14. CAHAYA HATI
- "Bagaimana hati akan bercahaya, jikalau
gambaran-gambaran dunia sudah melekat dalam cerminnya?
Bagaimana ia akan menuju Allah Swt., jikalau masih
terikat syahwat-syahwatnya? Bagaimana ia ingin memasuki
hadirat-Nya, jikalau belum membersihkan dirinya dari
junub kelalaian-kelalaiannya? Bagaimana ia bisa berharap
mampu memahami inti rahasia-rahasia, jikalau ia belum
bertaubat dari kesalahan-kesalahannya?"
Bagaimana mungkin hati Anda akan mendapatkan cahaya Allah
Swt., jikalau Anda masih menyekutukan-Nya dengan makhluk?
Anda lebih mementingkan dunia daripada diri-Nya. Anda
mengerjakan shalat hanya untuk mengharapkan pujian dari
makhluk. Jikalau Anda bershadaqah maka Anda mengharapkan
balasan materi semata. Jikalau Anda menunaikan haji maka
Anda ingin dihormati. Ikhlaskanlah niat Anda terlebih
dahulu, maka semua hasrat dunia akan mengikuti Anda;
walaupun Anda tidak menginginkannya.
Jikalau Anda ingin mendapatkan cahaya-Nya maka
lepaskanlah gambaran-gambaran dunia yang ada di dalam hati
Anda. Ikhlaskanlah diri dalam beribadah kepada-Nya. di dalam
hati seorang hamba, tidak mungkin berkumpul dua penguasa.
Hanya satu yang boleh ada, yaitu Allah Swt.
Bagaimana Anda bisa mencicipi manisnya mencintai Allah
Swt., jikalau Anda masih larut dalam syahwat-syahwat
keduniaan? Jikalau tidak memiliki uang maka Anda akan
meninggalkan ibadah kepada-Nya. Anda sibuk dengan dunia.
Jikalau Anda memiliki harta maka Anda melupakan-Nya begitu
saja. Syahwat dunia telah membelenggu Anda, sehingga Anda
pun terhijab mendapatkan makrifat-Nya.
Jikalau Anda ingin menuju-Nya maka lepaskanlah ikatan
itu. Jangan biarkan satu pun menempel di badan Anda. Ikatan
syahwat itu ibarat benalu, yang jikalau dibiarkan maka akan
menguasai Anda sehingga Anda sulit melepaskannya.
Bagaimana Anda bisa melihat-Nya di akhirat kelak, jikalau
semasa di dunia ini Anda lalai dalam beribadah kepada-Nya?
Hanyalah orang-orang yang shalih dan bersungguh-sungguh saja
yang berhak mendapatkannya.
Oleh karena itu, jikalau datang waktu shalat maka
kerjakanlah pada waktunya. Jikalau datang waktu berzakat
maka keluarkanlah segera. Dan, jikalau kemampuan haji sudah
terpenuhi maka tunaikanlah segera. Jangan dilalaikan.
Dan bagaimana Anda akan mampu memahami rahasia-rahasia
Ilahi, jikalau Anda tidak pernah bertaubat nasuha
kepada-Nya? Kalaupun Anda bertaubat maka biasanya Anda hanya
bisa meninggalkan perbuatan dosa itu secara sementara. Tidak
lama berselang, Anda akan kembali mengerjakan perbuatan
dosa.
Bagaimana hati akan bersinar jikalau hati Anda terus
dilumuri oleh dosa dan maksiat? Bersihkan segera dengan
taubat nasuha, agar hati menjadi bening dan mendapatkan
pantulan cahaya Ilahi.
|