Koleksi Artikel Ahmeed Deedat

ISNET Homepage | MEDIA Homepage | Program Kerja | Koleksi | Anggota

PILIHAN SEMUA ORANG

"Dan, sesungguhnya kamu benar-benar berbudi pekerti yang agung." (QS. Al-Qalam: 4)

Bagaimana Topik Ini Muncul

Sepuluh tahun yang lalu, seorang sepupu jauh saya --Mohamed Mehtar-- memberikan saya suatu petikan yang berisi pengakuan seorang sejarawan Perancis, Lamartine, yang menyatakan bahwa Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam adalah orang yang paling agung yang pernah hidup di dunia ini. Mehtar selalu memberi saya informasi-informasi penting yang bisa saya gunakan untuk bahan kuliah saya. Sebelumnya dia juga pernah memberi saya sebuah buku yang mahal yang berjudul The Call of the Minaret (Panggilan Minaret) yang ditulis oleh Bishop Kenneth Cragg. Dengan menganalisis buku ini, saya menemukan kebohongan-kebohongan besar dari kaum orientalis Kristen.

Pengakuan Lamartine tentang kenabian Muhammad Shallallahu Alaih wa Sallam memberi dorongan bagi saya untuk membagi pemikirannya ini kepada saudara-saudara Muslim lainnya. Kesempatan tersebut datang setelah saya mendapat telepon dari komunitas Muslim di Dannhauser, sebuah kota kecil di sebelah Utara Natal. Mereka bermaksud merayakan Maulid Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam dan mengundang saya untuk memberi ceramah pada acara tersebut. Kepada panitia saya mengusulkan untuk mengambil tema "Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam yang paling agung".

Kekecewaan Yang Berulang-ulang

Pada saat kedatangan saya di Dannhauser, saya melihat banyak poster-poster yang berisi promosi acara Maulid tersebut yang menyatakan bahwa Deedat akan memberi ceramah dengan judul "Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam yang Agung". Saya agak kecewa dan menanyakan hal tersebut pada panitia. Tetapi panitia penyelenggara mengatakan bahwa perubahan pada judul tersebut terjadi karena kesalahan cetak.

Dua bulan kemudian saya mendapat undangan yang serupa. Kali ini datang dari kaum Muslim Pretoria di kota administratif Afrika Selatan. Judul yang saya berikan adalah "Muhammad Sallallahu Alaihi wa Sallam yang paling agung". Alasan yang sama juga diajukan oleh panitia. Kedua peristiwa ini terjadi di Afrika Selatan, di negara saya sendiri. Tapi mari saya berikan satu contoh lagi penyakit ummat kita saat ini yaitu perasaan rendah diri dan takut.

Amerika Tidak Berbeda

Dalam rangka memberi ceramah keliling di Amerika Serikat tahun 1977, saya mengetahui bahwa pejuang-pejuang Muslim telah menjejakkan kakinya di negara tersebut. Hal ini cukup menghibur hati saya, setelah pengalaman-pengalaman yang mengecewakan yang lalu.

Warga Muslim di Indianapolis telah menjadwalkan saya untuk memberi ceramah dengan tema "Apa yang dikatakan Injil tentang Muhammad" . Mulanya mereka setuju untuk berpromosi dengan judul tersebut. Tetapi mereka merasa khawatir dan takut bahwa judul tersebut terlalu provokatif dan akhirnya mereka memberijudul "Seorang Nabi Dalam Injil".

Saya tahu bahwa Anda pasti merasa bahwa judul tersebut membingungkan. Apakah umat Hindu, Muslim, Kristen atau Yahudi akan tergugah dengan judul tersebut? Apa arti 'Seorang Nabi'! Seorang Nabi bisa berarti Nabi yang mana saja. Dan siapa yang akan tertarik untuk datang dalam suatu ceramah yang berisi tentang seorang nabi yang ada dalam Injil? Job, Joel, Jonah, Ezra, Elisha, Ezekiel adalah nabi-nabi yang disebutkan dalam Injil. Apakah mereka yang dimaksud dalam ceramah ini?

