|
|
Mitos atau Realitas |
|
|
PERANG SALIB (1/2)
Beberapa peristiwa mempunyai pengaruh yang lebih
menggetarkan dan tahan lama pada hubungan Muslim-Kristen
daripada Perang Salib. Dua mitos meliputi persepsi Barat
mengenai Perang Salib: pertama, kemenangan Kristen; kedua
bahwa Perang Salib itu dilakukan hanya untuk pembebasan
Yerusalem. Bagi banyak orang Barat, fakta-fakta khusus yang
menyangkut Perang Salib hanya diketahui secara samar-samar.[1]
Sebenarnya banyak orang tidak mengetahui siapa yang memulai
peperangan itu, mengapa berperang, atau bagaimana peperangan
itu dimenangkan. Bagi kaum Muslim, kenangan mengenai Perang
Salib itu tetap hidup, yang merupakan contoh Kristen militan
paling jelas, pertanda awal agresi dan imperialisme Barat
Kristen, kenangan yang hidup akan permusuhan awal Kristen
terhadap Islam.Jika banyak orang menganggap Islam sebagai
agama pedang, maka kaum Muslim selama berabad-abad telah
membicarakan ambisi dan mentalitas Tentara Salib Barat.
Karena itu, untuk hubungan Muslim-Kristen, hal itu bukan
merupakan masalah mengenai apa yang sebenarnya terjadi dalam
Perang Salib melainkan bagaimana hal-hal tersebut diingat.
Perang Salib (Crusades), yang namanya diambil dari "Cross"
(Crux dalam bahasa latin), merupakan delapan ekspedisi
militer yang terjadi sejak abad ke-11 hingga 13 yang membuat
orang-orang Kristen (tentara Kristen Franks) melawan Islam
(tentara Muslim Saracens). Abad ke-11 ditandai sebagai saat
yang menentukan dalam hubungan Barat dengan dunia Islam.
Hingga tahun 1000, Barat merupakan daerah miskin,
terbelakang, dan buta huruf. Mereka mempertahankan diri dari
serangan bangsa barbar yang terjadi di darat dan di laut...
Selama empat abad, Islam mengalami kedamaian dan keamanan
intern, sehingga mampu membangun kebudayaan urban yang,
cemerlang dan mengesankan. Kini situasinya benar-benar
berubah... Perdagangan hidup kembali (di Barat), kota dan
pasar bermunculan; penduduk bertambah... seni serta ilmu
pengetahuan mengalami kemajuan sedemikian rupa sejak masa
Kerajaan Roma.[2]
Bangsa Barat yang bangkit dari zaman kegelapan, mengadakan
penyerangan untuk mengusir kaum Muslim dan Spanyol, Italia,
Sisilia, dan Mediterrania pada saat dunia Islam telah
mengalami kemajuan dalam perjuangan politik dan agama.
Ketika kekuatannya dikalahkan oleh tentara Abbasiyah di
akhir abad ke-15, Raja Byzantium, Alexius I, yang merasa
khawatir bahwa tentara Muslim akan memenangkan seluruh Asia
dan menduduki ibukota kerajaan, Konstantinopel, memohon
bantuan Barat. Ia mengimbau kepada sesama penguasa Kristen
dan Paus untuk mengusir kaum Muslim dengan "berziarah" untuk
membebaskan Yerusalem dan sekitarnya dari tangan pemerintah
Muslim. Yerusalem adalah kota suci bagi ketiga agama
berdasarkan ajaran Nabi Ibrahim. Kota tersebut telah direbut
oleh tentara Islam tahun 638 pada masa bangsa Arab melakukan
ekspansi dan penaklukan. Di bawah pemerintahan orang-orang
Muslim, gereja dan penduduk yang beragama Kristen tidak
pernah diganggu. Tempat-tempat suci dan
peninggalan-peninggalan Kristen menjadi tempat yang selalu
dikunjungi oleh orang-orang Kristen. Orang-orang Yahudi yang
sejak lama dilarang tinggal di tempat itu oleh pemerintah
Kristen, kini diperbolehkan kembali tinggal dan beribadah di
kota Nabi Sulaiman dan Nabi Daud. Orang-orang Muslim
membangun sebuah tempat ibadah, Dome of the Rock (Kubah
Batu) dan Al-Aqsha di dekat The Wailing Wall (Tembok
Ratapan), sisa-sisa terakhir Istana Sulaiman, dan menjadi
tempat yang sangat khusus bagi Yudaisme. Lima abad hidup
berdampingan dengan damai kini porak-poranda karena
perang-perang suci yang membuat Kristen berperang melawan
Islam dan berakibat terciptanya perasaan tidak percaya serta
salah paham yang tak berkesudahan.
(bersambung 2/2)
Catatan kaki:
[1]:
Untuk sejarah Perang Salib, lihat S. Runciman, A History of
the Crusades, 3 jilid (Cambridge: Cambridge University
Press, 1951-54), dan J. Prawer, Crusader Institutions
(Oxford: Oxford University Press, 1980)
[2]:
J.J. Saunders, A History Medieval Islam (London: Routledge
and Kegan Paul, 1965), hlm. 154.
|
|
|
|
|
|
ISNET Homepage | MEDIA Homepage | Program Kerja | Koleksi | Anggota |