241. Tawadhu YANG
HAKIKI
- Bukanlah dikatakan sebagai orang yang
tawadhu jikalau ia tawadhu kemudian merasa
lebih tinggi dari sesuatu yang dikerjakan. Akan tetapi,
orang tawadhu adalah orang yang jikalau
tawadhu maka ia melihat dirinya lebih rendah dari
sesuatu yang dikerjakan.
Janganlah tergesa-gesa merasa bahwa Anda adalah orang
yang tawadhu, bahkan jangan pernah merasa sama
sekali. Biarlah Allah Swt. yang menilai perbuatan Anda. Dia
yang akan meninggikan Anda dan membuat Anda dikenal di
tengah khalayak ramai.
Jikalau Anda mengerjakan suatu amal shalih, kemudian Anda
merasa bahwa yang Anda kerjakan itu sungguh luar biasa, maka
itu bukanlah sifat tawadhu. Ingatlah bahwa yang
Anda kerjakan itu belum layak dibanggakan di sisi-Nya.
Bahkan, Anda tidak akan pernah memasuki surga-Nya dengan
amalan Anda, akan tetapi dengan rahmat-Nya.
Jikalau Anda sudah mengerjakan suatu ibadah dengan
seoptimal mungkin, baik kualitas dan kuantitasnya, kemudian
Anda masih merasa bahwa amalan itu belum cukup untuk Anda
persembahkan kepada-Nya, maka itu adalah sikap
tawadhu yang layak Anda pertahankan.
Ketahuilah, bahwa tawadhu mengerjakan itu
bukanlah membanggakan ketawadhu an Anda,
akan tetap terus merasa kurang dan lemah, walaupun Anda
sudah mempersembahkan semua kemampuan Anda untuk beribadah
kepada-Nya.
|