Perasaan Rendah Diri Dan Takut

Apa yang menyebabkan penyakit ini? Perasaan rendah diri? Ya, umat Islam telah dikebiri. Tenaga kita telah diperas tidak hanya oleh musuh-musuh kita tetapi juga oleh teman--teman kita yang tidak mempunyai semangat berjuang. Bahkan kita kadang-kadang tidak memperdulikan apa yang telah Allah firmankan dalam Al-Qur'an tentang kekasih Allah ini (Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam).

"Dan, sesungguhnya kamu benar-benar berbudi pekerti yang agung." (QS. Al-Qalam: 4).

Yang Paling Berpengaruh

Sebenarnya wajar apabila seseorang mencintai, mengagumi atau mengidolakan seorang pemimpin. Bisa jadi dia adalah seorang guru, malaikat atau nabi. Dan, kita sering melakukan hal tersebut.

Bagaimanapun juga, apabila saya diharuskan menulis mengenai siapa nabi kita itu, pasti akan dianggap melebih-lebihkan, khayalan dan pengidolaan oleh orang-orang yang skeptis dan musuh-musuh Islam. Oleh karena itu, ijinkan saya untuk menjelaskan sejarah yang benar, kritik yang sehat bahkan pernyataan-pernyataan yang memusuhi tentang Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam. Jika penghargaan yang berasal dari non-Muslim itu tidak menyentuh hatimu, maka berarti kamu memegang suatu keyakinan yang salah. Maka keluarlah kamu dari Islam! Sudah terlalu banyak orang-orang yang tidak berguna dalam perahu Islam.

Akhir-akhir ini di Amerika Serikat telah diterbitkan sebuah buku berjudul The 100 yang berisi tentang seratus orang terbesar dalam sejarah. Michael H. Hart, seorang sejarawan, ahli matematika dan astronom Amerika Serikat, menulisnya dalam bentuk buku novel. Dia telah mencari-cari dalam sejarah, orang-orang yang telah memberikan pengaruh yang besar dalam kehidupan manusia.

Dalam buku ini, dia menceritakan seratus orang yang sangat berpengaruh termasuk Asoka, Aristotle, Buddha, Confucius, Hitler, Plato dan Zoroaster. Dia meletakkan urut-an-urutan tokoh no 1 sampai 100 bukan berdasarkan pandiangan pengaruh tokoh tersebut kepada orang-orang tetapi dia mengevaluasinya berdasarkan tingkatan pengaruh dan keunggulan masing-masing tokoh dari no 1 sampai 100. Dia memberi alasan mengapa dia meletakkan urutan tokoh tersebut. Kita tidak harus setuju dengan pendapat Hart ini, tetapi kita menghargai penelitian dan kejujurannya ini.

Hal yang paling mencengangkan adalah pilihannya untuk menempatkan Rasulullah Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam di urutan no 1. Pertama dari 100! Hal ini menegaskan, tanpa dia ketahui, Firman Allah dalam Al-Qur'an surat Al-Ahzab ayat 21,

"Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullahs Itu suri teladan yang baik bagimu. "

Yesus berada di no. 3. Penempatan Rasulullah di urutan no 1 oleh Hart tentu saja menggembirakan kaum Muslimin; tetapi hal ini mengecewakan non-Muslim, terutama Yahudi dan Kristen. Yesus no. 3 dan Musa Alaihis-salam no. 40! Hal ini sulit diterima mereka. Tetapi apa yang dikatakan Hart? Inilah argumentasinya:

Meskipun jumlah umat Kristen lebih banyak dari umat Islam di dunia ini, mungkin kelihatannya aneh bahwa Muhammad berada di urutan lebih tinggi dibanding Yesus. Ada dua alasan mengenai hal tersebut:

Pertama, Muhammad memegang peranan lebih penting dalam pengembangan Islam dibanding peranan Yesus dalam pengembangan Kristen. Meskipun Yesus bertanggung jawab terhadap ajaran tata susila dan moral Kristen (sejauh ini berbeda dengan ajaran Yahudi), St. Paul-lah yang mengembangkan agama Kristen, penyebar dan penulis sebagian besar dari Kitab Perjanjian Baru. Kedua, Muhammad bagaimanapun juga bertanggungjawab atas agama Islam, ajaran tata susila dan prinsip moral. Selain itu, dia-lah yang memegang kunci utama dalam penyebaran agama Islam dan membangun peradaban Islam. (Michael H. Hart dalam bukunya The 100 halaman 38-39).

