242. SUMBER TAWADHU YANG
HAKIKI
- Tawadhu yang hakiki adalah bersumber
dari kemampuan menyaksikan keagungan Allah Swt. dan
tajalli sifat-Nya.
Tawadhu yang sebenarnya adalah ketika Anda
merendahkan hati Anda di hadapan Allah Swt. dan khalayak
manusia, yaitu ketika Anda menyaksikan kebesaran dan
sifat-Nya. Misalnya, Anda adalah seorang ulama yang dipuji
di mana-mana, terkenal keshalihan dan keluasan ilmunya.
Jangan sampai Anda sombong. Tetapkan tawadhu.
Lihatlah kebesaran-Nya. Apakah Anda layak disandingkan
dengan diri-Nya?!
Tidak, sama sekali tidak. di hadapan-Nya, Anda hanyalah
makhluk kecil yang tidak ada artinya sama sekali. Sesuatu
yang Anda banggakan hanyalah sekelumit kelebihan yang
diberikan-Nya kepada Anda. Ibarat tetesan embun yang jatuh
yang di tengah lautan. Tentu, setetes embun itu tidak akan
menambah debit airnya, dan sama sekali tidak kelihatan
efeknya. Bahkan, keberadaannya sama saja dengan
ketiadaannya. Sadarilah hal itu, dan bersikaplah
tawadhu.
Kemudian, lihatlah sifat-Nya. Apakah Anda juga layak
disandingkan denganNya?
Tentu saja tidak. Sifat yang Anda miliki sekarang ini
adalah hembusan karunia-Nya. Dia bisa mencabutnya kapan pun
menginginkan-Nya. Hanya Dialah yang layak
menyombongkan diri. Anda hanyalah debu di tengah hamparan
padang pasir
Intinya, jikalau sekarang di dalam hati Anda terbersit
rasa sombong atau ingin dipuji, maka ingatlah kedua poin
ini: lihatlah keagungan-Nya dan perhatikanlah sifat-Nya.
Maka, dengan sendirinya, Anda akan merasa kecil dan
hina.
|