Al-Hikam dan Penjelasannya

Syekh Ibnu 'Athaillah as Sakandari

Indeks Islam | Indeks Sufi | Indeks Artikel | Tentang Penulis


ISNET Homepage | MEDIA Homepage | Program Kerja | Koleksi | Anggota

 

22. ANTARA MEMINTA KEPADA ALLAH SWT. DAN KEPADA SELAIN-NYA

"Engkau meminta kepada Allah Swt., berarti engkau menuduh-Nya. Engkau meminta kepada-Nya, berarti engkau meng-ghibah-Nya. Engkau meminta kepada selain-Nya, itu karena sedikitnya rasa malumu. Engkau meminta kepada selain-Nya, itu karena jauhnya dirimu dari diri-Nya."

Ketika Anda berdoa kepada Allah Swt. dan memohon sesuatu, kemudian Anda berprasangka bahwa Anda tidak akan mendapatkannya, kecuali berdoa, berarti Anda menuduh-Nya dengan dusta. Walaupun Anda tidak meminta sesuatu kepada-Nya, namun jikalau itu adalah bagian Anda, maka Dia akan memberikannya.

Doa yang Anda panjatkan adalah bukti kefakiran dan kebutuhan Anda kepada-Nya. Selain itu, doa merupakan bukti kesempurnaan ubudiyah Anda kepada-Nya. Sebagai seorang hamba, Anda harus yakin bahwa Allah Swt. pasti menunaikan janji-Nya. Doa adalah otak ibadah dan senjata orang mukmin. Sesuatu yang telah ditakdirkan menjadi bagian Anda, maka Dia akan memberikannya sesuai porsi dan waktunya.

Allah Swt. lebih dekat kepada hamba-Nya dari urat leher. Dia selalu bersama Anda di mana pun Anda berada. Jikalau Anda berada di masjid maka Dia ada bersama Anda. Jikalau Anda berada di kantor maka Dia akan bersama Anda. Jikalau Anda di sawah maka Dia ada bersama Anda.

Bukalah mata batin Anda, maka Anda akan mendapati-Nya. Untuk apa Anda mencari-Nya? Sebab, Dia berada dalam setiap langkah Anda. Jikalau Anda tidak mampu melihat-Nya, berarti mata batin Anda tertutup dan terhijab oleh diri Anda sendiri, yaitu amal perbuatan Anda yang tidak diridhai-Nya, sehingga mata batin Anda semakin buta dan berkarat, serta tidak ada cahayanya lagi.

Jikalau Anda meminta kepada selain-Nya, padahal Dia selalu ada di dekat Anda dan bersama Anda, maka itu karena Anda sama sekali tidak memiliki rasa malu kepada-Nya. Bagaimana Anda meminta kepada sesuatu yang tidak berhak dijadikan sekutu-Nya? Bagaimana Anda meninggalkan Dzat Penguasa dan Pencipta, kemudian berpaling menuju sesuatu yang dikuasai dan dicipta?

Jikalau Anda meminta kepada selain-Nya yang tidak diizinkan-Nya, maka itu adalah tanda kejauhan Anda dari-Nya. Sudahlah, kembalikanlah segala urusan Anda kepada-Nya, dan bertawakallah kepada-Nya. Semua takdir berada di tangan-Nya. Janganlah meminta kepada selain-Nya, karena itu adalah kesia-siaan yang tidak akan menghasilkan apa pun, kecuali dosa dan kesyirikan.

(sebelum, sesudah)


KITAB AL-HIKAM DAN PENJELASANNYA
Diterjemahkan dari Kitab Al-Hikam Karya Syekh Ibnu 'Athaillah as-Sakandari

Penyusun dan Penerjemah: D.A. Pakih Sati, Lc.
Editor: Rusdianto
Tata Sampul: Zizi
Tata Isi: Bambang
Pracetak: Wardi

Cetakan Pertama, September 2017

Penerbit: Noktah
Sampangan Gg. Perkutut No.325-B
Jl. Wonosari, Baturetno
Banguntapan Yogyakarta
Telp: (0274) 4353776, 081804374879
Fax: (0274) 4353776
E-mail: redaksi_divapress@yahoo.com, sekred.divapress@gmail.com
Blog: www.blogdivapress.com
Website: www.divapress-online.com

Indeks Islam | Indeks Sufi | Indeks Artikel | Tentang Penulis
ISNET Homepage | MEDIA Homepage | Program Kerja | Koleksi | Anggota

Please direct any suggestion to Media Team