Paul Pendiri Agama Kristen

Menurut Hart, penghargaan terhadap pendiri Kristen harus dibagi antara Yesus dan St. Paul. Hart percaya bahwa sebenarnya Paul-lah yang mendirikan Kristen. Saya tidak bisa berargumentasi dengan Hart. Dari total 27 Kitab Perjanjian Baru, lebih setengahnya ditulis oleh Paul. Jika kamu memperhatikan apa yang disebut A Red Letter Bible (Bibel Huruf Merah) kamu akan menemukan bahwa setiap kata-kata yang berasal dari ucapan Yesus ditulis dengan tinta merah sedang yang bukan dengan tinta hitam biasa. Jangan heran kalau kamu menemukan bahwa dalam "Injil" yang merupakan Kitab Suci Yesus, sembilan puluh persen lebih dari 27 Kitab Perjanjian Baru ditulis dengan tinta hitam.

Ini merupakan pengakuan terus terang dalam Injil. Bahkan Misionaris Kristen mengakui bahwa sebenarnya 100% berasal dari Paul.

Tak Seorang pun Mengikuti Yesus

"Yesus berkata, 'Jika kamu mengasihi aku, kamu akan menuruti segala perintahku'..." (John 14: 15).

Dia berkata lebih lanjut:

Karena itu siapa yang meniadakan salah satu perintah hukum Taurat sekalipun yang paling kecil, dan mengajarkannya demikian kepada orang lain, ia akan menduduki tempat yang paling rendah di dalam kerajaan surga. (Matthew 5: 19)

Setiap orang Kristen yang kamu tanyai "Apakah kamu mengikuti hukum dan Firmannya?" Mereka akan menjawab, "Tidak!" Jika kamu tanyakan lagi, "Mengapa tidak?" Bila ia adalah orang yang tidak taat pada Bibel maka ia akan menjawab, "Hukum tersebut sudah kuno dan dibuang. Kita hidup dalam zaman modern sekarang".

Setiap kali kamu ingatkan dia dengan apa yang dikatakan Tuhan Yesusnya, dia akan mendebatmu dengan kata-kata dari Corinthian, Galathian, Ephisian, Philippian dan lain-lain. Jika kamu tanyakan, "Siapa mereka?"

Mereka menjawab, "Paul, Paul, Paul".

Kamu bertanya lagi, "Siapa Tuhanmu?"

Dia akan menjawab, "Yesus". Tapi dia akan segera membantah bahwa Yesus adalah sama dengan Paul.

Tak seorang pun umat Kristen yang memperdebatkan kenyataan bahwa pendiri sebenarnya dari agama Kristen adalah St. Paul. Oleh karena itu, wajarlah apabila Michael H. Hart menempatkan Yesus pada urutan no 3.

Mengapa Memancing Kegusaran Penggemarmu?

Penempatan Yesus pada urutan ke 3 oleh Michael H. Hart menimbulkan pertanyaan besar kepada kita. Mengapa seorang Bangsa Amerika menerbitkan sebuah buku dengan 572 halaman di Amerika dan menjualnya seharga 5 dollar Amerika, padahal buku tersebut bisa merangsang kegusaran pembacanya?

