244. KESIBUKAN SEORANG MUKMIN
- Seorang mukmin sibuk dengan memuji Allah
Swt. daripada berterima kasih kepada diri sendiri. dan)
ia juga disibukkan oleh hak-hak-Nya daripada mengingat
bagiannya.
Seorang mukmin yang hatinya sudah dipenuhi cahaya Allah
Swt. maka ia akan sibuk memuji-Nya daripada sering menyebut
kehebatan dirinya yang mampu melakukan suatu pekerjaan. Dia
adalah Dzat yang Maha Kuasa, yang mampu melakukan apa pun
yang diinginkan-Nya. Dia-lah Maha Raja sehingga hanya
diri-Nya-lah yang layak dipuji dan disanjung.
Maksud berterima kasih kepada diri sendiri adalah merasa
hebat ketika berhasil melakukan suatu pekerjaan, seolah
hanya dirinya yang berkontribusi dalam melakukan sesuatu
tanpa ada bantuan siapa pun. Ini jelas sebuah pemahaman yang
salah. Sebab, bagaimanapun, Dia-lah yang mengizinkan Anda
untuk berhasil mengerjakan pekerjaan Anda. Sedangkan rasa
terima kasih kepada diri sendiri karena Allah Swt. telah
menciptakan Anda merupakan bagian dari kesempurnaan
iman.
Selain itu, seorang mukmin juga sibuk menjalankan
berbagai kewajibannya kepada Allah Swt. Misalnya, sibuk
melaksanakan shalat, puasa, dan lain sebagainya. Ia tidak
pernah lupa mensyukuri segala nikmat bagai kewajiban yang
diberikan-Nya. Jikalau dalam setiap detik ada saja nikmat
yang diterimanya, tentu ia harus terus-menerus bersyukur,
sehingga ia lupa dengan bagiannya.
Sedangkan terhadap hak yang harus diterima dari orang
lain, ia boleh memintanya. Misalnya, ia berhak menerima gaji
karena telah bekerja kepada orang lain. Jikalau hak tersebut
tidak diberikan maka ia bisa menuntutnya di pengadilan.
Intinya, seorang mukmin harus menyibukkan diri dengan
berbagai kewajiban yang dibebankan oleh Allah Swt.
kepadanya. Jangan pernah melalaikannya. Janganlah
mendahulukan kepentingan Anda daripada diri-Nya, sebab Anda
sendiri yang akan merasakan kerugian. Jikalau Anda sudah
menjalankan kewajiban-Nya, maka Anda pasti akan mendapatkan
hak Anda. Jangan takut!!!
|