Al-Hikam dan Penjelasannya

Syekh Ibnu 'Athaillah as Sakandari

Indeks Islam | Indeks Sufi | Indeks Artikel | Tentang Penulis


ISNET Homepage | MEDIA Homepage | Program Kerja | Koleksi | Anggota

 

15. CAHAYA ALLAH SWT.

"Seluruh alam semesta adalah kegelapan, dan yang menyinari di dalamnya adalah keberadaan Allah Swt. Barang siapa yang melihat alam, kemudian tidak melihat-Nya di dalam atau di sisi dunia, atau sebelum dan sesudahnya, maka berarti ia telah silau oleh sinar dan terhijab dari matahari makrifat karena awan-awan alam."

Seorang hamba yang hatinya bergantung pada alam semesta, yaitu selain Allah Swt. - harta, jabatan, keluarga, istri, dan lain sebagainya - maka ia akan terhijab dari cahaya-Nya. Hatinya akan gelap dan tidak mampu melihat hakikat yang berada dibalik suatu rahasia. Jikalau ini terus dibiarkan dan tidak dibersihkan maka lama-kelamaan cahaya hatinya akan padam, sehingga ia tidak bisa lagi merasakan efek dosa yang menimpanya.

Hanya ada satu Dzat yang bisa meneranginya, yaitu keberadaan Allah Swt. Akan tetapi, ini bukanlah bermakna wihdatul wujud (hulul), yang berarti menyatunya seorang hamba dengan Allah Swt. Ini adalah paham yang melenceng dan sangat tidak dibenarkan dalam akidah Ahli Sunnah wal Jamaah. Maksudnya, ketika hati sudah dihiasi oleh sifat-sifat-Nya yang layak dimiliki, seperti penyayang, pengasih, suka membantu, dan lain sebagainya, maka ia akan mendapatkan cahaya-Nya. Ia akan mampu melihat kebenaran. Hati kecilnya selalu menunjukkan pada jalan kebenaran.

Jikalau seorang hamba melihat alam semesta, kemudian tidak melihat kebesaran-Nya, maka itu adalah tanda kebutaan hati dan tertutup pandangan batinnya. Sebab, Allah Swt. berfirman:

"Dan, Dia-lah Tuhan (yang disembah) di langit dan Tuhan (yang disembah) di bumi … " (QS. az-Zukhruf [43]: 84).

Pertanda kebutaan hati berikutnya adalah seseorang tidak bisa melihat-Nya di sisinya, padahal Dia lebih dekat dari urat lehernya. Hal tersebut sebagaimana firman-Nya:

"Dan, Kami lebih dekat kepadanya daripada urat lehernya." (QS. Qaaf [50]: 16).

Selain itu, ia juga tidak bisa memahami bahwa Dia adalah Dzat yang Maha Awal dan Maha Akhir. Tidak ada seorang pun atau apa pun sebelum dan sesudah-Nya. Ingatlah firman Allah Swt. berikut:

"Dia-lah yang awal dan yang akhir … " (QS. al-Hadiid [57]: 3).

Maksud melihat Allah Swt. di alam semesta ini bukan berarti Anda melihat-Nya dengan mata telanjang. Namun, Anda mampu melihat kebesaran-Nya melalui ciptaan-Nya. Ketika Anda melihat pemandangan yang indah maka Anda takjub dan semakin mengetahui kemahabesaran-Nya. Jikalau Anda melihat hujan lebat yang diiringi angin topan maka Anda kagum dengan kemahadahsyatan-Nya.

Sedangkan orang yang tertutup cahaya hatinya maka ia tidak akan mampu memahami semua ini. Jikalau ia melihat pemandangan yang indah maka ia hanya bisa menikmatinya, tanpa merenungkan tentang Penciptanya. Jikalau ia mencicipi makanan yang enak maka ia hanya bisa merasakan, tanpa berusaha memikirkan siapa yang telah memberikan kenikmatan itu kepadanya.

Di alam semesta ini, terbentang ayat-ayat Allah Swt. oleh karena itu, para ulama membagi ayat-Nya menjadi dua bagian, yaitu ayat qur'aniyah dan ayat kauniyah. Ayat qur'aniyah adalah ayat-ayat yang terdapat dalam mushaf Sedangkan ayat-ayat kauniyah adalah ayat-ayat yang terdapat di alam semesta ini. Ayat-ayat kauniyah tidak akan mampu dilihat dan diketahui oleh orang-orang yang hatinya terhijab.

(sebelum, sesudah)


KITAB AL-HIKAM DAN PENJELASANNYA
Diterjemahkan dari Kitab Al-Hikam Karya Syekh Ibnu 'Athaillah as-Sakandari

Penyusun dan Penerjemah: D.A. Pakih Sati, Lc.
Editor: Rusdianto
Tata Sampul: Zizi
Tata Isi: Bambang
Pracetak: Wardi

Cetakan Pertama, September 2017

Penerbit: Noktah
Sampangan Gg. Perkutut No.325-B
Jl. Wonosari, Baturetno
Banguntapan Yogyakarta
Telp: (0274) 4353776, 081804374879
Fax: (0274) 4353776
E-mail: redaksi_divapress@yahoo.com, sekred.divapress@gmail.com
Blog: www.blogdivapress.com
Website: www.divapress-online.com

Indeks Islam | Indeks Sufi | Indeks Artikel | Tentang Penulis
ISNET Homepage | MEDIA Homepage | Program Kerja | Koleksi | Anggota

Please direct any suggestion to Media Team