Siapa yang akan membeli buku tersebut? Tentu saja bukan orang Pakistan atau Bangladesh atau Arab atau Turki! Tentu saja pembelinya adalah dari 250 juta orang Kristen dan 6 juta orang Yahudi di Amerika Serikat. Lalu mengapa mereka memancing pembacanya? Tidakkah mereka mendengar pepatah "Pelanggan adalah selalu benar!" Tentu saja dia mengetahuinya. Lalu mengapa dia nekat dengan keputusannya untuk tetap menerbitkan buku tersebut. Sebelum saya menutup episode Hart ini, mari kita dengarkan alasan atas keberaniannya:

"Pilihan saya untuk menempatkan Muhammad pada urutan pertama dari daftar orang-orang yang paling berpengaruh mungkin mencengangkan bagi sebagian pembaca dan menjadi pertanyaan besar bagi mereka, tetapi memang sepanjang sejarah hanya dia-lah satu-satunya orang yang paling berpengaruh baik dalam keagamaan maupun dalam keduniaan." (Michael H. Hart. Dalam The 100: A ranking of the Most Influential Persons in History, New York: Hart Publishing Company, Inc. 1978. Halaman 33).

Siapa Pemimpin Terbesar Dalam Sejarah

Majalah Time, 15 Juli 1974

Majalah terkenal "Time" menempatkan rubrik dengan judul tersebut di sampul depannya. Di dalam majalah tersebut berisi sejumlah artikel yang bertema "Apa yang membuat seseorang menjadi pemimpin besar? Sepanjang sejarah, siapa yang berkualitas sebagai pemimpiri besar?" Time mewawancarai sejumlah ahli sejarah, penulis, pejabat militer, pelaku bisnis dan profesi lainnya. Tiap-tiap orang mengemukakan tokoh pilihannya seobyektif mungkin berdasarkan kepedulian dan persangkaannya masing-masing.

Siapa Yang Mengetahui Dr Salazar?

Sudah menjadi kebiasaan dan tugas yang menyenangkan bagi saya untuk mengantarkan orang-orang non-Muslim berjalan-jalan ke sebuah masjid terbesar di sebelah Selatan Durban, yaitu Masjid Jumma.

Pada suatu kesempatan, saya mengantarkan sepasang suami istri berkebangsaan Portugis. Dalam suatu percakapan, laki-laki Portugis itu berkata, "Dr. Salazar adalah orang yang terbesar di dunia" Saya tidak mendebatnya karena saya hanya tahu sedikit bahwa Dr. Salazar adalah seorang yang pernah menjadi diktator di Portugal, walaupun ia memberikan kemajuan besar bagi negaranya. Mereka mengemukakan pendapatnya itu hanya berdasarkan apa yang mereka ketahui dan persangkaannya saja.

Muhammad Shalallahu Alaihi wa Sallam Tidak Bisa Diabaikan!

Di antara penyumbang pendapat ke "Time", kelihatannya tak seorang pun yang bisa mengabaikan Muharmmad Shallallahu Alaihi wa Sallam.

William McNeill, ahli sejarah berkebangsaan Amerika dari Universitas Chicago mengatakan:

"Jika kamu mengukur kepemimpinan berdasarkan pengaruhnya, maka kamu akan menyebut Yesus, Buddha, Muhammad, Confucius, sebagai orang-orang yang suci di dunia...."

McNeill tidak menyebut secara mendetail dan tidak memberikan alasan mengapa dia menempatkan Yesus pertama dan Muhammad ketiga. Mungkin hanya karena kebiasaan. Hal ini wajar karena McNeill adalah seorang Kristen. Bagaimanapun juga, kita tidak akan berargumentasi dengan-nya.

James Gavin, purnawirawan Angkatan Darat Amerika. Serikat, mengatakan:

"Di antara pemimpin-pemimpin yang telah memberikan pengaruh yang besar selama hidupnya, saya mempertimbangkan Muhammad; Yesus Kristus, mungkin Lenin, mungkin Mao. Sebagai seorang pemimpin yang berkualitas sekarang ini saya akan memilih John F. Kennedy".

Sang Jenderal tidak berkata banyak, tetapi kita salut kepadanya. Untuk menuliskan nama Muhammad sebelum Yesus memerlukan keberanian yang besar.

Jules Masserman, Psikoanalis dan Profesor di Universitas Chicago Amerika Serikat, tidak seperti yang lain, memberikan dasar dari pemilihannya terhadap pemimpin terbesar sepanjang masa.

