Al-Hikam dan Penjelasannya

Syekh Ibnu 'Athaillah as Sakandari

Indeks Islam | Indeks Sufi | Indeks Artikel | Tentang Penulis


ISNET Homepage | MEDIA Homepage | Program Kerja | Koleksi | Anggota

 

162. RIYA

Bisa jadi, riya' itu menyusup ke dalam diri Anda dari arah yang tidak terlihat oleh para makhluk."

Riya’ adalah salah satu bentuk kesyirikan yang dibenci oleh Allah Swt. sifat ini tidak tampak jikalau dilihat dengan mata telanjang, namun bisa dirasakan oleh pelakunya sendiri. Sikap ini harus dijauhi dan dihindari oleh setiap hamba, agar amalan yang dikerjakannya tidak sia-sia dan beterbangan layaknya debu yang ditiup angin.

Biasanya, riya’ jamak dikenal dengan sikap menampakkan ibadah atau ketaatan di hadapan orang banyak. Misalnya, ketika Anda shalat maka Anda sengaja mengerjakannya di hadapan khalayak ramai dengan penuh kekhusyukan dan dipanjangkan waktunya, agar mereka mengira bahwa Anda orang shalih yang layak dicontoh dan dihormati.

Namun, ada satu sikap yang lebih sulit lagi dicerna, yaitu ketika Anda menghindari riya’ justru untuk riya. Apakah Anda bisa memahaminya?

Jikalau belum, begini gambarannya. Ketika Anda mengerjakan shalat, Anda sengaja menghindari khalayak agar tidak disangka riya’. Kemudian, Anda sengaja berkhalwat dan menyendiri. Namun, di balik semua itu, Anda justru ingin dilihat dan dipuji oleh orang lain. Anda ingin menjadi buah bibir manusia, “Lihatlah si Fulan bin Fulan. Ia sangat rajin beribadah dan berkhalwat. Kita memang tidak menyaksikan ibadahnya di depan umum, karena ia melakukannya secara sembunyi-sembunyi.”

Jikalau ada rasa ingin dipuji di balik khalwat yang Anda lakukan, maka di sanalah riya’ yang tidak banyak. dilihat oleh khalayak. Justru sikap ini lebih berbahaya lagi dari riya’ yang dilakukan di hadapan orang banyak. Jikalau Anda tidak segera menyadarinya maka Anda akan larut di dalamnya. Akhirnya, amal ibadah yang Anda kerjakan akan sia-sia belaka. Apalah gunanya amalan yang tidak ada nilainya sama sekali di hadapan Sang Khaliq?! Berhati-hatilah. Jangan sampai Anda masuk ke dalam perangkap setan.

(sebelum, sesudah)


KITAB AL-HIKAM DAN PENJELASANNYA
Diterjemahkan dari Kitab Al-Hikam Karya Syekh Ibnu 'Athaillah as-Sakandari

Penyusun dan Penerjemah: D.A. Pakih Sati, Lc.
Editor: Rusdianto
Tata Sampul: Zizi
Tata Isi: Bambang
Pracetak: Wardi

Cetakan Pertama, September 2017

Penerbit: Noktah
Sampangan Gg. Perkutut No.325-B
Jl. Wonosari, Baturetno
Banguntapan Yogyakarta
Telp: (0274) 4353776, 081804374879
Fax: (0274) 4353776
E-mail: redaksi_divapress@yahoo.com, sekred.divapress@gmail.com
Blog: www.blogdivapress.com
Website: www.divapress-online.com

Indeks Islam | Indeks Sufi | Indeks Artikel | Tentang Penulis
ISNET Homepage | MEDIA Homepage | Program Kerja | Koleksi | Anggota

Please direct any suggestion to Media Team