|
|
67. TIDAK BERADAB KEPADA ALLAH
SWT.
- "Di antara tanda kebodohan seorang murid adalah
ketika ia tidak sopan, kemudian hukumannya tidak
disegerakan. Dia berkata, ']jikalau ini tidak sopan
maka tentu bantuan akan diputus dan harus dijauhkannya'
Bisa jadi, bantuan itu diputuskan darinya, sedangkan ia
tidak menyadarinya. Walaupun tidak ada pemutusan bantuan,
tetapi yang akan terjadi adalah tidak adanya tambahan.
Bisa jadi juga, ia akan ditempatkan di tempat yang jauh,
sedangkan ia tidak menyadarinya. Bila ini tidak terjadi
maka pasti Anda akan dibiarkan berbuat sesuka hati
Anda."
Di antara tanda kebodohan seorang murid adalah ketika ia
bersikap kurang ajar kepada Allah Swt., baik dalam hal
perkataan maupun perbuatan, baik secara lahiriah maupun
batiniah. Padahal, sikap ini harus diketahui dan dikenalnya,
jikalau ia ingin menuju-Nya. Jikalau ia tidak ingin
mengenal-Nya maka bagaimana mungkin ia akan sampai
kepada-Nya?!
Misalnya, ketika ia meninggalkan shalat maka ini adalah
bentuk maksiat kepada-Nya. Pada saat itu, Allah Swt. memang
tidak mengazabnya, sehingga murid tersebut berkata, "Jikalau
ini tergolong maksiat maka tentu Allah Swt. akan memutuskan
nikmat-Nya dariku, lalu menjauhkanku dari-Nya. Tetapi,
kenyataannya tidak demikian."
Kepada orang yang seperti ini kita harus mengatakan bahwa
ia telah mendapatkan azab-Nya, hanya saja ia tidak
menyadari. Bisa jadi, nikmat yang ia dapatkan tidak pernah
bertambah sedikit pun. Itulah azab yang paling minimal.
Namun, bisa juga lebih dari itu, yaitu kehilangan harta
benda, atau dirampok, atau kebakaran, dan lain sebagainya.
Itu adalah salah satu cara Allah Swt. menghilangkan nikmat
dari hamba-Nya. Dia mampu melakukan apa saja yang
diinginkan-Nya.
Jikalau Anda merasa sama sekali tidak dijauhkan dari
rahmat-Nya maka Anda salah besar. Bisa jadi, ketika Anda
dibiarkan bermaksiat kepada-Nya maka itu adalah azab bagi
Anda. Apakah Anda tidak menyadari bahwa semakin banyak
maksiat yang Anda lakukan, semakin besar pula kesempatan
Anda menghuni neraka-Nya. Apakah Anda tidak tahu bahwa Anda
diuji oleh Allah Swt. agar Anda sadar bahwa semua itu
merupakan kenikmatan yang tersembunyi. Sadarilah itu.
Jikalau Anda masih merasa aman maka itu adalah kesalahan
yang nyata dalam berpikir.
|
|
|
(sebelum, sesudah)
KITAB AL-HIKAM DAN PENJELASANNYA
Diterjemahkan dari Kitab Al-Hikam Karya Syekh
Ibnu 'Athaillah as-Sakandari
Penyusun dan Penerjemah: D.A. Pakih Sati, Lc.
Editor: Rusdianto
Tata Sampul: Zizi
Tata Isi: Bambang
Pracetak: Wardi
Cetakan Pertama, September 2017
Penerbit: Noktah
Sampangan Gg. Perkutut No.325-B
Jl. Wonosari, Baturetno
Banguntapan Yogyakarta
Telp: (0274) 4353776, 081804374879
Fax: (0274) 4353776
E-mail: redaksi_divapress@yahoo.com,
sekred.divapress@gmail.com
Blog: www.blogdivapress.com
Website: www.divapress-online.com
Indeks Islam |
Indeks Sufi | Indeks
Artikel | Tentang
Penulis
ISNET Homepage |
MEDIA Homepage | Program
Kerja | Koleksi |
Anggota
Please direct any suggestion to
Media
Team
|