Dia ingin kita menemukan sendiri apa yang benar-benar kita cari dari seorang pemimpin. Dia memberikan kualifikasi seorang pemimpin. Seperti juga Michael H. Hart, dia mencari pemimpin berdasarkan pengaruh yang terbesar.

Bagaimanapun juga Masserman tidak mau kita tergantung pada kesenangan atau persangkaan kita saja. Dia ingin kita membangun standar objektifitas untuk menilai sebelum kita memutuskan mengidolakan seseorang sebagai pemimpin yang besar.

Dia berkata bahwa "Pemimpin harus memenuhi tiga fungsi...."

1. Pemimpin harus menyediakan kesejahteraan bagi orang-orang yang dipimpinnya ....

Pemimpin, siapapun dia harus memperhatikan kesejahteraan masyarakatnya. Dia tidak boleh mengumpulkan sapi-sapi perah hanya untuk kerakusannya sendiri, seperti Pendeta Jim Jones dari Jonestown, Guyana. Anda mungkin mengingatnya sebagai seorang pemimpin upacara bunuh diri masal dengan 910 pengikutnya pada saat yang bersamaan. Luar Biasa.

Pemerintah Amerika Serikat mengejarnya dan hampir berhasil mengepungnya. Tetapi sebelum mereka berhasil menangkapnya, dia berpikir bahwa mereka tidak boleh memisahkan dirinya dari pengikutnya sehingga tak seorang pun yang bisa bersaksi menghianatinya. Dia mencampur minuman limun dengan sianida dan mengajak pengikutnya untuk meminumnya. Mereka meminumnya dan mati bersama, pada saat yang sama, ditemukan bahwa Jim Jones telah menimbun 15 juta dollar Amerika Serikat dan menaruhnya dalam rekeningnya di berbagai negara.

2. Pemimpin atau calon pemimpin harus menyediakan suatu organisasi sosial dimana orang-orang merasa aman di dalamnya....

Tidak seperti Marxist, Fascist, Nazi, Neo-Nazi, Ashke-nazi dan Zionis, Professor Masserman dalam majalah Time tidak menguraikan lebih jauh. Tetapi berdasarkan keyakinan dan kepercayaannya, dengan jelas ia mencari bahwa seorang pemimpin akan menyediakan kehidupan sosial yang bebas dari egoisme, ketamakan dan rasisme karena sifat-sifat ini akan membawa mereka dalam kerusakan.

"Masih Banyak penderitaan dan dosa di sekitar kita
Ketidakadilan, penganiayaan, kesalahan dan kebencian.
Keangkuhan yang mematikan hati nurani,
Menghancurkan jiwa berkeping-keping
Menjadi daging yang menjijikkan
Debu-debu yang beterbangan, membentuk berhala-berhala
Untuk pemujaan, tanpa mengacuhkan serangan
Tanduk yang besar dan mencoba membuat malu
Kebijakan yang benar Manusia masih menjalankan perbudakan
Penentangan secara halus mengakhiri perbudakan!
Ketamakan masih berada disekitar kita
Memangsa kita dengan kekuatannya
Tidak Iebih, ... Kehalusan suara seseorang
Tercekik dalam teriakan yang serak
Dari kelompok dan kumpulan yang saling berteriak
Apa yang mereka sebut slogan baru,
Kepalsuan lama yang menyesatkan." (Abdullah Yusuf .Ali)

3. Pemimpin harus menyediakan suatu kepercayaan bagi pengikutnya.

Mudah untuk membicarakan tentang persaudaraan dan persahabatan antar manusia, tetapi sekarang ini di Afrika Selatan banyak sekte dan golongan-golongan kulit putih (orang keturunan Eropa) dan 3000 orang kulit hitam (keturunan Afrika).

