162. RIYA
- Bisa jadi, riya' itu menyusup ke dalam diri
Anda dari arah yang tidak terlihat oleh para
makhluk."
Riya adalah salah satu bentuk kesyirikan yang
dibenci oleh Allah Swt. sifat ini tidak tampak jikalau
dilihat dengan mata telanjang, namun bisa dirasakan oleh
pelakunya sendiri. Sikap ini harus dijauhi dan dihindari
oleh setiap hamba, agar amalan yang dikerjakannya tidak
sia-sia dan beterbangan layaknya debu yang ditiup angin.
Biasanya, riya jamak dikenal dengan sikap
menampakkan ibadah atau ketaatan di hadapan orang banyak.
Misalnya, ketika Anda shalat maka Anda sengaja
mengerjakannya di hadapan khalayak ramai dengan penuh
kekhusyukan dan dipanjangkan waktunya, agar mereka mengira
bahwa Anda orang shalih yang layak dicontoh dan
dihormati.
Namun, ada satu sikap yang lebih sulit lagi dicerna,
yaitu ketika Anda menghindari riya justru untuk riya.
Apakah Anda bisa memahaminya?
Jikalau belum, begini gambarannya. Ketika Anda
mengerjakan shalat, Anda sengaja menghindari khalayak agar
tidak disangka riya. Kemudian, Anda sengaja berkhalwat
dan menyendiri. Namun, di balik semua itu, Anda justru ingin
dilihat dan dipuji oleh orang lain. Anda ingin menjadi buah
bibir manusia, Lihatlah si Fulan bin Fulan. Ia sangat
rajin beribadah dan berkhalwat. Kita memang tidak
menyaksikan ibadahnya di depan umum, karena ia melakukannya
secara sembunyi-sembunyi.
Jikalau ada rasa ingin dipuji di balik khalwat yang Anda
lakukan, maka di sanalah riya yang tidak banyak.
dilihat oleh khalayak. Justru sikap ini lebih berbahaya lagi
dari riya yang dilakukan di hadapan orang banyak.
Jikalau Anda tidak segera menyadarinya maka Anda akan larut
di dalamnya. Akhirnya, amal ibadah yang Anda kerjakan akan
sia-sia belaka. Apalah gunanya amalan yang tidak ada
nilainya sama sekali di hadapan Sang Khaliq?!
Berhati-hatilah. Jangan sampai Anda masuk ke dalam perangkap
setan.
|