|
|
22. ANTARA MEMINTA KEPADA ALLAH SWT. DAN KEPADA
SELAIN-NYA
- "Engkau meminta kepada Allah Swt., berarti engkau
menuduh-Nya. Engkau meminta kepada-Nya, berarti engkau
meng-ghibah-Nya. Engkau meminta kepada selain-Nya, itu
karena sedikitnya rasa malumu. Engkau meminta kepada
selain-Nya, itu karena jauhnya dirimu dari
diri-Nya."
Ketika Anda berdoa kepada Allah Swt. dan memohon sesuatu,
kemudian Anda berprasangka bahwa Anda tidak akan
mendapatkannya, kecuali berdoa, berarti Anda menuduh-Nya
dengan dusta. Walaupun Anda tidak meminta sesuatu
kepada-Nya, namun jikalau itu adalah bagian Anda, maka Dia
akan memberikannya.
Doa yang Anda panjatkan adalah bukti kefakiran dan
kebutuhan Anda kepada-Nya. Selain itu, doa merupakan bukti
kesempurnaan ubudiyah Anda kepada-Nya. Sebagai seorang
hamba, Anda harus yakin bahwa Allah Swt. pasti menunaikan
janji-Nya. Doa adalah otak ibadah dan senjata orang mukmin.
Sesuatu yang telah ditakdirkan menjadi bagian Anda, maka Dia
akan memberikannya sesuai porsi dan waktunya.
Allah Swt. lebih dekat kepada hamba-Nya dari urat leher.
Dia selalu bersama Anda di mana pun Anda berada. Jikalau
Anda berada di masjid maka Dia ada bersama Anda. Jikalau
Anda berada di kantor maka Dia akan bersama Anda. Jikalau
Anda di sawah maka Dia ada bersama Anda.
Bukalah mata batin Anda, maka Anda akan mendapati-Nya.
Untuk apa Anda mencari-Nya? Sebab, Dia berada dalam setiap
langkah Anda. Jikalau Anda tidak mampu melihat-Nya, berarti
mata batin Anda tertutup dan terhijab oleh diri Anda
sendiri, yaitu amal perbuatan Anda yang tidak diridhai-Nya,
sehingga mata batin Anda semakin buta dan berkarat, serta
tidak ada cahayanya lagi.
Jikalau Anda meminta kepada selain-Nya, padahal Dia
selalu ada di dekat Anda dan bersama Anda, maka itu karena
Anda sama sekali tidak memiliki rasa malu kepada-Nya.
Bagaimana Anda meminta kepada sesuatu yang tidak berhak
dijadikan sekutu-Nya? Bagaimana Anda meninggalkan Dzat
Penguasa dan Pencipta, kemudian berpaling menuju sesuatu
yang dikuasai dan dicipta?
Jikalau Anda meminta kepada selain-Nya yang tidak
diizinkan-Nya, maka itu adalah tanda kejauhan Anda dari-Nya.
Sudahlah, kembalikanlah segala urusan Anda kepada-Nya, dan
bertawakallah kepada-Nya. Semua takdir berada di tangan-Nya.
Janganlah meminta kepada selain-Nya, karena itu adalah
kesia-siaan yang tidak akan menghasilkan apa pun, kecuali
dosa dan kesyirikan.
|
|
|
(sebelum, sesudah)
KITAB AL-HIKAM DAN PENJELASANNYA
Diterjemahkan dari Kitab Al-Hikam Karya Syekh
Ibnu 'Athaillah as-Sakandari
Penyusun dan Penerjemah: D.A. Pakih Sati, Lc.
Editor: Rusdianto
Tata Sampul: Zizi
Tata Isi: Bambang
Pracetak: Wardi
Cetakan Pertama, September 2017
Penerbit: Noktah
Sampangan Gg. Perkutut No.325-B
Jl. Wonosari, Baturetno
Banguntapan Yogyakarta
Telp: (0274) 4353776, 081804374879
Fax: (0274) 4353776
E-mail: redaksi_divapress@yahoo.com,
sekred.divapress@gmail.com
Blog: www.blogdivapress.com
Website: www.divapress-online.com
Indeks Islam |
Indeks Sufi | Indeks
Artikel | Tentang
Penulis
ISNET Homepage |
MEDIA Homepage | Program
Kerja | Koleksi |
Anggota
Please direct any suggestion to
Media
Team
|