Gereja-gereja kulit putih di negara saya sekarang ini banyak menghasilkan uskup-uskup kulit hitam tetapi pada 300 tahun awal-awal penaklukan Eropa, mereka tidak menghasilkan satupun uskup kulit hitam. Bahkan sampai sekarang, kulit hitam, kulit putih, kulit berwarna dan Indian tidak bisa beribadah bersama dalam gereja-gereja Belanda. Kebencian antara sekte Kristen digambarkan dengan tepat oleh Kaisar Julian yang berkata:

"Tak satu pun binatang buas yang sangat bermusuhan dengan manusia seperti sekte Kristen yang bermusuhan satu sama lain." (Sayed Amir Ali dalam Spirit of Islam halaman lii).

Berdasarkan ketiga standar di atas, Masserman mencari dan menganalisa dalam sejarah terhadap Louis Pasteur, Salk, Gandhi, Confucius, Alexander yang agung, Caesar, Hitler, Buddha, Yesus dan lain-lain, akhirnya dia mengambil kesimpulan bahwa: "Mungkin pemimpin yang terbesar sepanjang waktu adalah Muhammad yang mengkombinasikan ketiga fungsi tersebut dan pada urutan berikutnya adalah Musa."

Kita tidak bisa mengabaikan begitu saja pendapat Masserman ini, karena bahkan sebagai seorang Yahudi ia tetap juga menganalisa Adolf Hitler, musuh terbesar bangsanya. Dia mempertimbangkan Adolf Hitler sebagai pemimpin yang besar. Ras Jerman yang terdiri dari 90 juta orang telah siap menuju kejayaan walaupun akhirnya hancur berantakan.

Hitler bukanlah pertanyaan kita. Pertanyaannya adalah mengapa Masserman, seorang Yahudi Amerika yang mengabdi pada pemerintah, mengumumkan kepada bangsanya sendiri yang terdiri 200 juta umat Yahudi dan Kristen bahwa bukan Yesus atau Musa tetapi Muhammad-lah pemimpin terbesar sepanjang waktu!

Apa Yang Dikatakan Oleh Orang-orang Yang Skeptis?

Michael H. Hart menempatkan Muhammad no. 1 dalam daftarnya dan Yesus Kristus no. 3. Mengapa? Apakah dia disuap (?).

William McNeill mempertimbangkan Muhammad dalam tiga nama teratas dalam daftarnya. Mengapa? Apakah dia disuap (?).

James Gavin menempatkan Muhammad sebelum Kristus. Mengapa? Apakah dia disuap (?).

Jules Masserman menempatkan Muhammad no. 1 dan pemimpinnya sendiri Musa pada no. 2. Mengapa? Apakah dia disuap (?).

"Apakah kita beranggapan bahwa semua puji-pujian pada Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam ini adalah hanya suatu permainan sulap dan perdukunan ... Saya tidak bisa beranggapan demikian ... Manusia tidak akan mengerti sama sekali tentang umat manusia jika perdukunan tumbuh subur dan berkembang dalam dunia".

Orang-orang yang suka menghina Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam atau Islam memfitnah bahwa orang-orang yang memuji Muhammad itu telah disuap dan didukuni oleh orang-orang Arab. Saya ulangi bahwa hal itu mungkin saja tetapi itu adalah tidak benar!

Mereka beranggapan orang-orang yang memuji Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam adalah "Quisling". Pada perang Dunia kedua, Norwegia menghukum mati seorang 'Quisling'. Hal ini tidak seperti di Amerika Serikat dan di negara-negara Barat lainnya yang mulai dapat menerima adanya 'Quisling' karena terbukanya hubungan dengan Timur Tengah. Biar bagaimanapun kita menghargai keterbukaan ini.

Sekarang kita bisa menyimpulkan dengan benar bahwa Tuhan Yang Maha Pengasih selalu menjaga kebenaran utusan-Nya, Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam.

"Dan, Kami tinggikan bagimu sebutan (nama)mu." (QS Insyiraah: 4)

Teman-teman atau musuh sama saja. Tampaknya dengan beberapa tekanan rahasia dibuat untuk memberikan penghargaan tanpa diminta terhadap Utusan Tuhan yang agung ini. Tetapi Tuhan yang Kuasa bahkan mendapat pertolongan bahkan dari syetan untuk melayani-Nya, seperti yang terjadi pada masa Yesus (Mathew 4: 1-11). Kadang-kadang syetan pun akan mengatakan kebenaran yang mutlak.

