|
|
13. UZLAH
- "Tidak ada yang bisa memberikan manfaat kepada
hati seperti yang diberikan oleh uzlah, yang digunakan
untuk memasuki medan pemikiran atau perenungan."
Jikalau hati sudah berkarat oleh dosa dan maksiat maka
tidak ada cara lain untuk menjernihkannya, kecuali dengan
uzlah, yaitu menyendiri untuk beribadah kepada Allah Swt.
Semakin ia bergaul dengan masyarakat, semakin besar
kesempatannya untuk berbuat maksiat. Dan, semakin banyak
maksiat yang dilakukannya, semakin hitam pula hatinya.
Jikalau hati sudah hitam maka hidayah-Nya akan semakin jauh.
Rasa keimanannya akan menipis. Jikalau suatu hari ia
meninggalkan shalat fardhu maka ia akan merasa biasa-biasa
saja. Ia tidak merasa berdosa, tidak merasa ada sesuatu yang
hilang dan belum dilaksanakan.
Perenungan yang dilakukan ketika uzlah akan bermanfaat
untuk menghilangkan bekas-bekas hitam dan karat yangmenempel
di hati. Bekas itu tidak boleh dibiarkan begitu saja, karena
jikalau tidak dihilangkan maka pemiliknya akan kehilangan
kenikmatan Islam. Akhirnya, ia akan mudah dituntun setan
untuk meninggalkan agama yang hanif ini.
Iman itu berada di dalam hati, yang tidak boleh dikotori
agar keimanan tetap bersih dan kokoh.
|
|
|
(sebelum, sesudah)
KITAB AL-HIKAM DAN PENJELASANNYA
Diterjemahkan dari Kitab Al-Hikam Karya Syekh
Ibnu 'Athaillah as-Sakandari
Penyusun dan Penerjemah: D.A. Pakih Sati, Lc.
Editor: Rusdianto
Tata Sampul: Zizi
Tata Isi: Bambang
Pracetak: Wardi
Cetakan Pertama, September 2017
Penerbit: Noktah
Sampangan Gg. Perkutut No.325-B
Jl. Wonosari, Baturetno
Banguntapan Yogyakarta
Telp: (0274) 4353776, 081804374879
Fax: (0274) 4353776
E-mail: redaksi_divapress@yahoo.com,
sekred.divapress@gmail.com
Blog: www.blogdivapress.com
Website: www.divapress-online.com
Indeks Islam |
Indeks Sufi | Indeks
Artikel | Tentang
Penulis
ISNET Homepage |
MEDIA Homepage | Program
Kerja | Koleksi |
Anggota
Please direct any suggestion to
Media
Team
|