Permasalahan pelestarian lingkungan, air dan rawa di pelbagai negara

dikumpulkan dari berbagai sumber
untuk mempercepat penyebaran informasi secara efisien
dan menambah percepatan kemajuan Indonesia tercinta ...


Teman-teman semua, sudah sejak lama, saya mengumpulkan permasalahan rawa di segala penjuru dunia, terutama di Indonesia. Saya unggah di situs utama dan kembaran-nya untuk keamanan.

Saya bukan ahli rawa:-), hanya, sewaktu mahasiswa pernah masuk rawa dan hutan tropis di Kalimantan yang masih perawan:-) selama berminggu-minggu, melakukan survei. Banyak ahli rawa di Indonesia maupun di UGM, saya bukan salah satunya. Banyak pula cerita sedih dari negara-negara maju yang melakukan konversi sumberdaya rawa menjadi pertanian terbuka dengan teknologi irigasi yang intensif. Saya sedang mengumpulkan beberapa fakta untuk mendidik saya pribadi tentang pentingnya lahan rawa dilestarikan. Pengembaraan saya di internet cukup menghasilkan dan cukup memuaskan saya pribadi:-) Pengembaraan ini saya kumpulkan dalam situs ini.

Karena kebetulan saya ikut terlibat dalam penanganan lahan gambut bersama teman-teman dari Universitas Gadjah Mada, maka kasus lapangan di Pulau Padang dan sekitarnya saya kumpulkan pula. Untuk teman-teman di Pulau Padang, koleksi ini berguna untuk kita bangsa Indonesia agar dapat belajar dari lapangan.

Koleksi ini akan saya tambah berdasarkan masukan dari lapangan, sedikit demi sedikit, lama-lama menjadi bukit. Terima kasih untuk kontribusi dari teman-teman di Pulau Padang. Jhos-Gandhos!

Catatan: ternyata setelah purnabhakti (dari DTSL FT UGM, sejak 1 November 2021), saya terlibat dalam pelbagai kegiatan pemberdayaan masyarakat terkait lingkungan, oleh karena itu topik yang semula rawa, diperluas mencakup aspek lingkungan, terutama manajemen air dan sampah.


(Alamat situs ini: http://luk.staff.ugm.ac.id/rawa/, http://luk.tsipil.ugm.ac.id/rawa/)