Al-Hikam dan Penjelasannya

Syekh Ibnu 'Athaillah as Sakandari

Indeks Islam | Indeks Sufi | Indeks Artikel | Tentang Penulis


ISNET Homepage | MEDIA Homepage | Program Kerja | Koleksi | Anggota

 

67. TIDAK BERADAB KEPADA ALLAH SWT.

"Di antara tanda kebodohan seorang murid adalah ketika ia tidak sopan, kemudian hukumannya tidak disegerakan. Dia berkata, ']jikalau ini tidak sopan maka tentu bantuan akan diputus dan harus dijauhkannya' Bisa jadi, bantuan itu diputuskan darinya, sedangkan ia tidak menyadarinya. Walaupun tidak ada pemutusan bantuan, tetapi yang akan terjadi adalah tidak adanya tambahan. Bisa jadi juga, ia akan ditempatkan di tempat yang jauh, sedangkan ia tidak menyadarinya. Bila ini tidak terjadi maka pasti Anda akan dibiarkan berbuat sesuka hati Anda."

Di antara tanda kebodohan seorang murid adalah ketika ia bersikap kurang ajar kepada Allah Swt., baik dalam hal perkataan maupun perbuatan, baik secara lahiriah maupun batiniah. Padahal, sikap ini harus diketahui dan dikenalnya, jikalau ia ingin menuju-Nya. Jikalau ia tidak ingin mengenal-Nya maka bagaimana mungkin ia akan sampai kepada-Nya?!

Misalnya, ketika ia meninggalkan shalat maka ini adalah bentuk maksiat kepada-Nya. Pada saat itu, Allah Swt. memang tidak mengazabnya, sehingga murid tersebut berkata, "Jikalau ini tergolong maksiat maka tentu Allah Swt. akan memutuskan nikmat-Nya dariku, lalu menjauhkanku dari-Nya. Tetapi, kenyataannya tidak demikian."

Kepada orang yang seperti ini kita harus mengatakan bahwa ia telah mendapatkan azab-Nya, hanya saja ia tidak menyadari. Bisa jadi, nikmat yang ia dapatkan tidak pernah bertambah sedikit pun. Itulah azab yang paling minimal. Namun, bisa juga lebih dari itu, yaitu kehilangan harta benda, atau dirampok, atau kebakaran, dan lain sebagainya. Itu adalah salah satu cara Allah Swt. menghilangkan nikmat dari hamba-Nya. Dia mampu melakukan apa saja yang diinginkan-Nya.

Jikalau Anda merasa sama sekali tidak dijauhkan dari rahmat-Nya maka Anda salah besar. Bisa jadi, ketika Anda dibiarkan bermaksiat kepada-Nya maka itu adalah azab bagi Anda. Apakah Anda tidak menyadari bahwa semakin banyak maksiat yang Anda lakukan, semakin besar pula kesempatan Anda menghuni neraka-Nya. Apakah Anda tidak tahu bahwa Anda diuji oleh Allah Swt. agar Anda sadar bahwa semua itu merupakan kenikmatan yang tersembunyi. Sadarilah itu. Jikalau Anda masih merasa aman maka itu adalah kesalahan yang nyata dalam berpikir.

(sebelum, sesudah)


KITAB AL-HIKAM DAN PENJELASANNYA
Diterjemahkan dari Kitab Al-Hikam Karya Syekh Ibnu 'Athaillah as-Sakandari

Penyusun dan Penerjemah: D.A. Pakih Sati, Lc.
Editor: Rusdianto
Tata Sampul: Zizi
Tata Isi: Bambang
Pracetak: Wardi

Cetakan Pertama, September 2017

Penerbit: Noktah
Sampangan Gg. Perkutut No.325-B
Jl. Wonosari, Baturetno
Banguntapan Yogyakarta
Telp: (0274) 4353776, 081804374879
Fax: (0274) 4353776
E-mail: redaksi_divapress@yahoo.com, sekred.divapress@gmail.com
Blog: www.blogdivapress.com
Website: www.divapress-online.com

Indeks Islam | Indeks Sufi | Indeks Artikel | Tentang Penulis
ISNET Homepage | MEDIA Homepage | Program Kerja | Koleksi | Anggota

Please direct any suggestion to Media Team