Doa Sang Katak

oleh Anthony de Mello SJ

Indeks Islam | Indeks Sufi | Indeks Artikel | Tentang Penulis
ISNET Homepage | MEDIA Homepage | Program Kerja | Koleksi | Anggota

 

BATU AJAIB
 
Cobalah  perhatikan  yang  senang  mereka sebut tingkah laku
yang bebas dan bertanggung jawab, dan  mungkin  engkau  akan
menemukan  bahwa  itu  bukan  tindakan  yang sadar melainkan
gerakan seperti mesin ...
 
Alkisah, ketika Perpustakaan Pusat di Aleksandria  terbakar,
yang  tinggal  hanyalah  sebuah buku. Buku itu sangat biasa,
lusuh dan tidak menarik, maka dijual dengan  harga  beberapa
sen kepada seorang miskin yang hampir tidak dapat membaca.
 
Namun  buku  yang  tampaknya  lusuh  dan  tidak  menarik itu
mungkin merupakan buku yang paling berharga di dunia, karena
pada  bagian dalam sampul belakang tertulis beberapa kalimat
dalam huruf besar dan bulat, yang  berisi  rahasia  mengenai
Batu  Ajaib  -  sebutir batu kecil tipis yang dapat mengubah
segala sesuatu yang disentuhnya menjadi emas murni.
 
Tulisan itu mengatakan bahwa batu berharga itu  terdapat  di
pantai  Laut  Hitam,  di  antara beribu-ribu batu kecil yang
persis sama bentuknya. Yang  membedakan  Batu  Ajaib  dengan
batu-batu  yang  lain  hanyalah  ini:  batu-batu  lain kalau
disentuh, rasanya dingin, Batu  Ajaib  itu  rasanya  hangat,
seolah-olah  hidup. Orang itu sangat bergembira karena nasib
baik itu. Ia menjual segala sesuatu yang ia miliki, meminjam
uang  yang dapat dipakai selama satu tahun dan pergi ke Laut
Hitam. Di sana ia memasang  kemah  dan  mulai  mencari  Batu
Ajaib itu dengan saksama.
 
Inilah  cara  ia  bekerja: ia mengangkat sebutir batu, kalau
batu itu dingin, ia tidak melemparkannya kembali  ke  pantai
karena   kalau  demikian  mungkin  ia  akan  mengangkat  dan
merasakannya  berpuluh-puluh  kali.  Batu  dingin   itu   ia
lemparkan  ke  laut.  Demikian setiap hari selama berjam-jam
terus-menerus  dengan  tekun  ia  bertahan  dalam  usahanya:
mengangkat sebutir batu, kalau terasa dingin, melemparkannya
ke laut. Mengangkat yang lain  ...  demikian  terus  menerus
tidak pernah berhenti.
 
Satu  minggu  lewat,  satu  bulan, sepuluh bulan, satu tahun
penuh, ia terus bekerja. Lalu  ia  meminjam  uang  lagi  dan
bertahan  terus  sampai  dua tahun. Begitu ia terus bekerja:
mengangkat  sebutir  batu,  merasakannya  ...  kalau  terasa
dingin,    melemparkannya   ke   dalam   laut.   Berjam-jam,
berhari-hari, berminggu-minggu  ...  masih  belum  menemukan
Batu Ajaib.
 
Pada suatu sore ia mengambil sebutir batu dan rasanya hangat
- dan karena kekuatan  kebiasaannya,  ia  melemparkannya  ke
Laut Hitam!
 
                     (DOA SANG KATAK 2, Anthony de Mello SJ,
                        Penerbit Kanisius, Cetakan 12, 1990)

Indeks Islam | Indeks Sufi | Indeks Artikel | Tentang Penulis
ISNET Homepage | MEDIA Homepage | Program Kerja | Koleksi | Anggota

Please direct any suggestion to Media Team