Al-Hikam dan Penjelasannya

Syekh Ibnu 'Athaillah as Sakandari

Indeks Islam | Indeks Sufi | Indeks Artikel | Tentang Penulis


ISNET Homepage | MEDIA Homepage | Program Kerja | Koleksi | Anggota

 

244. KESIBUKAN SEORANG MUKMIN

Seorang mukmin sibuk dengan memuji Allah Swt. daripada berterima kasih kepada diri sendiri. dan) ia juga disibukkan oleh hak-hak-Nya daripada mengingat bagiannya.”

Seorang mukmin yang hatinya sudah dipenuhi cahaya Allah Swt. maka ia akan sibuk memuji-Nya daripada sering menyebut kehebatan dirinya yang mampu melakukan suatu pekerjaan. Dia adalah Dzat yang Maha Kuasa, yang mampu melakukan apa pun yang diinginkan-Nya. Dia-lah Maha Raja sehingga hanya diri-Nya-lah yang layak dipuji dan disanjung.

Maksud berterima kasih kepada diri sendiri adalah merasa hebat ketika berhasil melakukan suatu pekerjaan, seolah hanya dirinya yang berkontribusi dalam melakukan sesuatu tanpa ada bantuan siapa pun. Ini jelas sebuah pemahaman yang salah. Sebab, bagaimanapun, Dia-lah yang mengizinkan Anda untuk berhasil mengerjakan pekerjaan Anda. Sedangkan rasa terima kasih kepada diri sendiri karena Allah Swt. telah menciptakan Anda merupakan bagian dari kesempurnaan iman.

Selain itu, seorang mukmin juga sibuk menjalankan berbagai kewajibannya kepada Allah Swt. Misalnya, sibuk melaksanakan shalat, puasa, dan lain sebagainya. Ia tidak pernah lupa mensyukuri segala nikmat bagai kewajiban yang diberikan-Nya. Jikalau dalam setiap detik ada saja nikmat yang diterimanya, tentu ia harus terus-menerus bersyukur, sehingga ia lupa dengan bagiannya.

Sedangkan terhadap hak yang harus diterima dari orang lain, ia boleh memintanya. Misalnya, ia berhak menerima gaji karena telah bekerja kepada orang lain. Jikalau hak tersebut tidak diberikan maka ia bisa menuntutnya di pengadilan.

Intinya, seorang mukmin harus menyibukkan diri dengan berbagai kewajiban yang dibebankan oleh Allah Swt. kepadanya. Jangan pernah melalaikannya. Janganlah mendahulukan kepentingan Anda daripada diri-Nya, sebab Anda sendiri yang akan merasakan kerugian. Jikalau Anda sudah menjalankan kewajiban-Nya, maka Anda pasti akan mendapatkan hak Anda. Jangan takut!!!

(sebelum, sesudah)


KITAB AL-HIKAM DAN PENJELASANNYA
Diterjemahkan dari Kitab Al-Hikam Karya Syekh Ibnu 'Athaillah as-Sakandari

Penyusun dan Penerjemah: D.A. Pakih Sati, Lc.
Editor: Rusdianto
Tata Sampul: Zizi
Tata Isi: Bambang
Pracetak: Wardi

Cetakan Pertama, September 2017

Penerbit: Noktah
Sampangan Gg. Perkutut No.325-B
Jl. Wonosari, Baturetno
Banguntapan Yogyakarta
Telp: (0274) 4353776, 081804374879
Fax: (0274) 4353776
E-mail: redaksi_divapress@yahoo.com, sekred.divapress@gmail.com
Blog: www.blogdivapress.com
Website: www.divapress-online.com

Indeks Islam | Indeks Sufi | Indeks Artikel | Tentang Penulis
ISNET Homepage | MEDIA Homepage | Program Kerja | Koleksi | Anggota

Please direct any suggestion to Media Team