Penari Indonesia Tempo Doeloe

dikumpulkan dari berbagai sumber
untuk mempercepat penyebaran informasi secara efisien
dan menambah percepatan kemajuan Indonesia tercinta ...


Foto 1. Tari Srimpi Renggawati karya Hamengkubuwana V (24 Januari 1820 – 5 Juni 1855).
Kisah Dewi Renggawati (Ambarawati) yang menemukan burung Mliwis penyamaran Prabu Angling Darma raja Malawapati yang sedang mencari pengganti almarhumah istrinya Dewi Setyawati. Biasanya Tari Srimpi dibawakan oleh 4 putri,namun Srimpi Renggowati ditarikan oleh 5 orang: 4 penari Srimpi dan 1 penari Renggowati yang biasanya adalah gadis yang belum menstruasi. Cerita ini sering ditampilkan dalam pementasan kethoprak tradisional. Penjelasan dari ahli tari gaya Yogyakarta, Susetyo Hario Putero. (sumber foto)


Foto 2. 1900-1940: Pertunjukan wayang kulit di nDalem Sompilan 12, Ngasem, Yogyakarta.
Peringatan 15 tahun naik tahta Hamengku Buwono VIII. (sumber foto)


Foto 3. 1910-1925: Pertunjukan wayang orang di Pura Mangkunegaran Sala. (sumber foto)


Foto 4. 1920-1930: Para penari di Jawa. Penerbit: Keystone View Company. (sumber foto)

(sebelum, sesudah)


oleh Ir. Djoko Luknanto, M.Sc., Ph.D.
Facebook - PerkuliahanTweeter - Djoko LuknantoLinkedin - Djoko LuknantoFacebook - Djoko Luknanto
(Djoko Luknanto, Jack la Motta, Luke Skywalker)
(Alamat situs ini: http://luk.staff.ugm.ac.id/itd/penari/, http://luk.tsipil.ugm.ac.id/itd/penari/)

Pensiunan Peneliti Sumberdaya Air
di Laboratorium Hidraulika
Departemen Teknik Sipil dan Lingkungan, Fakultas Teknik
Universitas Gadjah Mada
Jln. Grafika 2, Yogyakarta 55281, INDONESIA
Tel: +62 (274)-545675, 519788, Fax: +62 (274)-545676, 519788