Al-Hikam dan Penjelasannya

Syekh Ibnu 'Athaillah as Sakandari

Indeks Islam | Indeks Sufi | Indeks Artikel | Tentang Penulis


ISNET Homepage | MEDIA Homepage | Program Kerja | Koleksi | Anggota

 

161. PERAN NAFSU DALAM MAKSIAT DAN KETAATAN

Peran nafsu dalam maksiat itu jelas dan nyata. Sedangkan perannya dalam ketaatan itu tidak tampak dan tersembunyi. Memperbaiki sesuatu yang tersembunyi tentu lebih sulit.”

Peran nafsu dalam perbuatan maksiat sangat kentara. Bahkan, semua maksiat yang Anda lakukan, penggerak utamanya adalah nafsu. Jikalau Anda mencuri maka itu adalah dorongan nafsu untuk mendapatkan harta. Jikalau Anda berzina maka itu adalah dorongan nafsu syahwat. Jikalau Anda mencaci dan menghina orang lain maka itu adalah dorongan nafsu dominasi. Siapa pun bisa mengenal hal ini, bahkan anak kecil sekalipun.

Namun, jikalau Anda ingin membahas peran nafsu dalam ketaatan, maka itu sangat sulit diketahui, kecuali oleh Allah Swt. Jikalau Anda bertanya kepada orang lain maka ia tidak akan mengetahuinya sama sekali. Bagaimana mungkin ia mengetahui adanya peran nafsu dalam diri Anda ketika Anda beribadah? Ini adalah urusan hati dan merupakan perkara gaib.

Banyak di antara ahli ibadah yang mampu menghindarkan diri mereka dari peranan nafsu dalam maksiat. Namun, tidak banyak yang mampu menyelamatkan diri mereka dari peranan nafsu dalam ketaatan. Sebagaimana Anda ketahui, jikalau ada seorang hamba yang rajin beribadah dan selalu menjalankan ketaatan kepada-Nya, maka segenap manusia akan menghormati dan mengagungkannya.

Acap kali, hal-hal seperti ini justru mendorong ibadah Anda ditunggangi oleh nafsu, yaitu nafsu ketenaran. Hati-hatilah dengan masalah sepele seperti ini, sebab justru akan menyedot amal kebajikan Anda sehingga tidak ada lagi yang tersisa sedikit pun.

Beribadahlah dengan tulus karena mengharapkan ridha-Nya. Jangan sampai nafsu berperan dalam ketaatan Anda. Sebab, hal tersebut akan sangat merugikan Anda di dunia dan akhirat kelak. di dunia, Anda hanya akan memperoleh kelelahan semata. Tidak ada pahala yang Anda dapatkan di akhirat, Anda akan mendapatkan siksaan-Nya karena Anda telah menyekutukan-Nya dengan tujuan lainnya, yaitu ketenaran. Ibadah yang Anda lakukan tidak ada artinya sama sekali.

(sebelum, sesudah)


KITAB AL-HIKAM DAN PENJELASANNYA
Diterjemahkan dari Kitab Al-Hikam Karya Syekh Ibnu 'Athaillah as-Sakandari

Penyusun dan Penerjemah: D.A. Pakih Sati, Lc.
Editor: Rusdianto
Tata Sampul: Zizi
Tata Isi: Bambang
Pracetak: Wardi

Cetakan Pertama, September 2017

Penerbit: Noktah
Sampangan Gg. Perkutut No.325-B
Jl. Wonosari, Baturetno
Banguntapan Yogyakarta
Telp: (0274) 4353776, 081804374879
Fax: (0274) 4353776
E-mail: redaksi_divapress@yahoo.com, sekred.divapress@gmail.com
Blog: www.blogdivapress.com
Website: www.divapress-online.com

Indeks Islam | Indeks Sufi | Indeks Artikel | Tentang Penulis
ISNET Homepage | MEDIA Homepage | Program Kerja | Koleksi | Anggota

Please direct any suggestion to Media Team