189. NASIHAT ADALAH MAKANAN
- Nasihat adalah makanan bagi para pendengar.
Dan, Anda hanya akan mendapatkan sesuatu yang Anda
makan."
Nasihat dan petuah tentang masalah-masalah hakikat adalah
ibarat makanan bagi para pendengarnya. Terutama, bagi
orang-orang yang belum mampu mengenal hakikat sesuatu karena
keimanan mereka masih lemah dan cahaya Ilahi yang dimiliki
tidak begitu terang.
Sedangkan orang-orang yang kaya ilmu hakikat, maka mereka
tidak membutuhkan nasihat dan petuah ini lagi. Sebab, mereka
sudah mampu memahaminya tanpa harus dijelaskan. Kemampuan
yang mereka miliki hampir sama dengan kemampuan yang
dimiliki penasihat, sehingga mereka juga layak memberikan
makanan ruhiyah kepada orang lain.
Akan tetapi, ingatlah, wahai Anda orang yang menyampaikan
dan mendengarkan nasihat. Anda tidak akan mendapatkan apa
pun dari sesuatu yang Anda sampaikan dan dengarkan, kecuali
jikalau Anda mengamalkannya. Jangan sampai Anda sama seperti
orang-orang Yahudi, yang mengetahui namun tidak mau
mengamalkannya.
Contoh ringan saja. Sepengetahuan Anda, gula itu manis.
Anda mengatakan hal itu kepada setiap orang, namun Anda
tidak pernah mencobanya sama sekali. Apakah ilmu Anda
bermanfaat dan bisa dirasakan efeknya?! Tidak, sama sekali
tidak. Begitu juga halnya dengan orang yang
mendengarkan.
|