Professor K.S. Ramakrisnha Rao, seorang ahli filsafat Hindu, dalam bukunya yang berjudul Muhummed - The Prophet of Islam (Muhammad - Nabi umat Islam) mengutip keberadaan Adolf Hitler untuk membuktikan kebesaran Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam. Sang Professor seperti juga Jules Masserman yang telah mengevaluasi Nabi Umat Islam berdasarkan 3 kriteria (Lihat lampiran C halaman 160). Dia mengutip apa yang dikatakan Hitler:

"Seorang teoritikus jarang yang merupakan seorang pemimpin besar. Seorang penghasut mungkin memiliki kualitas-kualitas ini, bahkan mungkin lebih baik, karena kepemimpinan berarti kemampuan mengumpulkan massa. Bakat untuk menghasilkan ide-ide secara umum tidak sebanding dengan kapasitas kepemimpinan." Hitler melanjutkan: "Gabungan dari kemampuan berteori, mengorganisir dan memimpin merupakan fenomena yang jarang dimiliki oleh seseorang di dunia ini: di sanalah terletak keagungan."

Professor Rao menyimpulkan dengan kata-katanya sendiri: "Dalam diri seorang Nabi Islam, dunia telah melihat fenomena yang jarang ini, yang mengalir dalam darah dan dagingnya."

Membagikan Kemarahan

Sebelum orang-orang menuduh sang professor dengan persangkaan yang tak pantas dan telah disuap, mari kita lihat beberapa nama orang-orang yang mengagumi Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam:

  1. "Muhammad adalah suatu jiwa yang bijaksana dan pengaruhnya dirasakan dan tak akan dilupakan oleh orang orang di sekitarnya." (Diwan Chand Sharma, seorang sarjana beragama Hindu, dalam bukunya The Prophets of the East (Nabi-nabi dari Timur), Calcutta 1935, halaman 122.)
  2. "Empat tahun setelah kematian Justinian, 569 m, lahir di Makkah di tanah Arab, seorang yang memberikan pengaruh yang terbesar bagi umat manusia. Orang itu adalah ... Muhammad ... " (John William Draper, M.D., LLD., dalam bukunya A History of the Intellectual Development of Europe (Sejarah Perkembangan Intelektual di Eropa), London 1875.)
  3. "Saya ragu apakah ada orang lain yang bisa merubah kondisi manusia begitu besar seperti yang dilakukan oleh dia (Muhammad SAW)." (R.V.C. Bodley dalam The Messenger (Sang Utusan), London 1946, halaman 9.).
  4. "Saya telah mempelajari dia (Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam) laki-laki yang luar biasa dan menurut saya, terlepas dari pemikiran anti kristen, dia adalah penyelamat umat manusia." (George Bernard Shaw dalam The Genuine of Islam (Islam yang Murni), volume I no. 81936).
  5. "Dengan sebuah keberuntungan yang sangat unik dalam sejarah, Muhammad adalah pendiri dari suatu negara, suatu kerajaan dan suatu agama." (R.Bosworth-Smith dalam Mohammed and Mohammedanism, 1946).
  6. "Muhammad adalah pribadi religius yang paling sukses" (Encyclopedia Britannica, edisi ke-11).

(sebelum, sesudah)


The Choice Islam and Christianity
Judul edisi Indonesia: Dialog Islam Kristen
Pengarang: Ahmaed Deedat
Penerbit: Pustaka Al-Kautsar, Jakarta
Cetakan I: Juni 1999, Cetakan II: September 1999 (Revisi)
(Versi online dilakukan oleh jrm@detik.com September 2000)


ISNET Homepage | MEDIA Homepage | Program Kerja | Koleksi | Anggota

Dirancang oleh MEDIA, 1997-2000.
Hak cipta © dicadangkan.