Al-Hikam dan Penjelasannya

Syekh Ibnu 'Athaillah as Sakandari

Indeks Islam | Indeks Sufi | Indeks Artikel | Tentang Penulis


ISNET Homepage | MEDIA Homepage | Program Kerja | Koleksi | Anggota

 

6. BILA PENGABULAN DOA TERLAMBAT

"Jangan sampai pengabulan doa yang terlambat menyebabkan Anda putus asa) padahal Anda telah sungguh-sungguh memintanya. Allah Swt. telah menjamin pengabulannya untuk Anda) dengan sesuatu yang dipilihkan-Nya untuk Anda) bukan sesuatu yang Anda pilih. dan) terkabulnya doa itu akan terjadi pada waktu yang diinginkan-Nya) bukan menyesuaikan dengan waktu yang Anda inginkan."

Jikalau Anda telah bersungguh-sungguh berdoa dan memohon kepada Allah Swt., namun belum kunjung jua dikabulkan-Nya, maka janganlah berputus asa. Teruslah berdoa dan berusaha, Dia telah menjamin pengabulannya. Dalam al-Qur’an al-Karim dijelaskan:

Dan Tuhanmu berfirman: ‘Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. …" (QS. al-Mukmin [40]:60)

Biasanya, ketika menginginkan sesuatu maka kita akan sungguh-sungguh berdoa kepada Allah Swt., bahkan setiap detik akan dimanfaatkan untuk berdoa kepada-Nya. Hanya saja, terkadang keinginan kita itu tidak segera dikabulkan­Nya.

Jikalau hal ini terjadi maka janganlah gampang berputus asa dan berprasangka buruk dengan berpandangan bahwa Allah Swt. tidak mengabulkan doa Anda, atau Dia tidak mencintai Anda. Tidak, sekali lagi tidak. Dia mencintai para hamba-Nya melebihi kasih sayang seorang ibu kepada anaknya. Dalam kehidupan sehari-hari, Anda bisa menyaksikan kasih sayang seorang ibu ketika anaknya disakiti. Ia rela menyerahkan dirinya sebagai tebusan demi keselamatan anaknya. Dan, kasih sayang-Nya melebihi hal itu.

Allah Swt. pasti mengabulkan doa Anda. Hanya saja, terkadang Dia tidak memberikan sesuatu yang sesuai dengan permintaan Anda, namun yang diberikan-Nya adalah yang terbaik buat Anda. Ingatlah, Dia adalah Tuhan Pencipta Anda, dan Anda hanyalah hamba yang diciptakan oleh­Nya. Seorang Pencipta lebih tahu tentang yang terbaik bagi hamba-Nya.

Jikalau Anda menginginkan A, dan itu baik menurut pandangan Anda, sedangkan Allah Swt. mengetahui bahwa itu tidak cocok bagi Anda, maka Dia akan memberikan gantinya yang lebih baik, misalnya dengan memberi B. Walaupun dalam pandangan Anda buruk, namun dalam pandangan­Nya adalah baik. Dan, Anda akan merasakan kebaikannya setelah Anda menjalaninya. Obat itu memang terasa pahitnya ketika ditelan, dan efek baiknya akan terasa beberapa saat setelahnya.

Bisa juga, Dia memberikan sesuatu yang Anda inginkan, namun waktunya diundur. Misalnya, Anda menginginkan kekayaan pada hari ini, namun dalam pandangan-Nya, jika Anda kaya pada hari ini maka Anda akan sombong dan senang bermaksiat kepada-Nya. oleh karena itu, Dia akan menunda permintaan Anda sampai waktu yang telah ditentukan. Dia bukan benci dan tidak mencintai Anda, justru ini adalah bukti kasih sayang-Nya kepada hamba-Nya.

Sebagai seorang hamba, sebenarnya kita tidak ada hak untuk mengkritik sesuatu yang diinginkan-Nya. Semua yang ditakdirkan bagi hamba-Nya adalah kebaikan. Terimalah sesuatu yang diberikan-Nya, dan janganlah berburuk sangka.

Belum tentu sesuatu yang Anda anggap baik, juga baik di hadapan Allah Swt. Dan, belum tentu juga sesuatu yang Anda anggap buruk, buruk pula di hadapan-Nya. Dia adalah Dzat yang Maha Mengetahui dan Menguasai segala sesuatu.

(sebelum, sesudah)


KITAB AL-HIKAM DAN PENJELASANNYA
Diterjemahkan dari Kitab Al-Hikam Karya Syekh Ibnu 'Athaillah as-Sakandari

Penyusun dan Penerjemah: D.A. Pakih Sati, Lc.
Editor: Rusdianto
Tata Sampul: Zizi
Tata Isi: Bambang
Pracetak: Wardi

Cetakan Pertama, September 2017

Penerbit: Noktah
Sampangan Gg. Perkutut No.325-B
Jl. Wonosari, Baturetno
Banguntapan Yogyakarta
Telp: (0274) 4353776, 081804374879
Fax: (0274) 4353776
E-mail: redaksi_divapress@yahoo.com, sekred.divapress@gmail.com
Blog: www.blogdivapress.com
Website: www.divapress-online.com

Indeks Islam | Indeks Sufi | Indeks Artikel | Tentang Penulis
ISNET Homepage | MEDIA Homepage | Program Kerja | Koleksi | Anggota

Please direct any suggestion to Media Team