Al-Hikam dan Penjelasannya

Syekh Ibnu 'Athaillah as Sakandari

Indeks Islam | Indeks Sufi | Indeks Artikel | Tentang Penulis


ISNET Homepage | MEDIA Homepage | Program Kerja | Koleksi | Anggota

 

188. DUA ALASAN PERLUNYA MEMBERI NASIHAT

Kata-kata yang mereka ungkapkan, bisa jadi, sekadar limpahan perasaan atau bertujuan memberikan petunjuk kepada muridnya. Jenis yang pertama adalah keadaan para salik, dan jenis kedua adalah keadaan orang-orang yang sudah mapan dan mencapai hakikat.”

Ada dua jenis ungkapan yang keluar dari lisan seseorang yang telah mendapatkan cahaya dari Allah Swt.

Pertama, ungkapan tersebut merupakan luapan perasaan. Kata-kata yang diungkapkannya adalah limpahan perasaan terdalam karena tidak sanggup menahan gejolak jiwa. Bisa jadi, bentuk ungkapan ini adalah nasihat amar ma’ruf, dan bisa juga bentuknya nahi mungkar.

Misalnya, ia menyaksikan kemaksiatan di hadapannya. Orang tersebut sudah menahan sekuat tenaga untuk menghindari kemaksiatan ini, namun perasaan cintanya kepada Allah Swt. meluap-luap, sehingga mendorongnya untuk ber-amar ma’ruf dengan kata-kata, bahkan terkadang dengan luapan emosi. atau, bisa jadi ungkapannya itu sekadar menggerutu dengan wajah penuh kemarahan. Jenis pertama ini adalah keadaan orang-orang yang sedang menuju makrifat Allah Swt. Mereka belum mampu menahan luapan perasaan.

Kedua, ungkapan tersebut dalam rangka memberikan petunjuk kepada seorang murid. Seorang yang mendapatkan cahaya-Nya tidak mungkin akan berdiam diri. Ia akan mengumpulkan dua sifat utama dalam dirinya, yaitu belajar dan mengajar. Salah satu sebab yang mendorongnya untuk berbicara adalah untuk mengajar muridnya. Ia akan mengajarkan cara mencapai hakikat dan meraih makrifat.

Jenis kedua ini adalah keadaan orang-orang yang telah mencapai puncak keyakinan dan meraih hakikat, sehingga mereka mampu menahan luapan emosi.

Contoh ringannya, cobalah Anda perhatikan seekor keledai. Saat pertama kali diberikan beban di punggungnya, ia akan meringkik dan berisik karena belum terbiasa, walaupun barang itu ringan. Namun, lama-kelamaan, keledai ini akan terbiasa dan tenang, walaupun barang yang dipikulnya berat.

(sebelum, sesudah)


KITAB AL-HIKAM DAN PENJELASANNYA
Diterjemahkan dari Kitab Al-Hikam Karya Syekh Ibnu 'Athaillah as-Sakandari

Penyusun dan Penerjemah: D.A. Pakih Sati, Lc.
Editor: Rusdianto
Tata Sampul: Zizi
Tata Isi: Bambang
Pracetak: Wardi

Cetakan Pertama, September 2017

Penerbit: Noktah
Sampangan Gg. Perkutut No.325-B
Jl. Wonosari, Baturetno
Banguntapan Yogyakarta
Telp: (0274) 4353776, 081804374879
Fax: (0274) 4353776
E-mail: redaksi_divapress@yahoo.com, sekred.divapress@gmail.com
Blog: www.blogdivapress.com
Website: www.divapress-online.com

Indeks Islam | Indeks Sufi | Indeks Artikel | Tentang Penulis
ISNET Homepage | MEDIA Homepage | Program Kerja | Koleksi | Anggota

Please direct any suggestion to Media Team