Al-Hikam dan Penjelasannya

Syekh Ibnu 'Athaillah as Sakandari

Indeks Islam | Indeks Sufi | Indeks Artikel | Tentang Penulis


ISNET Homepage | MEDIA Homepage | Program Kerja | Koleksi | Anggota

 

38. MATA HATI

"Sinar mata hati akan membuat Anda mampu menyaksikan Allah Swt. dekat di sisi Anda. Mata hati akan membuat Anda mampu melihat ketiadaan Anda karena keberadaan-Nya. Dan, hakikat mata hati akan membuat Anda mampu melihat wujud-Nya, bukan ketiadaan Anda dan bukan pula wujud Anda."

Sinar mata hati akan membuat Anda mampu menyaksikan kedekatan Allah Swt. dari diri Anda. Sebab, Dia lebih dekat dari urat leher Anda. Sebenarnya, Anda tidak akan mampu menyaksikan-Nya, kecuali dengan cahaya mata batin. Jikalau cahaya ini padam maka Anda tidak akan pernah mampu melakukannya. Dan, ketahuilah, bahwa cahaya mata batin akan padam oleh maksiat. Ibarat kaca, kemaksiatan adalah karat yang menutupinya untuk menerima asupan cahaya matahari, lampu, dan lain sebagainya.

Salah satu tingkatan sinar mata hati adalah ainul bashirah (mata hati), yang akan membuat Anda mampu menyaksikan wujud Anda sendiri yang hilang dan lenyap, jika dibandingkan dengan wujud-Nya. Wujud Anda hanyalah cahaya kecil yang tidak ada artinya jikalau dibandingkan dengan cahaya-Nya. Di hadapan-Nya, wujud Anda tidak ada artinya sama sekali. Keberadaan Anda sama dengan ketiadaan Anda.

Tingkatan sinar mata hati yang paling atas dikenal dengan nama hakikatul bashirah (hakikat mata hati). dengan hakikat mata hati, Anda hanya bisa menyaksikan wujud-Nya yang azali dan abadi. Anda sama sekali tidak akan melihat keberadaan ataupun ketiadaan Anda. Konsentrasi Anda hanyalah untuk menyembah-Nya.

Inilah tingkatan mata hati yang paling tinggi, yang diharapkan oleh setiap muslim dalam beribadah kepada-Nya. Itulah tingkatan ihsan, yaitu Anda beribadah kepada-Nya seolah-olah Anda melihat-Nya. Dan, jikalau Anda tidak mampu melihat-Nya, maka Dia melihat Anda.

Dengan hakikat mata hati, Anda akan merasakan manisnya ibadah. Bahkan, Anda tidak akan mau meninggalkannya sedikit pun. Semua jiwa dan raga larut dalam rasa cinta kepada-Nya.

(sebelum, sesudah)


KITAB AL-HIKAM DAN PENJELASANNYA
Diterjemahkan dari Kitab Al-Hikam Karya Syekh Ibnu 'Athaillah as-Sakandari

Penyusun dan Penerjemah: D.A. Pakih Sati, Lc.
Editor: Rusdianto
Tata Sampul: Zizi
Tata Isi: Bambang
Pracetak: Wardi

Cetakan Pertama, September 2017

Penerbit: Noktah
Sampangan Gg. Perkutut No.325-B
Jl. Wonosari, Baturetno
Banguntapan Yogyakarta
Telp: (0274) 4353776, 081804374879
Fax: (0274) 4353776
E-mail: redaksi_divapress@yahoo.com, sekred.divapress@gmail.com
Blog: www.blogdivapress.com
Website: www.divapress-online.com

Indeks Islam | Indeks Sufi | Indeks Artikel | Tentang Penulis
ISNET Homepage | MEDIA Homepage | Program Kerja | Koleksi | Anggota

Please direct any suggestion to Media Team