161. PERAN NAFSU DALAM MAKSIAT DAN
KETAATAN
- Peran nafsu dalam maksiat itu jelas dan
nyata. Sedangkan perannya dalam ketaatan itu tidak tampak
dan tersembunyi. Memperbaiki sesuatu yang tersembunyi
tentu lebih sulit.
Peran nafsu dalam perbuatan maksiat sangat kentara.
Bahkan, semua maksiat yang Anda lakukan, penggerak utamanya
adalah nafsu. Jikalau Anda mencuri maka itu adalah dorongan
nafsu untuk mendapatkan harta. Jikalau Anda berzina maka itu
adalah dorongan nafsu syahwat. Jikalau Anda mencaci dan
menghina orang lain maka itu adalah dorongan nafsu dominasi.
Siapa pun bisa mengenal hal ini, bahkan anak kecil
sekalipun.
Namun, jikalau Anda ingin membahas peran nafsu dalam
ketaatan, maka itu sangat sulit diketahui, kecuali oleh
Allah Swt. Jikalau Anda bertanya kepada orang lain maka ia
tidak akan mengetahuinya sama sekali. Bagaimana mungkin ia
mengetahui adanya peran nafsu dalam diri Anda ketika Anda
beribadah? Ini adalah urusan hati dan merupakan perkara
gaib.
Banyak di antara ahli ibadah yang mampu menghindarkan
diri mereka dari peranan nafsu dalam maksiat. Namun, tidak
banyak yang mampu menyelamatkan diri mereka dari peranan
nafsu dalam ketaatan. Sebagaimana Anda ketahui, jikalau ada
seorang hamba yang rajin beribadah dan selalu menjalankan
ketaatan kepada-Nya, maka segenap manusia akan menghormati
dan mengagungkannya.
Acap kali, hal-hal seperti ini justru mendorong ibadah
Anda ditunggangi oleh nafsu, yaitu nafsu ketenaran.
Hati-hatilah dengan masalah sepele seperti ini, sebab justru
akan menyedot amal kebajikan Anda sehingga tidak ada lagi
yang tersisa sedikit pun.
Beribadahlah dengan tulus karena mengharapkan ridha-Nya.
Jangan sampai nafsu berperan dalam ketaatan Anda. Sebab, hal
tersebut akan sangat merugikan Anda di dunia dan akhirat
kelak. di dunia, Anda hanya akan memperoleh kelelahan
semata. Tidak ada pahala yang Anda dapatkan di akhirat, Anda
akan mendapatkan siksaan-Nya karena Anda telah
menyekutukan-Nya dengan tujuan lainnya, yaitu ketenaran.
Ibadah yang Anda lakukan tidak ada artinya sama sekali.
|