Al-Hikam dan Penjelasannya

Syekh Ibnu 'Athaillah as Sakandari

Indeks Islam | Indeks Sufi | Indeks Artikel | Tentang Penulis


ISNET Homepage | MEDIA Homepage | Program Kerja | Koleksi | Anggota

 

78. ORANG YANG ARIF

"Tidak bisa disebut arif bila seseorang yang memberi isyarat maka ia merasa mendapati Allah Swt. lebih dekat kepadanya dari isyarat tersebut. Akan tetapi, orang yang arif adalah yang tidak memberikan isyarat karena fana dalam wujud-Nya dan larut dalam penyaksian-Nya."

Tidak bisa disebut orang yang arif dan bijaksana bila seseorang ditunjukkan sesuatu tentang Allah Swt., kemudian ia merasa lebih dekat kepada-Nya karena merasakan kehadiran-Nya. Misalnya, ketika Anda mengungkapkan bahasa-bahasa kiasan yang menunjukkan eksistensi-Nya maka itu bukan berarti Anda termasuk orang-orang yang arif. Kata-kata hikmah yang biasanya keluar dari lisan ahli hikmah atau para shalihin adalah efek kedekatannya dengan Sang Pencipta, bukan semata mengada-ada.

Jikalau Anda perhatikan perkembangan sastra di dunia ini, berapa banyak di antara mereka yang mampu membuat kata-kata indah dan syair-syair menawan? Namun, akidah mereka tidaklah lurus, bahkan tidak benar.

Orang yang arif adalah yang larut dalam wujud-Nya. Sekali lagi, penulis tegaskan bahwa ini bukanlah berarti bentuk dari wihdatul wujud, yang dianggap sesat dalam tasawuf. Ini adalah penanda seorang hamba telah larut dalam ibadahnya dan merasa nikmat menjalankannya.

Jikalau seorang hamba telah mencapai tingkatan ini maka ia akan mampu mengeluarkan kata-kata indah dan bijaksana dengan sendirinya, bukan dipaksa-paksakan. Ibarat seseorang yang sedang jatuh cinta, kata-kata yang keluar dari lisannya adalah kata-kata romantis yang ia sendiri bingung; bagaimana bisa kata-kata itu keluar dari lisannya?

Cinta dan kerinduan memang bisa membuat seseorang yang tidak mengenal syair menjadi penyair ulung, membuat seorang penakut menjadi pemberani. Dan, itulah efek yang dirasakan oleh orang-orang yang larut dalam penyaksian-Nya, yaitu kebijaksanaan/kearifan.

(sebelum, sesudah)


KITAB AL-HIKAM DAN PENJELASANNYA
Diterjemahkan dari Kitab Al-Hikam Karya Syekh Ibnu 'Athaillah as-Sakandari

Penyusun dan Penerjemah: D.A. Pakih Sati, Lc.
Editor: Rusdianto
Tata Sampul: Zizi
Tata Isi: Bambang
Pracetak: Wardi

Cetakan Pertama, September 2017

Penerbit: Noktah
Sampangan Gg. Perkutut No.325-B
Jl. Wonosari, Baturetno
Banguntapan Yogyakarta
Telp: (0274) 4353776, 081804374879
Fax: (0274) 4353776
E-mail: redaksi_divapress@yahoo.com, sekred.divapress@gmail.com
Blog: www.blogdivapress.com
Website: www.divapress-online.com

Indeks Islam | Indeks Sufi | Indeks Artikel | Tentang Penulis
ISNET Homepage | MEDIA Homepage | Program Kerja | Koleksi | Anggota

Please direct any suggestion to Media Team