|
|
7. JANGAN MERAGUKAN JANJI ALLAH
SWT.
- "Jangan sampai tidak terwujudnya suatu janji
membuat Anda meragukan janji Allah Swt., walaupun
waktunya telah jelas. Agar hal itu tidak merusak
pandangan mata hati Anda dan memadamkan cahaya jiwa
Anda.
Jangan sampai Anda meragukan janji Allah Swt., ketika
suatu hari Anda merasa bahwa janji-Nya tidak kunjung
terwujud. Misalnya, Allah Swt. menjanjikan kemenangan bagi
orang-orang mukmin dalam setiap peperangan menghadapi kaum
kafir dan kaum musyrikin, serta akan berkuasa di muka bumi
ini, kemudian Anda mendapati justru sebaliknya; umat Islam
selalu menelan kekalahan, melarat, dan hidup di jurang
kehancuran. di dalam hati Anda bertanya, Di mana janji
Allah Swt.? Bukankah ini adalah masa pertarungan? Demikian
juga dengan pertanyaan-pertanyaan yang serupa lainnya.
Bukan berarti Allah Swt. tidak menunaikan janji-Nya,
namun waktunya belum tepat menurut-Nya, walaupun menurut
Anda waktunya sudah tepat. Bisa jadi, semua elemen yang
dibutuhkan belum disiapkan untuk menghadapi kemenangan umat
Islam. Sehingga, jikalau diberikan kemenangan sekarang maka
mereka akan hancur dengan mudah. Akhirnya, yang tersisa
hanyalah penyesalan belaka.
Allah Swt. lebih mengetahui sesuatu yang terbaik bagi
hamba-Nya, serta waktu yang tepat untuk diberikan. Jangan
memprotes, mengkritik, atau berburuk sangka kepada-Nya,
sebab hal itu justru akan memadamkan pandangan batin Anda.
Sehingga, Anda sulit mendapatkan hidayah dan makrifat-Nya.
Ujung-ujungnya, Anda akan hidup dalam kegelapan dan terus
larut dalam kemaksiatan.
Allah Swt. berfirman:
Sesungguhnya, Allah tidak menyalahi
janji." (QS. Ali Imran [3}:9).
Jangan sampai Anda meragukan janji-Nya, sebab itu adalah
bukti kelemahan iman Anda. Jika iman Anda lemah maka
keislaman Anda pun patut dipertanyakan. Jikalau Allah Swt.
sudah menjanjikan sesuatu maka percayalah bahwa Dia akan
memenuhinya pada waktunya, bukan pada waktu yang Anda
inginkan.
Jikalau Anda mendapatkan taufiq-Nya, maka janji-Nya akan
ditunaikan sesuai dengan waktu yang Anda inginkan. Maka,
janganlah pernah bosan untuk memohon taufiq-Nya, agar Anda
berhasil mendapatkan sesuatu yang Anda inginkan, dan tepat
pada waktu yang Anda inginkan.
|
|
|
(sebelum, sesudah)
KITAB AL-HIKAM DAN PENJELASANNYA
Diterjemahkan dari Kitab Al-Hikam Karya Syekh
Ibnu 'Athaillah as-Sakandari
Penyusun dan Penerjemah: D.A. Pakih Sati, Lc.
Editor: Rusdianto
Tata Sampul: Zizi
Tata Isi: Bambang
Pracetak: Wardi
Cetakan Pertama, September 2017
Penerbit: Noktah
Sampangan Gg. Perkutut No.325-B
Jl. Wonosari, Baturetno
Banguntapan Yogyakarta
Telp: (0274) 4353776, 081804374879
Fax: (0274) 4353776
E-mail: redaksi_divapress@yahoo.com,
sekred.divapress@gmail.com
Blog: www.blogdivapress.com
Website: www.divapress-online.com
Indeks Islam |
Indeks Sufi | Indeks
Artikel | Tentang
Penulis
ISNET Homepage |
MEDIA Homepage | Program
Kerja | Koleksi |
Anggota
Please direct any suggestion to
Media
Team
|