Doa Sang Katak

oleh Anthony de Mello SJ

Indeks Islam | Indeks Sufi | Indeks Artikel | Tentang Penulis
ISNET Homepage | MEDIA Homepage | Program Kerja | Koleksi | Anggota

 

MANTRA BERBAHAYA
 
Seorang  guru sedang mengajar di suatu kelas. Pada waktu itu
sekelompok murid-murid yang masih muda minta kepadanya untuk
memberitahukan   mantra   keramat  yang  dapat  menghidupkan
kembali orang yang sudah mati.
 
"Apa yang akan kalian buat dengan hal yang begitu  berbahaya
itu?" tanya sang guru.
 
"Tidak  untuk  apa-apa, sekedar untuk meneguhkan iman kami,"
jawab mereka.
 
"Pengetahuan  yang  tidak  matang  itu   sangat   berbahaya,
anak-anakku," kata orang tua itu.
 
"Seperti  apakah  pengetahuan yang tidak matang itu?," tanya
mereka.
 
"Kalau pengetahuan itu memberikan kekuasaan kepada seseorang
yang  belum  mempunyai  kebijaksanaan  yang  harus mendasari
pemakaiannya."
 
Murid-murid itu terus  mendesak,  sehingga  orang  suci  itu
membisikkan  mantra  keramat  itu  ke  telinga mereka sambil
berkali-kali minta agar mereka menggunakannya dengan  sangat
hati-hati dan penuh pertimbangan.
 
Tidak  lama sesudah itu, orang-orang muda itu berjalan-jalan
di  padang.  Mereka  melihat  setumpuk  tulang  yang   sudah
memutih.  Dengan  sikap  sembrono yang biasanya menjadi ciri
kelompok,  mereka  memutuskan  untuk  menguji  mantra,  yang
seharusnya hanya digunakan sesudah meditasi yang lama.
 
Segera  sesudah  mereka  mengucapkan  kata-kata keramat itu,
tulang-tulang itu  langsung  ditumbuhi  daging  dan  berubah
menjadi  serigala-serigala  yang  kelaparan,  yang  mengejar
mereka dan mencabik-cabik tubuh mereka.
 
                     (DOA SANG KATAK 2, Anthony de Mello SJ,
                        Penerbit Kanisius, Cetakan 12, 1990)

Indeks Islam | Indeks Sufi | Indeks Artikel | Tentang Penulis
ISNET Homepage | MEDIA Homepage | Program Kerja | Koleksi | Anggota

Please direct any suggestion to Media Team