|
|
50. TANDA KEMATIAN HATI
- "Di antara tanda kematian hati adalah engkau tidak
bersedih ketika melewatkan ketaatan, dan tidak menyesal
ketika melakukan kemaksiatan."
Di antara tanda hati yang mati adalah tidak bersedih
ketika Anda melewatkan momen-momen ketaatan yang diberikan
oleh Allah Swt. Ketika Anda diberikan waktu untuk
mengerjakan shalat maka Anda melewatkannya begitu saja.
Ketika berzina, atau mencuri, Anda diberi kesempatan
bershadaqah atau berzakat maka Anda membiarkannya. Ketika
Anda diberi kesempatan menunaikan haji maka Anda
melalaikannya. Dan, masih banyak lagi contoh ibadah yang
Anda lewatkan, padahal kesempatan itu sudah ada di depan
mata.
Kematian hati yang dimaksud adalah tidak adanya rasa
cinta kepada-Nya, rasa rindu menghampiri-Nya, dan ingin
selalu bermunajat kepada-Nya. Jikalau ini dibiarkan maka
akan mencapai tingkat kronis, yang membuat Anda tidak
sensitif lagi dengan kemaksiatan dan ketaatan.
Jikalau hati sudah mati maka Anda tidak akan menyesal
ketika berzina, atau mencuri, atau membunuh, atau perbuatan
maksiat lainnya. Hati Anda sudah mati, dan tidak ada lagi
cahaya keimanan. Keadaan seperti ini merupakan tanda bahwa
Anda berada di jurang kekufuran. Selamatkanlah diri Anda
segera, yaitu dengan menjalankan ketaatan kepada-Nya.
|
|
|
(sebelum, sesudah)
KITAB AL-HIKAM DAN PENJELASANNYA
Diterjemahkan dari Kitab Al-Hikam Karya Syekh
Ibnu 'Athaillah as-Sakandari
Penyusun dan Penerjemah: D.A. Pakih Sati, Lc.
Editor: Rusdianto
Tata Sampul: Zizi
Tata Isi: Bambang
Pracetak: Wardi
Cetakan Pertama, September 2017
Penerbit: Noktah
Sampangan Gg. Perkutut No.325-B
Jl. Wonosari, Baturetno
Banguntapan Yogyakarta
Telp: (0274) 4353776, 081804374879
Fax: (0274) 4353776
E-mail: redaksi_divapress@yahoo.com,
sekred.divapress@gmail.com
Blog: www.blogdivapress.com
Website: www.divapress-online.com
Indeks Islam |
Indeks Sufi | Indeks
Artikel | Tentang
Penulis
ISNET Homepage |
MEDIA Homepage | Program
Kerja | Koleksi |
Anggota
Please direct any suggestion to
Media
Team
|