Islam |
Indeks Sufi | Indeks
Artikel | Tentang
Penulis
ISNET Homepage |
MEDIA Homepage | Program
Kerja | Koleksi |
Anggota
Please direct any suggestion to
Media
Team
|